Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual dari cairan sperma (sexual transmitted disease/STD), darah atau cairan tubuh lain. Penyakit ini dapat menimbulkan penyakit serius dan mengakibatkan kerusakan hati yang dapat berakhir dengan kematian atau kanker hati. Hepatitis B terdiri dari antigen permukaan (surface antigen) yang disebut dengan antigen Australia, karena antigen ini pertama kali dijumpai di Australia.

Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Masa inkubasi dari penyakit hepatitis B ini berkisar antara 45-180 hari dan lama masa inkubasi tergantung pada jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh dan cara penularan serta daya tahan pasien. Penyakit ini sering dijumpai pada 30-50% pada usia > 50 tahun dan 10% pada usia  < 50 tahun. Keluhan pada penyakit hepatitis B : mual tidak nafsu makan, lemas, muntah, nyeri pada otot dan sendi, demam, kencing berwarna cokelat tua dan kulit berwarna kuning. Kebanyakan kasus dengan infeksi hepatitis B akan sembuh dalam waktu 6 bulan dan mengalami kekebalan. Di mana 15-20% akan menjadi hepatitis kronik atau penyakit hati menahun yang kemudian menjadi sirosis hati dan berkembang menjadi kanker hati.

Virus hepatitis B (VHB) adalah virus DNA yang bentuknya kompleks, mempunyai 2 lapis partikel disebut partikel Dane, merupakan lapisan permukaan VHB yang disebut HbsAg dan lapisan dalam pada intinya didapatkan hepatitis B core antigen (HbcAg). Di dalam inti dari genome viral terdapat DNA yang sirkuler dan double stranded.

Pemeriksaan Hepatitis B

Dengan adanya pemeriksaan penyaring pada darah transfusi, infeksi Penyakit hepatitis B berkurang sekitar 0,3-0,9% pada pasien yang mendapatkan transfusi. Angka kejadian infeksi VHB tinggi pada : pasien yang mendapatkan tranfusi berulang atau komponen darah yang berasal dari donor multipel, pasien dengan hemodialisi, pecandu narkoba, luka tusuk dnegan jarun suntik atau alat kesehatan lain yang telah terkontaminasi, akunpuntur, tatto, pegawai medis, transmisi dari ibu ke bayi dan penggunaan pisau cukur bersama penderita hepatitis B.

Infeksi dengan virus penyakit hepatitis B dapat berupa sembuh spontan, infeksi subklinis sampai akut dan fatal pada hepatitis fulminan (ganas). Untuk menegakkan diagnosis VHB dapat digunakan parameter dibawah ini :

  • Hepatitis B surface antigen (HBsAg)
  • Hepatitis B e antigen (HBeAg)
  • Hepatitis B e antibodi (anti-HBe)
  • Hepatitis B core antibodi (anti-HBc) total
  • Hepatitis B core antibodi (anti-HBc IgM)
  • Hepatitis B antibodi (anti-HBs)

 Komplikasi Penyakit Hepatitis B

Komplikasi penyakit hepatitis B yang paling parah adalah kematian. Penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi akbat dari kegagalan fungsi hati. Dan ditambah juga dari suatu penelitian yang menunjukkan penyakit hepatitis B mempunyai resiko untuk terjadi penyakit kanker hati sebesar 200 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap penyakit hepatitis B.

Selain itu, beberapa faktor juga berperan aktif pada penyakit hepatitis B adalah :

  1. Adanya beberapa waktu atau episode yang spontan dari penyakit hepatitis B yang mengalami masalah eksaserbasi dan juga replikasi yang lebih menjurus pada arah dekompensasi dan juga progresivitas pada penyakit hati penderita yang sebelumnya sudah pernah mengalami penyakit hati ringan dan juga stabil.
  2. Bentuk yang ringan dari jenis penyakit hepatitis kronik persisten, dan sewaktu-waktu akan bisa berubah menjadi progresif kemudian hepatitis kronik yang aktif dan juga bisa berubah menjadi sirosis hati.
  3. Pada penyakit hepatitis B yang bisa bertindak sebagai reservoir atau sebagai sumber dari terjadinya infeksi pada daerah sekitar hati. Kortiosteroid yang tidak mampu melakukan pengobatan pada penyakit hepatitis B yang kronik, dan disamping itu juga dalam waktu yang lama akan menyebabkan replika dari penyakit hepatitis B serta mencegah kehilangan HbeAg yang ada di dalam serum si penderita.

Dalam melakukan pengobatan penyakit hepatitis B dengan menggunakan interferon  adalah untuk menekan dan juga untuk mengeliminasi virus hepatitis B dengan sekaligus dan menyeluruh serta bisa mengindusir kesembuhan dari penyakit hati dan terutama adalah penyakit hepatitis B kronik. Dibawah ini merupakan peranan dari interferin untuk pengobatan penyakit hepatitis B adalah :

  1. Membantu menghambat replikasi dari virus penyakit hepatitis B baik lewat efek yang langsung atau juga lewat dari stimulasi sistem kekebalan tubuh si penderita penyakit hati.
  2. Membantu menghentian atau juga menghambat nekrosis dari sel hati akibat dari terjadinya reaksi peradangan
  3. Mencegah terjadinya transformasi dari maligna sel-sel yang ada di dalam hati.

Indikasi dari pemakaian interferon adalah :

  1. Untuk penderita dengan kasus HbeAg dan HBV-DNA yang positif.
  2. Pada penderita penyakit hepatitis kronik aktif yang sudah dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan histopatologi.

Dan indikasi pemberian dari interferon ini bisa dipertimbangkan dengan pemberian interferon terhadap penyakit hepatitis fulminan yang akut, walaupun belum banyak penelitian yang menunjukkan dibidang ini.

Efek samping yang biasanya ditimbulkan dari pemakaian interferon pada penyakit hepatitis B adalah :

  1. Secara dini
    Efek umum : demam lebih dari 40 derjaat celcius, menggigil dan badan terasa dingin, sakit kepala, anoreksia, nausea, kelelahan yang maksimal dan nyeri otot serta insomnia susah tidur.
    Efek jarang terjadi : hiptensi, sianosis, kebingungan, dan perubahan yang terjadi pada EEG
  2. Lambat sekitar 2 minggu
    Efek umum : kelelahan, nyeri sendi, rasa kantuk, berat badan menurun, rambut rontok, masalah gangguan emosi, supresi pada sumsum tulang.
    Efek jarang terjadi : agitasi, depresi, nausea, penyakit diare, hidun tersumbat, sakit tenggorokan, sindrom nefrotik.

 Penyakit Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off

Penyakit Hepatitis B Akut

Penyakit Hepatitis B Akut – Pada penyakit hepatitis B akut khas (typical) tampak keradangan akut di seluruh hati. Nekrosis sel hati ditandai dengan infiltasi leukosit serta histiosit. Nekrosis paling banyak di zona 3, sedangkan infiltasi sel radang paling banyak pada segitiga portal. Sinusoid menunjukkan infiltasi sel mononuklear, sel polimorf, dan eosinofil. Sel hati di zona 3 menunjukkan perubahan eosinifilik yang disebut “acidophil bodies”. Dapat dijumpai sel hati yang mengalami “balooning”, pleomorfisme, hialiniasasi dan sel raksasa yang berinti banyak. Kerangka retikulin umumnya masih utuh.

Penyakit Hepatitis B Akut

Penyakit Hepatitis B Akut

 Penyakit Hepatitis B Akut

Penderita dengan Penyakit Hepatitis B Akut dianjurkan untuk tirah baring sampai gejala ikterus hilang. Bagi penderita yang masih muda dan sehat, bisa diterapkan aturan yang lebih ringan, misalnya mereka bisa bangun bila badan terasa enak, tanpa melihat derajat ikterus. Setiap habis makan, pasien dianjurkan untuk beristirahat, demikian pula bila gejala penyakit muncul lagi. Masa penyembuhan mulai bila sudah tidak ada gejala, tidak ada rasa nyeri di daerah hati dan bila kadar bilirubin serum < 1,5 mg%. Lama waktu penyembuhan diperkirakan dua kali dari periode tirah baring.

Kebanyaan penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit, kecualo pada kasus yang berat. Demikian pula, tidak dipelrukan tirah baring total yang berkepanjangan. Bila dirawat dirumah sakit, penderita bisa dipulangkan bila gejala membaik, kadar transaminase dan kadar bilirubin serum sudah cenderung turun dan nilai waktu protrombin normal. Diet untuk penderita hepatitis akut adalah diet bebas. Pemberian vitamin dan obat lipotropik tidak diperlukan. Kortikosteroid hanya di perlukan pada kasus hepatitis akut tipe kolestatik.

Follow up dilakukan setiap 3-4 minggu setelah pulang, kemudian dilakukan pemeriksaan ulang setiap bulan sekali selama 3 bulan berikutnya. Berolahraga diperbolehkan sampai batas badan lemah, sedangkan alkohol harus dihindari selama 1 tahun.

Terapi penyakit hepatitis B akut fulminan dibagi menajdi 2 bagian yaitu terapi suportif dan terapi spesifik. Terapi suprotif terutama bertujuan untuk memberikan perawatan intensif pada organ tubuh di luar hati yang mengalami kegagalan fungsi, sehingga didapatkan kondisi yang optimal untuk hati, untuk berlangsungnya proses regenerai sambil menunggu terapi spesifik yaitu transplantasi hati. Dalam terapi suportif pada hepatitis B akut fulminan, sebaiknya penderita dirawat di ruang ICU dan diadakan pengawasan ketat untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, memberi terap ensefalopatia hepatik, mengatasi oedema cerberi, mengatasi hipoglikemia, mengatasi infeksi, menjaga kestabilan kardiovaskuler serta mengatasi gagal ginjal. Bila transplantasi hati dapat dilakukan pada waktunya, tindakan tersebut dapat menyelamatkan penderita hepatitis B akut fulminan.

Gejala Penyakit Hepatitis B

Gejala dari penyakit hepatitis B adalah :

  1. Biasanya adalah akibat banyak orang yang tidak akan menunjukkan suatu gejala apapun disaat baru mendapatkan infeksi.
  2. Apabila jika menunjukkan suatu gekala, biasanya termasuk salah satunya adalah penyakit kuning misalnya adalah kulit dan mata yang menjadi berwarna kuning, air seni yang berwarna agak pekat, tinja yang berwarna agak pucat, merasa kelelahan, sakit perut, hilangnya nafsu makan, mual dan juga muntah serta mengalami nyeri sendi.

Penyakit hepatitis B akut bisa menular kepada orang lain jika darah serta cairan tubuh misalnya adalah seperti air liur, air mani dan juga lelehan dari cairan vagina yang mengandung virus hepatitis B di dalamnya yang masuk ke dalam tubuh seseorang lewat :

  1. Luka pada kulit
  2. Selaput lendir atau mukosa
  3. Lewat aliran darah dengan cara yang bersamaan dengan menggunakan alat suntik, atau juga lewat jarum suntik setelah seseorang mengalami infeksi, luka jarum atau juga akibat alat-alat yang mengalami kontaminasi.
  4. Melakukan hubungan seksual dengan orang yang positif sudah terinfeksi penyakit hepatitis B namun tanpa menggunakan kondom.
  5. Penyakit hepatitis B juga bisa ditularkan pada bayi disaat baru lahir dari ibu yang mengalami infeksi.

Resiko dari seseorang yang menderita penyakit hepatitis B akut adalah pada golongan :

  1. Orang yang melakukan hubungan seksual pada mereka yang sudah terinfeksi
  2. Penggunaan dari narkoba jenis suntik
  3. Bayi yang terlahir dari ibu yang mengalami infeksi
  4. Orang yang bergonta ganti pasangan seksual
  5. Pria yang homoseksual
  6. Pasien hemodialisis
  7. Petugas kesehatan
  8. Orang yang terlahir di negara dengan kasus hepatitis B yang sangat tinggi
  9. Terjadinya kontak langsung dirumah dengan mereka yang sudah mengalami infeksi penyakit hepatitis B.
  10. Tahanan sipil

Mencegah Penyakit Hepatitis C

Cara mencegah penyakit hepatitis B adalah dengan memberikan imunisasi. Imunisasi ini diberikan untuk :

  1. Semua anak yang lahir di usia 2, 4, 6 bulan. Vaksin yang diberikan biasanya akan diberikan dirumah sakit dimana tempat nbayi tersebut lahir dan juga diberikan oleh dokter atau kinik setempat. Vaksinasi ini harus dilakukan dengan rutin dan teratur.
  2. Anak-anak yang berusia 12 tahun yang tidak mendapatkan imunisasi pada saat masih bayi. Vaksin yang diberikan saat usia sekolah.
  3. Orang yang melakukan kontak langsung dirumah atau juga mengalami kontak seksual dengan mereka yang mengalami infeksi kronis.
  4. Pria homoseksual
  5. Orang yang mengalami penyakit kelamin
  6. Penggunaan jenis narkoba suntik
  7. Pasien hemodialisis
  8. Orang yang biasanya menerima produk darah untuk kelainan dari penggumpalan darah.
  9. Penderita penyakit hati kronis dan juga infeksi pada hepatitis C
  10. Penghuni dari staf fasilitas untuk penyandang cacat intelektual.
  11. Tahanan
  12. Petugas kesehatan

 Penyakit Hepatitis B Akut

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Hepatitis B Kronik

Pengobatan Hepatitis B Kronik – Infeksi virus penyakit hepatitis B akut tidak memerlukan terapi anti virus yang terpenting adalah istirahat. Yang perlu pemberian anti virus adalah infeksi virus hepatitis B kronis aktif. Tujuan pengobatan hepatitis B kronis adalah untuk menekan laju perkembangan virus hepatitis B (replikasi virus) dan mencegah progresi penyakit hati kronis menjadi sirosis yang berpotensial menuju gagal hati dan mencegah kanker hati. Sekalipun sudah tersedia beberapa pilihan obat virus hepatitis B, namun obat-obat tersebut belum dapat menghilangkan virus dalam tubuh.

Pengobatan Hepatitis B Kronik

Pengobatan Hepatitis B Kronik

Penyakit Hepatitis B

Berdasarkan penelitian, obat-obatan tersebut hanya mampu menghilangkan 1%-5% HBsAg. Namun demikian, bukan berarti obat tersebut tidak bermanfaat. Dengan menurunnya kadar virus dalam tubuh (DNA virus hepatitis B ditekan serendah mungkin), maka risiko terjadinya sirosis hati dan kanker hati juga menurun.

Obat Hepatitis B

Saat ini, ada 5 (lima) jenis obat yang direkomendasikan untuk terapi Pengobatan Hepatitis B kronik di Amerika Serikat, yaitu interferon alfa-2b lamivudin, adefovir dipivoxil, entecavir dan peginterferon alfa-2a . Hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan obat mana yang akan dipilin adalah keamanan jangka panjang, kemanjuran obat, dan biaya.

Walaupun saat ini pilihan terapi Pengobatan Hepatitis B Kronik menjadi lebih banyak, namun problem yang masih belum terpecahkan adalah resistensi obat dan tingginya angka relaps pada saat terapi dihentikan. Secara ilmiah sudah terbukti sekalipun pemberian pengobatan anti virus pada infeksi virus hepatitis B tidak menghilangkan virus (HBsAg), namun risiko terjadinya sirosis dan kanker hati dapat dihambat.

Selain dengan Pengobatan penyakit Hepatitis B Kronik diatas, pencegahan perlu dilakukan sebagai upaya antisipasi penularan kembali virus hepatitis. Ada tiga macam cara pencegahan infeksi VHB.

  1. Melalui perbaikan higiene dan sanitasi
  2. Melalui pencegahan penularan parenteral/kontak dnegan penderita HBV (skrining pada donor darah, sterilisasi alat kedokteran, menghindari seks bebas, menghindari tato, penggunaan jarum narkoba secara bergantian dll).
  3. Melalui pemberian vaksinasi hepatitis B

Dalam pengobatan penyakit hepatitis B kronik, titik akhir yang sering dipakai adalah hilangnya pertanda replikasi virus yang aktif secara menetap (HBeAg dan DNA VHB).

Pada umumnya, serokonversi dari HBeAg menjadi anti Hbe disertai dengan hilangnya DNA VHB dalam serum dan meredanya penyakit hati. Namun, pada kelompok pasien hepatitis B kronik HBeAg negatif serokonversi HBeAg tidak dapat dipakai sebagai titik akhir terapi dan respons terapi hanya dapat dinilai dengan pemeriksaan DNA VHB.

Penyakit hepatitis B kronik didiagnosis dengan cara melakukan tes darah yang kemudian akan menunjukkan apakah seseorang yang mengidap penyakit hepatitis B sebelumnya, dan apakah seseorang yang mengalami infeksi secara kronis. Tes lainnya yang dilakukan misalnya adalah tes pada fungsi hati, yang bisa menunjukkan apakah terjadi suatu kerusakan di organ hati. Perawatan khusus yang diberikan dari penyakit hepatitis B kronik biasanya adalah mendapatkan manfaat dari perawatan anti-virus khusus. Sebaiknya lakukan konsultasi mengenai perawatan yang bisa dilakukan. Penderita penyakit infeksi hepatitis B kronis harus menjaga organ hati dan bisa mendapatkan vaksinasi hepatitis B jika belum mempunyai suatu kekebalan. Selain itu minum minuman seperti alkohol juga akan membuat kondisi dari penyakit ini bisa menjadi semakin parah.

Untuk Anda yang sudah positif terinfeksi penyakit hepatitis B, maka Anda paling tidak harus melakukan konsultasi ke dokter setahun sekali karena kerusakan hati bisa terjadi kapan saja. Biasanya dokter akan menyarankan hal yang paling baik bagaimana cara menjaga kesehatan dan untuk memelihara kesehatan hati. Selain itu juga dokter akan memberitahukan Anda jika Anda perlu untuk mengambil beberapa jenis obat dan dokter biasanya akan mengarahkan Anda pada dokter ahli atau juga spesialis hati jika memang hal ini diperlukan. Untuk kebanyakan orang yang mengalami infeksi penyakit hepatitis B kronis, hal yang bisa dilakukan adalah pola hidup yang sehat dan tidak membutuhkan minum obat-obatan untuk penyakit hepatitis B.

Menjaga kesehatan hati untuk mencegahnya dari serangan penyakit hati adalah :

  1. Kurangi minuman yang mengandung alkohol atau hilangkanlah kebiasaan tersebut.
  2. Konsumsilah jenis makanan yang sehat dan seimbang dan kurangilah asupan makanan yang mengandung lemak dengan berlebihan.
  3. Kontrol atau kendalikan berat badan Anda.
  4. Berhenti merokok
  5. Melakukan olahraga dengan teratur
  6. Kelola stres Anda dengan baik dan dapatkan waktu istirahat yang cukup.
  7. Melakukan vaksinasi penyakit hepatitis B, untuk membantu melindungi Anda dari serangan virus-virus jenis penyakit hepatitis yang lain yang bisa membuat penyakit hati menjadi lebih semakin parah.

Hal yang harus Anda ketahui mengenai penyakit hepatitis B adalah terdapat paling tidak lebih dari sekitar 350 juta penduduk di dunia yang mengalami infeksi penyakit hepatitis B. Dan dalam setiap tahunnya hal ini bisa menyebabkan kurang lebih adalah sekiyat 1 juta kematian akibat penyakit ini. Dalam beberapa komunitas, cara penularan dari penyakit hepatitis b yang biasanya paling sering terjadi adalah lewat seorang ibu kepada anaknya disaat proses persalinan sedang berlangsung.

Untuk sebagian mereka yang menderita penyakit hepatitis B, mereka tidak menunjukkan suatu gejala khusus dan juga sebagian besar dari mereka tidak mengetahui bahwa penyakit hepatitis B ini disaat mereka sudah mulai terinfeksi virus hepatitis V. Namun, walaupun tidak menunjukkan suatu gekala virus ini akan membuat organ hati mengalami kerusakan.

Pengobatan Hepatitis B Kronik

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Hepatitis B Kronik

Hepatitis B Kronik – Penyakit Hepatitis B adalah penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Perjalanan penyakit terbagi dua yaitu akut dan kronik. Pada fase akut, pasien mengalami gejala infeksi (menjadi sakit) yang bisa sembuh atau berakhir fatal berupa kegagalan hati.

Hepatitis B Kronik

Hepatitis B Kronik

 Penyakit Hepatitis B

Sedangkan pada fase kronik pasien tidak terlihat sakit (tampak sehat) meski virus berada dalam tubuhnya. Dua pertiga pasien penyakit hepatitis B kronik adalah karier kronik (virus tidak menganggu hati) sementara sepertiga lainnya bersifat hepatitis aktif (virus berkembang biak mengganggu hati). Sebetulnya hati mempunyai kemampuan untuk memeperbaiki jaringan yang rusak, namun peradangan menahun oleh virus hepatitis B dapat mengakibatkan kerusakan permanen. Kerusakan permanen akan membuat jaringan parut pada hati yang dapat terjadi yang disebut karsinoma hepaotseluler.

Penyakit Hepatitis B ditularkan melalui darah yang terinfeksi virus atau cairan tubuh yang terkontaminasi oleh darah tersebut. Tranmisi penyakit dapat terjadi melalui kontak langsung lewat jarum suntik, tatto, tindik, pisau cukur, sikat gigi, melalu tranfusi darah, hubungan seksual dan saat persalinan dari ibu yang terinfeksi.

Kadar baiknya adalah infeksi penyakit hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin hepatitis B. Agar efektif, vaksin diberikan dalam 3 dosis (bulan I, II dan VI). Bagi pendrita hepatitis B kronik aktif, sudah tersedia pengobatan antivirus yang terbukti efektif dalam menekan jumlah virus hingga mencapai kesembuhan.

Pada saat ini, definisi hepatitis B kronik adalah adanya persistensi virus hepatitis B (VHB) lebih dari 6 bulan yang masih idisertai dengan viremia. Hepatitis B kronik merupakan maslaah kesehatan yang besar, terutama di Asia, karena di wilayah ini terdapat sedikitnya 75% dari seluruhnya 300 juta individu HBsAg positif menetap di seluruh dunia. Di Asia, sebagian besar penderita hepatitis B kronik mendapatkan infeksi pada masa perinatal. Kebanyakan penderita ini tidak mengalami keluhan ataupun gejala sampai akhirnya terjadi penyakit hati kronik.

Pada hepatitis B akut, tubuh berusaha melakukan eliminasi cirus hepatitis B (VHB) baik dengan mekanisme resepons imun nonspesifik dilaksanakan melalu aktivitas sel T sitolitik (CD8+) yang telah mengalami aktivitasi dan dapat menimbulkan lisis sel-sel yang terinfeksi. Di samping itu, dapat juga terjadi eliminiasi VHB intraseluler dengan mekanisme nonsitolitik.

Infeksi kronik VHB bukan disebabkan oleh gangguan produksi anti HBs. Buktinya, pada penderita hepatitis B kronik ternyata dapat ditemukan anti HBs, meskipun tidak bisa dideteksi dengan metode pemeriksaan biasa karena anti HBs bersembunyi dalam kompleks dengan HBsAg.

Diagnosis Penyakit Hepatitis B

Diagnosis dari penyakit hepatitis B kronik bisa ditegakkan dengan definisi yang sesuai yakni setelah 6 bulan dari terjadinya penyakit hepatitis B akut. Penyakit hepatitis B kronik biasanya seringkali agak susah untuk dicurigai namun jika hanya berdasarkan gejala yang dirasakan pasien. Hal ini disebabkan karena mereka biasanya mereka akan mengembangkan penyakit hepatitis B kronik adalah mereka yang mengalami beberapa sedikit gejala yang menandai dari timbulnya penyakit hepatitis B yang akut atau juga bahkan mereka yang sama sekali tidak merasakan gejala penyakit hepatitis B kronik.

Dan disamping itu juga, mereka yang menderita penyakit hepatitis B biasanya tidak akan menunjukkan gejala selama bertahun-tahun atau bahkan selama 3 dekade. Dan selama waktu ini, tes darah yang dilakukan pada pasien biasanya akan mengalami ketidaknormalan yang sifatnya ringan, mengalami suatu peradangan dan mengalami bekas luka parut serta organ hati yang sedikit lebih maju. Dan kadang, mereka yang mempunyai penyakit hepatitis b kronik yang sifatnya tidak aktif kemudian akan mengembangkan suatu pengaktifan kembali pada gejala penyakit hepatitis B akut, mempunyai tingkatan tes darah hati yang lebih tinggi dibandingkan peradangan penyakit hati.

Dan selain daripada itu, penyakit hepatitis B kronik juga bisa didiagnosis dari biopsi liver pada penderita penyakit hepatitis B kronik. Biopsi ini dilakukan dengan cara mengambil contoh atau sampel kecil dari jaringan hati, sampai tersebut diperiksa di daerah laboratorium tertentu dan dilihat secara mikroskopis. Tes ini merupakan suatu hal yang sangat penting karena sampai dari penderita penyakit hepatitis B kronik biasanya menunjukkan suatu tingkat kerusakan pada organ hati dan jumlah dari peradangan hati atau peradangan liver bahkan apabila jika sudah mengalami penyakit sirosis hati dengan biopsi. Biopsi hati biasanya bukan suatu kewajiban atau juga suatu keharusan dalam menegakkan diagnosa pendeirta penyakit hepatitis B, namun tetapi bipsi penyakit hati ini biasanya dilakukan untuk bisa memantau terjadinya perkembangan pada kerusakan hati penderita penyakit hepatitis B kronik.

Fase Hepatitis B

Perjalanan fase pada penyakit hepatitis B biasanya semuanya ini tergantung dari beberapa faktor yang akan mempengaruhi tingkat dari kekronisan penyakit tersebut. Misalnya adalah usia pasien dimana terjadinya infeksi virus hepatitis B yang sudah mulai menyerang, tingkat dari replikasi atau juga multipkasi penyakit hepatitis B virus dan juga suatu kemampuan dari sistem kekebalan tubuh seseorang untuk bisa mengendalikan atau mengontrol virus hepatitis B (VHB) tadi. Infeksi yang terjadi pada penyakit hepatitis B kronik biasanya bisa berkembang dari beberapa hal :

  1. Fase toleransi sistem imun tubuh pada virus
  2. Fase imun tubuh dalam melawan virus
  3. Fase virus hepatitis B istirahat atau tidur

Tahukah Anda dalam setiap tahunnya, paling tidak sekitar 1 juta orang meninggal dunia akibat dari penyakit hati yang serius yang disebabkan karena serangan infeksi penyakit hepatitis B kornik. Oleh karena itulah, Anda harus tetap mewaspadai penyakit ini dan usaha lakukan pencegahan dengan sebaik mungkin.

Hepatitis B Kronik

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Dampak Infeksi Hepatitis B

Dampak Infeksi Hepatitis B – Infeksi hepatitis B dapat memiliki salah satu dari empat Dampak Infeksi Hepatitis B dibawah ini :

1. Sakit ringan

Sekitar 2/3 orang yang terinfeksi virus hepatitis B mengalami sakit ringan dalam sakit ringan, tubuh bereaksi kuat terhadap infeksi dengan mengembangkan antibodi terhadap infeksi hepatitis B dan penyakit ini sembuh sepenuhnya antibodi yang dihasilkan setalah sakit ringan memberikan perlindungan seumur hidup terhadap infeksi di masa mendatang.

2. Hepatitis Akut

Sekitar ¼ orang yang terinfeksi virus hepatitis A mengembangkan hepatitis akut. Gejala-gejala hepatitis akut muncul sekitar 1-6 bulan setelah virus menginfeksi tubuh. Gejala-gejala hepatitis akut mencakup :

  • Penyakit kuning (jaundice)
  • Ruam pada kulit
  • Rasa sakit pada persendian
  • Peradangan pada ginjal dan pembuluh darah
  • Penyakit Anemia akibat depresi atau tekanan atas sumsum tulang yang adalah jaringan lunak tersepsialisasi di dalam tulang. Sumsum tulang penting bagi produksi dan pematangan sel-sel darah merah. Kecuali penyakit kuning, gejala lainnya kurang umum terjadi.

Kebanyakan orang yang mengidap infeksi hepatitis B akut pulih sepenuhnya dalam waktu 1-6 bulan. Namun, sekitar 1-6% orang bisa saja menderita sakit yang parah yang disertai oleh gagal ginjal. Risiko kematian sangat tinggi pada orang yang mengalami gagal ginjal.

Dampak Infeksi Hepatitis B

Dampak Infeksi Hepatitis B

3. Pembawa hepatitis B tanpa gejala

Asimtomatik sekitar 10% orang dewas yang terinfeksi virus hepatitis B tidak sanggup membersihkan virus dari dalam tubuh mereka. Proporsi anak-anak yang gagal membersihkan virus lebiih tinggi lagi. Dari mereka yang tidak membersihkan virus, sekitar 90% orang terus menunjukkan adnaya virus dalam darah mereka. Walaupun virus itu ada dalam darah, tidak tampak adanya gejala apapun dan karenanya orang yang demikian disebut pembawa tanpa gejala (asymptomatic carrier). Pembawa tanpa gejala tidak diperbolehkan mendonorkan darah. Namun mereka berada dalam risiko yang sangat rendah untuk menularkan penyakit ini kepada orang lain.

Sangat dianjurkan agar orang-orang yang mengalami kontak yang dekat dengan atau memiliki relasi seksual dnegan seorang pembawa tanpa gejala, menerima imunisasi aktif guna memastikan perlindungan penuh terhadap virus ini. Kondom harus digunakan oleh orang dalam semua kontak seksual baik yang tidak dilindungi oleh vaksinasi ataupun yang statuts kekebalannya tidak diketahui.

Sekitar 10% orang yang gagal membersihkan virus dari tubuh mereka memiliki sejumlah besar virus yang berkembang biak dan bertumbuh dengan sangat cepat. Beberapa tes darah yang spesifik dapat mendeteksi virus ini. Orang yang memiliki sejumlah besar virus mengalami sakit yang parah dan terkena hepatitis aktif kornis. Ini mungkin berkembang menjadi sirosis hati atau kadang kali, bahkan kanker hati. Sirosis hati adalah istilah yang digunakan untuk hati yang cedera dan terluka secara permanen. Jaringan parut yang terbentuk pada hati mempengaruhi sturktur hati dan menghambat aliran darah yang melaluinya. Perubahan struktur normal hati ini akan mempengaruhi semua fungsinya.

Hepatitis aktif kronis berkembang pada 90-95% bayi baru lahir yang teirnfeksi dan sekitar 30% anak-anak yang terinfeksi. Sekitar 1-10% orang dewasa yang terinfeksi kemungkinan besar terkena hepatitis kronis aktif. Risikonya kini semakin umum pada orang dewasa yang memiiliki mekanisme pertahanan alami yang lemah karena masalah kesehatan lain, sepeerit kanker darah, gagal ginjal, mereka yang pernah menerima transplantasi organ, kaum homoseksual, orang yang menderita AIDS, dan orang yang menerima obat-obatan seperti steroid.

4. Kanker hati

Dampak Infeksi Hepatitis B kronis akibat infeksi hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati. Ini terjadi lebih umum pada orang Asia dan orang yang terkena infeksi sewaktu bayi atau kanak-kanak. Risiko kanker hati meningkat pada perokok dan pengonsumsi alkohol.

Faktor Resiko Hepatitis C

Faktor resiko seseorang bisa mengalami penyakit hepatitis kronik adalah ;

  1. Hubungan seksual yang dilakukan tanpa menggunakan pengaman atau kondom dan melakukannya dengan beberapa pasangan.
  2. Melakukan hubungan sesual dengan seseorang yang mengalami infeksi penyakit hepatitis B
  3. Berbagi jarum suntik saat sedang mengonsumsi narkotika jenis intravena.
  4. Berbagi pada peralatan makan serta minum
  5. Menerima hemodialisis untuk stadium akhir pada penyakit ginjal.
  6. Perjalanan ke daerah yang tingkat resiko penyakit hepatitis B-nya sangat tinggi misalnya adalah ke negara Afria, Afrika Tengah dan juga Asia Tenggara serta Eropa Timur.

Biasanya dokter akan menganjurkan penderita penyakit hepatitis B yang mempunyai resiko untuk menularkan untuk melakukan perjalanan pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah ini dilakukan meliputi HbsAg atau antigen hepatitis b, anti-HBs sebagai penanda antibodi pada hepatitis B, dan anti-HBc. Anda bisa melakukan konsultasi langsung dengan dokter Anda mengenai hasil dari tes darah yang Anda lakukan dan kemudian mengkonfirmasi diagnosa,

Jika Anda menderita penyakit hepatitis B yang sifatnya adalah penyakit ini berumur pendek dan bisa hilang dengan sendirinya kemungkinan Anda tidak membutuhkan pengobatan. Dan sebaliknya jika Anda mengalami beberapa gejala alami disaat tubuh sedang melawan infeksi yang terjadi, dokter biasanya akan menganjurkan untuk melakukan tindak lanjut pada tes darah untuk bisa memastikan virus ini sudah meninggalkan tubuh Anda.

Pengobatan Hepatitis C

Pengobatan pada penyakit hepatitis B kronik adalah ;

  1. Penggunaan obat jenis antivirus
  2. Dan transplantasi hati.

Jika Anda ingin melakukan perjalanan, maka sebaiknya adalah menayakan terlebih dahulu mengenai vaksin hepatitis B sebelum Anda melakukan perjalanan.

Dampak Infeksi Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Virus Penyakit Hepatitis B

Virus Penyakit Hepatitis B – Berdasarkan penyebabnya, hepatitis dibedakan menjadi dua kelompok yaitu hepatitis virus dan hepatiti nonn virus. Hepatitis virus merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus. Sejauh ini ada tujuh tipe virus yang sudh diketahui dapat menginfeksi sel-sel hati yaitu virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC) dan jenis virus hepatitis lainnya.

Virus Penyakit Hepatitis B

Virus Penyakit Hepatitis B

Infeksi hepatitis B virus (HBV) merupakan masalah dunia karena virus ini menyebar ke seluruh penjuru dunia. Saat ini ada sekitar 2 milyar orang yang terinfeksi virus hepatitis B. Dari jumlah tersebut, sebanyak 360 juta di antaranya menderita hepatitis kronis, dan 470.000-520.000 menigggal akibat sirosis hati atau kanker hati. Karena demikian erat hubungan antara infeksi HBV dan kejadian kanker hati, virus hepatitis B dikategorikan sebagai carsinogen (merangsang sel hati menjadi sel ganas).

 Penyakit Hepatitis B

Virus hepatitis B pertama kali ditemukan oleh Blumberg dkk. Pada tahun 1965 untuk mengetahui keadaan klinis pasien yang terserang infeksi hepatitis B, kita perlu mengenal bagian demi bagian komponen virus hepatitis B tersebut.

Virus hepatitis B terdiri atas :

1. Bagian luar diberi nama HBsAg (hepatitis B surface antigen)
2. Bagian tengah diberi nama HBeAg (hepatitis B e antigen)

Apabila seseorang tertular virus hepatitis B, maka keluhannya baru muncul (masa inkubasi) 2-3 bulan kemudian. Untuk memastikan adanya hepatitis, perlu periksa darah untuk melihat peningkatan kadar GOT dan GPT (secara sederhanaan peningkatan kedua enzim tersebut dinamakan hepatitis).

Untuk memastikan bahwa penyebab hepatitis adalah virus hepatitis B, maka perlu periksa HBsAg. Bila hasilnya positif, orang tersebut menderita hepatitis B. Apabila HBsAg masih positif dalam kurun > 6 bulan sejak infeksi akut, maka dikatakan orang tersebut menderita hepatitis B kronis. Hepatitis B kronis sendiri dapat berupa dua bentuk penampilan, yaitu hepatitis B carrier inaktif atau hepatitis B aktif.

Seseorang yang menderita hepatitis B carrier, pada umumnya berpenampilan biasa alias sehat-sehat saja. Namun demikian, individu tersebut dapat menularkan penyakitnya pada orang lain. Walaupun kemungkinannya kecil, hepatitis B carrier dapat berubah karakternya menjadi bentuk hepatitis B aktif. Sementara individu yang terserang hepatitis B kronis aktif, dalam perjalanan ke depan penyakitya berisiko menjadi sirosis hati atau kanker hati.

Pemeriksaan Penyakit Hepatitis B

Berbagai ragam bentuk perjalanan klinis infeksi hepatitis yaitu bisa berupa hepatitis akut, sembuh atau berlanjut menjadi hepatitis B carrier inaktif, hepatitis kronis inaktif, atau berlanjut menjadi kanker hati atau sirosis hati. Untuk memastikan adanya infeksi VHB dan sejauh mana bentuk klinis infeksi hepatitis tersebut, diperlukan beberapa pemeriksaan berikut :

1. Wawancara dan pemeriksaan fisik

Hepatitis B secara awam lazim disebut sebagai penyakit kuning, tidak selalu menampakkan warna kuning di matanya (konjungtiva). Pada penyakti hepatitis B, mata kuning dijumpai pada sepertiga kasus. Untuk lebih mengarah pada diagnosis hepatitis B, perlu digali mengenai riwayat transfusi darah, hemodialisis, apakah ibu dan anak pernah menderita hepatitis B dan juga mempertanyakan kebiasaan-kebiasaan seperti hubungan seks bebas dan pemakaian narkoba suntik sebelumnya. Didukung dengan pemeriksan fisik yang teliti untuk melihat kemungkinan tanda klinis, sepeti mata kuning, penemuan adanya pemebsaran hati, pembengkakan perut dan kaki, dsb.

2. Pemeriksaan fungsi hati

Organ hati mengemban berbagai macam tugas, seperti fungsi sintesis, ekskresi, detoksifikasi dan penyimpan cadangan energi. Gangguan organ hati entah disebabkan oleh penyakit apapun termasuk infeksi hepatitis B dengan sendirinya akan mempengaruh fungsi hati.

3. Pemeriksaan Serologi

Tidak semua pemeriksaan serologi mutlak diterapkan pada seseorang yang dicurigai menderita hepatitis B. Manfaat pemeriksaan ini adalah untuk mendiagnosis adanya infeksi VHB dan memastikan sejauh manan infeksi VHB berada pada keadaan infeksi akut, kronis atau telah sembuh. Berikut jenis pemeriksaan serologi pada infeksi VHB.

  • Pemeriksaan HBsAg. Pemeriksaan ini memastikan apakah seseorang menderita hepatitis B atau tidak. Hasil pemeriksaan hepatitis B positif memastikan bahwa seseorang menderita infeksi VHB. Peneriksaan HBsAg positif yang menetap lebih dari 6 bulan disebut sebgai infeksi VHB kronis.
  • Anti HBs. Meningkatnya kadar anti HBs memperlihatkan bahwa seseorang memiliki kekebalan alami atau pernah mendapatkan vaksinasi hepatitis B. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan bersama-sama dengan HBsAg ketika seseorang perlu atau tidak mendapatkan vaksin hepatitis B. Seseorang dengan hasil HBsAg negatif dan tidak ada kadar HBs (atau titer kurang dari 10 UI/ml), memberikan arti bahwa orang tersebut tidak sedang menderita infeksi VHB dan tidak memiliki perlindungan terhadap VHB sehingga ia perlu mendapatkan vaksin hepatitis B. Namun, bila seseorang telah memiliki kadar anti HBs tinggi, lebih dari 100 UI/ml, ia tidak perlu mendapatkan vaksinasi hepatitis B.

Untuk melakukan pencegahan pada penyakit hepatitis B salah satu hal yang bisa dilakukan adalah sebaiknya Anda berhenti menggunakan jenis obat-obatan yang terlarang. Jika Anda menggunakan obat-obatan terlarang jenis narkotika sebaiknya hentikanlah. Jika Anda masih belum bisa berhenti, maka disaat Anda menggunakan obat-obatan jenis intravena jangan pernah berbagi jarum suntik bersama dengan orang lain. Selain itu juga, Anda harus lebih berhati-hati dalam body piercing atau juga tato. Anda harus memilih toko yang aman dan juga steril alat piercing dan suntik tatonya. Ajukan pertanyaan lebih dulu bagaimana cara alat tersebut dibersihkan. Dan pastikan bahwa karyawan menggunakan jarum yang sudah disterilkan.

Virus Penyakit Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Vaksin Penyakit Hepatitis B – Macam vaksin demikian diperoleh melalui proses rekayasa genetik, misalnya vaksin hepatitis B, vaksin tifoid dan rotavirus. Vaksin hepatitis B dihasilkan dengan cara memasukkan suatu segmen gen virus hepatitis B ke dalam gen sel ragi. Sel ragi yang telah diubah ini kemudian menghasilkan antigen permukaan hepatitis B murni.

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Virus-like particle vaccina atau vaksin yang dibuat dari partikel yang mirip dengan virus, contohnya adalah vaksin Human papilloma virus (HPV) tipe 16 untuk mencegah kanker leher rahim. Antigen diperoleh melalui protein virus HPV yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan struktur yang mirip dengan seluruh struktur HPV (atau dikenal sebagai pseudo-particles of HPV tipe 16).

Imunisasi Vaksin Penyakit Hepatitis B  merupakan imunisasi yang digunakan untk mencegah terjadinya penyakti hepatitis. Kandungan vaksin ini adalah HBsAg dalam bentuk cair. Frekuensi pemberian imunisasi hepatitis sebanyak 3 kali dan pengutanya dapat diberikan pada usia 6 tahun. Waktu pemberian imunisasi hepatitis B ini diberikan melalui intramuskular. Angka kejadian hepatitis B pada anak balita juga sangat tinggi dalam mempengaruhi angka kesakitan dan kematian balita.

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Vaksin Penyakit Hepatitis B aktif dilakukan dengan cara pemberian suntikan dasar sebanyak tiga kali dalam jarak waktu satu bulan antara suntikan satu dan dua, lima bulan antara suntikan dua dan tiga. Imunisasi ulang diberikan setelah lima tahun pasca imunisasi dasar. Cara pemberian imunisasi dasar tersebut dapat berbeda, tergantung dari rekomendasi pabrik pembuat vaksin hepatitis B mana yang akan dipergunakan. Misalnya imunisasi dasar vaksin hepatitis B buatan Pasteur, Perancis berbeda dengan jadwal vaksinasi buatan.

Khusus bayi yang lahur dari seorang ibu pengidap virus hepatitis B, harus diberikan imunisasi pasif dengan imunoglobulin anti hepatitis B dalam waktu sebelum berusia 24 jam. Berikutnya bayi tersebut harus pula mendapat imunisasi aktif 24 jam setelah lahir dengan penyuntikkan vaksin hepatitis B dengan pemberian yang sama seperti biasa.

Daya proteksi Vaksin Penyakit Hepatitis B cukup tinggi yaitu berkisar antara 94-96%. Vaksinasi hepatitis B dapat diberikan pada ibu hamil dengan aman dan tidak akan membahayakan janin. Bahkan memberikan perlindungan kepada janin selama dalam kandungan ibu maupun kepada bayi selama beberapa bulan setelah lahir.

Vaksin hepatitis B plasma diproduksi dari plasma pengidap HBsAg dengan lititer tinggi. HBsAg dimurnikan dengan cara ultrasentrifungsi. Selanjutnya diberikan perlakuan untuk menghilangkan sisa-sisa bahan hidup yang mungkin masih tertinggal dengan pemberian enzim proteolitik, perlaukan dengan urea dan terakhir dengan pemberian formaldehid. Dengan plasma tersebut secara teoritik semua bahan hidup (virus) akan mati.

Pengobatan Penyakit Hepatitis B

Tujuan yang paling utama dari terapi pengobatan penyakit hepatitis B pada orang dewasa adalah untuk bisa mencapai supresi dari DNA virus. Dan dari jenis terapi yang biasanya diberikan bsia berupa immunodulator dalam bentuk interferon alfa, maupun juga analog dari nukleosida misalnya adalah seperti lamivudin, entecavir, telbivudin, adefovir, tenovovir.

Pada penyakit hepatitis B, komplikasi yang terjadi dari penyakit hepatitis B adalah infeksi virus hepatitis B pada orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang intak yang bisa mengakibatkan dari terjadinya infeksi akut dan dengan 1-5% pada kasus hepatitis B yang bisa menjadi kronik. Dan sebaliknya95% kasus neonatus yang terjadi biasanya akan berubah menjadi penyakit hepatitis B kroni. Pada orang dewasa, kegagalan hati fulminan akibat dari penyakit hepatitis B yang akut yang terjadi kurang dari 1% kasus. Dan survibal spontan yang terjadi pada gagal hati akut akibat dari penyakit hepatitis B adalah sebesar 20%. Infeksi dari penyakit hepatitis B yang disebut sebagai kronik jika mengalami HbsAg dalam suatu serum positif yang lebih dari sekitar 6 bulan. Dan sekitar ¼-1/3 pasien dengan kasus infeksi penyakit hepatitis B kronik yang akan mengalami penyakit hati yang sifatnya progresif. Infeksi yang terjadi pada bayi sekitar 90% yang biasanya cenderung berubah menjadi penyakit hepatitis kronik, sedangkan infeksi yang terjadi pada anak usia 1-5 tahun dengan kasus sebesar 30-50% yang akan berubah menjadi lebih kronik. Penyakit hepatitis B kronik yang bisa menjadi sirosis hati dan juga penyakit hepatoma. Kasus ini terjadi sekitar 25
% pasien dengan kasus meninggal akibat dari penyakit hepatitis atau hepatoma.

Pencegahan yang terjadi dari penyakit infeksi virus hepatitis B yang bisa dilakukan adalah lewat non-imunisasi dan juga imunisasi. Pencegahan dalam bentuk non imunisasi bisa dilakukan dengan cara, seperti menghindari kontak dengan darah atau juga cairan tubuh pasien yang lain yang sudah terinfeksi dengan penyakit hepatitis B. Sebaiknya jangan menggunakan jaruk suntik atau alat kedokteran yang tidak steril, hindarilah hubungan seksual yang tidak aman tanpa menggunakan kondom, serta melakukan pencegahan yang lainnya. Imunisasi dari penyakit hepatitis B yang biasanya terdiri dari 2 bentuk, imunisasi yang pasif dan juga imunisasi yang aktif.

Vaksin penyakit hepatitis B adalah vaksin yang termasuk aman. Biasanya tidak akan menimbulkan suatu efek seperti nyeri pada tempat injeksi, demam, rekasi anafilaksis, dan juga Sindrom Guillan-Barre. Reaksi dari penyakit alergi dari terjadinya suatu komponen vaksin yang termasuk ke dalam thimerosal yang merupakan salah satu bentuk kontraindikasi dalam pemberian vaksin.

Itulah informasi mengenai penyakit hati hepatitis B dan vaksin penyakit hepatitis B. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis B Kronik

Penyakit Hepatitis B Kronik – Bila proses eliminasi virus berlangsung efisien, infeksi VHB dapat diakhiri; sedangkan bila proses tersebut kurang efisien, akan terjadi infeksi VHB menetap. Proses eliminasi VHB oleh respons imun yang tidak efisien dapat disebabkan oleh faktor viral ataupun faktor inang.

Penyakit Hepatitis B Kronik

Penyakit Hepatitis B Kronik

Penyakit Hepatitis B Kronik

Faktor viral antara lain :

  • Terjadinya imnuotoleransi terhadap produk VHB
  • Hambatan terhadap CTL yang berfungsi melakukan lisis sel-lse terinfeksi
  • Tejradimya mutan VHB yang tidak memproduksi HBeAg
  • Intergrasi genom VHB dalam genom sel hati

Faktor inang antara lain :

  • Faktor genetik
  • Kurangnya produksi IFN
  • Adanya antobodi terhadp antigen nukleokapsid
  • Kelainan fungsi limfosi
  • Respons antiidiotipe
  • Faktor kelamin atau hormonal

Salah satu contoh peran imunitoleransi terhadap produk VHB dalam menimbulkan persistensi VHB adalah mekanisme persistensi infeksi VHB pada neonatus yang dilahirkan oleh ibu HBsAg dan HBeAg yang masuk ke dalam tubuh janin sebelum invasi HVB, sedangkan persistensi pada usia dewasa diduga disebabkan oleh kelelahan sel T karena tingginya kadar partikel virus.

90% indivdu yang mendapat infeksi sejak lahir akan tetap HBsAg positif sepanjang hidupnya dan menderita hepatitis B kronik. Sementara itu, hanya 5% individu dewasa yang mendapat infeksi yang akan mengalami persistensi infeksi. Persistensi VHB menimbulkan dan respons imun tubuh. Interaksi antara VHB dengan repson imun tubuh (terhadap VHB) sangat besar perannya dalam menentukan derajat keparahan hepatitis.

Dulu perjalanan penyakit hepatitis B kronik dibagi menjadi 3 fase penting yaitu fase imunotoleransi, fase imunoaktif atau fase immun clearance dan fase inactive carrier atau fase residual. Sekarang menurut pengertian yang terbaru ada 4 fase penting dalam perjalanan penyakit hepatitis B kronik, yaitu fase imunotoleransi, fase imunoaktif, atau fase immun clearance dan fase inactive carrier atau fase residual ditambah satu fase lagi yaitu fase reaktivasi.

Fase Penyakit Hepatitis B

Fase Penyakit hepatitis B kronik HBeAg positif dan fase reaktivasi dinakan juga fase hepatitis kronik HBeAg negatif. Pada sekitar 20-30% penderita hepatitis B kronik dalam fase residual dapat mengalami reaktivasi dan menyebabkan kekambuhan.

Dalam fase residual, replikasi VHB sudah mencapai titik minimal dan peneliatian menunjukkan bahwa angka harapan hidup pada penderita dengan anti HBe positif lebih tinggi dibandingkan dengan penderita HBeAg positif. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hepatitis B menjadi tenang, justru risiko untuk terjadi karsinoma hepatoselular (KHS) mungkin justru meningkat.

Perbedaan antara penyakit hepatitis B dan penyakit hepatitis akut adalah jika penyakit hepatitis B akut merupakan penyakit hepatitis yang terjadi dengan singkat, namun untuk penyakit hepatitis B kronik merupakan penyakit hepatitis yang tahan lebih lama. Pada infeksi penyakit hepatitis B akut biasanya akan berlangsung kurang dari 6 bulan. Dan jika penyakit hepatitis B ini sifatnya akut, maka sistem kekebalan tubuh akan bisa membersihkan virus dari dalam tubuh dan Anda sudah harus bisa sembuh dalam waktu beberapa bulan.

Dan kebanyakan dari orang dewasa yang menderita penyakit hepatitis biasanya akan mengalami infeksi akut. Infeksi pada penyakit hepatitis B yang kronik biasanya akan berlangsung selama kurang lebih akan terjadi selama enam bulan atau juga bahkan lebih. Disaat sistem kekebalan tubuh seseorang tidak bisa melawan virus, infeksi dari penyakit hepatitis B biasanya akan menetap menjadi seumur hidup dan bahkan mungkin juga akan menimbulkan penyakit yang lebih serius lagi misalnya adalah seperti penyakit sirosis hati dan penyakit kanker hati. Kebanyakan dari bayi yang mengalami infeksi pada penyakit infeksi hepatitis B saat lahir dan ada juga anak usia antara 1-5 tahun yang mengalami infeksi kronik. Ifeksi kronik yang terjadi nmungkin tidak akan terdeteksi selama beberapa dekade sampai pada akhirnya mereka mengalami sakit yang parah.

Komplikasi yang terjadi pada penyakit hepatitis B kronik adalah :

  1. Munculnya jaringan parut pada hati atau mengalami penyakit sirosis hati. Infeksi pada penyakit hepatitis B yang bisa mengakibatkan terjadinya peradangan yang pada akhirnya akan menimbulkan jaringan parut yang lebih luas dimulai dari hati. Jaringan parut yang terletak dihati akan membuat kemampuan hati dalam berfungsi bisa terganggu.
  2. Penyakit kanker hati. Orang yang mengalami infeksi penyakit hepatitis B kronik biasanya akan mempunyai suatu peningkatan dalam resiko mengalami penyakit kanker hati.
  3. Gagal hati. Kegagalan hati yang sifatnya akut adalah suatu kondisi dimana ada beberapa fungsi-fungsi vital dari mulai hati ditutup. Disaat itu terjadi, biasanya pengobatan yang perlu dilakukan adalah dengan transplantasi hati untuk bisa mempertahankan kehidupan.
  4. Infeksi penyakit hepatitis D. Siapa saja yang terinfeksi oleh penyakit hepatitis B kroni juga akan rentan untuk mengalami infeksi pada strain virus hepatitis lain misalnya adalah hepatitis D. Anda tidak bisa terinfeksi penyakit hepatitis D terkecuali jika pernah mengalami penyakit hepatitis B. Dan setelah penyakit hepatitis B dan juga penyakit hepatitis D yang akan membuat resiko kemungkinan dari terjadinya penyakit ini dan bisa mengembangkan penyakit hepatitis.
  5. Sakit ginjal. Infeksi yang terjadi pada penyakit hepatitis B biasanya akan menimbulkan suatu masalah sakit ginjal yang pada akhirnya bisa mengakibatkan penyakit gagal ginjal. Anak-anak yang mempunyai resiko lebih cepat pulih dan sehat dari sakit ginjal dibandingkan oleh orang dewasa yang bisa mengalami suatu kemungkinan penyakit ginjal.

Penyakit Hepatitis B Kronik

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B surface antigen (HbsAg) merupakan petanda infeksi VHB yang dapat dideteksi 2 minggu-2 bulan sebelum ada gejala klinik. Umumnya HBsAg ini bertahan selama 2-3 bulan dan sifatnya menular. Bila HBsAg positif menandakan adanya infeksi VHB akatif, akut atau kronik. Adanya HBsAg dalam darah diikuti dengan peningkatkan aktifitas SGPT kemudian SGOT. Penurunan aktifitas enzim ini diikuti dengan penurunan titer HBsAg. Selain HBsAg juga dapat dijumpai DNA polimerase.

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Akhir-akhir ini dikembangkan pemeriksaan HBsAg secara kuantitatif yang dipergunakan untuk Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B monitoring pasien dengan hepatitis B kronik dalam pengobatan maupun tanpa pengobatan. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi carrier in aktif dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

Infeksi dengan virus penyakit hepatitis B umumnya akan menimbulkan HbeAg dan anti-HBe. HbeAg terdeteksi setelah timbul HBsAg. Titer HBsAg dan HBeAg meningkat tajam pada saat infeksi akut yang menunjukkan replikasi virus. Serokonversi HBeAg menjadi anti-HBe merupakan petanda infeksi teratasi dan menunjukkan daya infeksi yang berkurang. HBeAg dapat dijumpai bersamaan dengan HBsAg dan biasanya disertai dengan DNA VHB dan DNA polimerase.

Anti HBc

Pasca infeksi virus hepatitis B, didapatkan antiHbc merupakan antibodi terhadap antigen core yang terdapat pada sel hati. Dikenal 2 macam antuHBc yaitu anti HBc IgM dan anti Hbc total. Wwaktu antara hilangnya HBsAg dengan terbentuknya antiHBs disebut window period ( perode jendela). Window period ini bisa terjadi beberapa minggu, bulan atau tahun dan pada keadaan ini anti-HBc IgM positif. Unutk mengetahui adanya infeksivirus hepatitis B bila HBsAg dan anti-HBs negatif, perlu dilakuakn pemeriksaan anti HBc IgM unutk mamstikan apakh individu tersebut telah terpapar VHB.

Pada pasien tidak mempunyai informasi bahwa dia terpapar VHB dapat diketahui dengan memeriksa anti-HBc total, bila positif berarti terdapat 2 kemungkinan yaitu penderita dalam keadaan infeksi aktif atau imun/sembuh.

Anti HBs

Anti HBs adalah antibodi golongan IgG terhadap HBsAg yang timbul setelah terpapar virus hepatitis B atau setelah vaksinasi hepatitits B yang bersifat protektif. Antibodi yang timbul terhadap determinat a dari VHB adalah subtipe d, y, w1-w4, r dan q. Pada pasien yang mendapatkan vaksinasi hepatitis perlu permeriksaan anti HBs untuk mengetahui keberhasilan vaksinasi (kekebalan). Pada vaksinasi bila kadar anti-HBs < 20 mIU/ml dianggap non reaktif sedangkan kadar anti-HBs > 10mIU/ml dianggap reaktif.

Pemeriksan DNA Virus Hepatitis B

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B dilakukan dengan metoda molekuler yaitu metode PCR. Hasil pemeriksaan dapat dilaporkan secara kuantitatif maupun kualitatif.

Dikenal 2 macam cara pencegahan yaitu dengan hepatits B immune globulin (HBIG) dan hepatitis B vaksin. Penggunaan HBIG adalah pencegahan pasif untuk sementara waktu, sedangkan penggunaan vaksin hepatitis B untuk mencegah infeksi VHB secara aktif dan mendapatkan imunitas dalam jangka waktu yang lama. Hubungi dokter anda untuk pencegahan infeksi VHB.

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B

  • Tidak menjadi donor darah, organ atau sperma.
  • Tidak memakai sikat gigi atau alat cukur bersama
  • Pasangan seksual dianjurkan vaksinasi
  • Menggunakan kondom bila pasangan tidak divaksinasi
  • Membersihkan tetesan darah dengan menggunakan larutan hipoklorit

Bagaimana pencegahan infeksi VHB ?

  • Memeriksa HBsAg untuk darah dan produk darah yang ditransfusikan
  • Memusnahkan semua jarum habis pakai
  • Menjalankan universal precautions seperti penggunaan alat yang steril, menggunakan sarung tangan dan penutup mata serta wajah untuk menghindari terpaparnya VHB pada waktu melakukan sentrifugasi di dalam laboratorium
  • Melakukan vaksinasi hepatitis B

Mencegah Penyakit Hepatitis B

Cara yang bisa dilakukan dalam mengurangi resiko tertular penyakit hepatitis B adalah dengan melakukan beberapa hal dibawah ini :

  1. Anda harus mengetahui status dari penyakit hati hepatitis B pada setiap pasangan seksual Anda. Sebaiknya tidak terlibat dalam melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman atau kondom keciali jika Anda sudah benar-benar meyakini bahwa pasangan Anda tidak terinfeksi penyakit hepatitis B atau juga penyakit menular seksual yang lain.
  2. Menggunakan kondom berbahan dasar lateks atau poliuretan yang baru disaat Anda akan melakukan hubungan seksual. Jika Anda tidak mengetahui status dari kesehatan pasangan Anda, maka sebaiknya gunakanlah kondom yang berbahan dasar lateks setiap kali Anda akan melakukan kontak seksual dengan pasangan. Ingatlah walaupun kondom bisa membantu mengurangi resiko penyakit hepatitis B namun mereka tidak akan bisa menghilangkan resiko yang terjadi semuanya.
  3. Jangan menggunakan obat-obatan narkotika apalagi jenis intravena atau yang disuntikkan.
  4. Jika Anda melakukan body piercing atau juga tato sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu mengenai jarum suntik yang hendak digunakan apakah aman atau tidak, apakah steril atau tidak.
  5. Melakukan vaksin sebelum bepergian ke negara atau ke tempat yang resiko penyakit hepatitisnya tinggi. Misalnya adalah tempat pedalaman yang masyarakatnya menderita penyakit hepatitis dengan kasus yang tinggi dan jika Anda pergi ke negara berkembang dengan kasus hepatitis tinggi.
  6. Mengonsumsi jenis makanan yang tidak mengandung lemak tinggi, konsumsilah jenis makanan yang mengandung buah dan juga sayuran yang mengandung vitamin, mineral dan juga mengandung serat tinggi untuk mengembalikan fungsi jantung menjadi lebih sehat lagi.

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Penularan Hepatitis B

Cara Penularan Hepatitis B – Infeksi penyakit hepatitis B kornik sedikitnya diderita oleh 300 juta orang di seluruh dunia. Di Eropa dan Amerika 15-25% penderita hepatitis B kronik akan meninggal karena proses hati atau kanker hati primer. Penelitian yang dilakukan di Taiwan pada 3.654 pria Cina yang HBsAg positif bahkan mendapatkan angka yang lebih besar, yaitu antara 40-50%.

Cara Penularan Hepatitis B

Cara Penularan Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Cara Penularan Hepatitis B bahkan bahaya tingkat penularannya 100 kali lebih cepat dibanding dengan virus HIV. Ada 2 golongan cara penularan infeksi VHB, yaitu penularan horinzontal dan penularan vertikal. Cara penularan horizontal terjadi dari seorang pengidap infeksi VHB kepada individu yang masih rentan di sekelilinginya. Penularan horinzontal dapat terjadi melalui kulit atau melalui selaput lendir, sedangkan penularan vertikal terjadi dari seorang pengidap yang hamil kepada bayi yang dilahirkannya.

1. Cara Penularan Hepatitis B melalui kulit

Penularan ini terjadi jika bahan yang mengandung partikel virus hepatitis B (HBsAg) masuk ke dalam kulit. Contohnya, kasus penularan terjadi akibat transfusi darah yang mengandung HBsAg positif, hemodialisis (cuci darah) pada penderita gagal ginjal kronik, serta melalui alat suntik yang tidak steril, seperti penggunaan jarum suntik bekas, jarum akupuntur yang tidak steril, alat tato, alat cukur dan yang saat ini merupakan cara penularan terbanyak adalah melalui penyuntikan narkoba secara bergantian.

Virus hepatitis B tidak bisa menembus pori-pori kulit, tetapi dapat masuk melalu kulit yang terluka dan mengalami kelainan dermatologik.

2. Cara Penularan Hepatitis B melalui selaput lendir

Penularan dapat terjadi melalui mulut (peroral) yaitu jika bahan yang mengandung virus mengenai selaput lendir mulut yang terluka, misalnya karena peradangan mulut atau sesudah mencabut gigi dan bisa juga melalui ciuman. Selain itu, penularan virus hepatitis B dapat melalui selaput lendir alat kelamin (seksual) akibat berhubungan seksual dengan pasangan yang mengandung HBsAg positif yang bersifat infeksius, baik dengan pasangan heteroseksual maupun homoseksual.

3. Cara Penularan Hepatitis B vertika (penularan perinatal)

Merupakan penularan VHB dari ibu yang menderita hepatiti B akut atau pengidap hepatitis B kronis kepada bayinya pada saat dalam kandungan (masa kehamilan) atau sewaktu persalinan. Jika infeksi hepatitis akut terjadi pada masa kelamilan trisemester pertama dan kedua, umumnya penularan jarang terjadi. Namun, jika hepatitis akut terjadi pada masa kehamilan trisemester ketiga maka penularan lebih sering terjadi. Penularan dari ibu pengidap hepatitis B kornis kepada bayinya mengidap hepatitis B kronis. bayi yang terinfeksi tersebut mungki menderita hepatitis akut atau lebih sering terjadi adalah akan berkembang menjadi infeksi yang menetap dan menjadi kronik.

Pengobatan Penyakit Hepatitis B

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit hepatitis B adalah dengan menggunakan interferon. Interferon (IFN) adalah salah satu unsur di dalam sistem kekebalan tubuh yang alami yang bisa membentuk daya antivirus, antipoliferatif, dan juga immunodulasi yang biasanya akan terbentuk dari rangsangan pada virus atau juga pada jenis mitogen yang lainnya. Dalam kasus penyakit hepatitis virus yang akut biasanya akan terjadi suatu peningkatan pada interferon, namun hal ini tidak akan terjadi untuk penyakit hepatitis fulminan akut dan juga penyakit hepatitis kronik khususnya adalah untuk penyakit hepatitis B.

Terapi menggunakan interferon untuk penyakit hepatitis B ini mempunyai tujuan unutk membantu menghambat replikasi dari virus hepatitis B, dengan menghambat nekrosis dan juga dalam mencegah terjadinya transformasi maligna yang ada di dalam sel hati. IFN ini diberikan dengan suatu indikasi yang paling utama adalah HbeAg dan juga HBV-DNA yang positif dan juga adanya penyakit hepatitis kronik aktif. Respon yang terjadi pada IFN bisa dalam bentuk respon yang sementara, respon yang tidak lemgkap dan juga respon yang lengkap.

IFN akan berkerja lebih efektif jika digunakan dengan dosis 510 MU/kali 3 kali dalam seminggu dan paling tidak sedikitnya bisa diberikan selama kurang lebih 3 bulan. Keberhasilan dari terapi Interferon ini terhadi sekitar pada 1/3 kasus penyakit hepatitis B kronik. Hasil yang paling baik adalah jika terapi IFN ini diberikan sedini mungkin, yakni pada fase replikasi aktif dari virus B. IFN lebih efektif lagi jika diberikan pada pengidap yang mengalami infeksi di usia dewasa dibandingkan pada usia anak-anak.

Faktor lainnya yang juga turut berperan dalam keberhasilan dari IFN adalah jenis kelamin, kadar transminase serum sebelum dan juga selama proses terapi sedang berlangsung, kadar dari HBV-DNA sebelum terapi dan adanya suatu antibodi pada kasus penyakit HIB dan HDV. Untuk membantu meningkatkan rangsangan dari terapi, maka Anda bisa melakukan kombinasi dari IFN dengana menggunakan anti virus misalnya adalah seperti ARA-A, ARA-AMP atau juga acyclovir. Penggunaan dari IFN jenis beta dan gama baik digunakan dengan tunggal, dan juga kombinasi dari keduanya atau dalam menggunakan steroid yang sedang dalam evaluasi.

Jika Anda menderita penyakit hati hepatitis B, maka Anda harus memberitahu kepada orang terdekat yang Anda percaya dan bisa memahami serta bisa mendukung Anda. Hal ini merupakan suatu hal yang sangat penting. Maka luangkanlah waktu Anda untuk bisa menceritakan kepada siapa mengenai apa yang Anda alami. Anda tidak perlu memberitahu ke semua orang yang Anda kenal bahwa Anda menderita penyakit hepatitis B, dan sebaiknya Anda melakukan pencegahan untuk menghindari penularan pada orang lain.

Cara Penularan Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment