Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual dari cairan sperma (sexual transmitted disease/STD), darah atau cairan tubuh lain. Penyakit ini dapat menimbulkan penyakit serius dan mengakibatkan kerusakan hati yang dapat berakhir dengan kematian atau kanker hati. Hepatitis B terdiri dari antigen permukaan (surface antigen) yang disebut dengan antigen Australia, karena antigen ini pertama kali dijumpai di Australia.

Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Masa inkubasi dari penyakit hepatitis B ini berkisar antara 45-180 hari dan lama masa inkubasi tergantung pada jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh dan cara penularan serta daya tahan pasien. Penyakit ini sering dijumpai pada 30-50% pada usia > 50 tahun dan 10% pada usia  < 50 tahun. Keluhan pada penyakit hepatitis B : mual tidak nafsu makan, lemas, muntah, nyeri pada otot dan sendi, demam, kencing berwarna cokelat tua dan kulit berwarna kuning. Kebanyakan kasus dengan infeksi hepatitis B akan sembuh dalam waktu 6 bulan dan mengalami kekebalan. Di mana 15-20% akan menjadi hepatitis kronik atau penyakit hati menahun yang kemudian menjadi sirosis hati dan berkembang menjadi kanker hati.

Virus hepatitis B (VHB) adalah virus DNA yang bentuknya kompleks, mempunyai 2 lapis partikel disebut partikel Dane, merupakan lapisan permukaan VHB yang disebut HbsAg dan lapisan dalam pada intinya didapatkan hepatitis B core antigen (HbcAg). Di dalam inti dari genome viral terdapat DNA yang sirkuler dan double stranded.

Pemeriksaan Hepatitis B

Dengan adanya pemeriksaan penyaring pada darah transfusi, infeksi Penyakit hepatitis B berkurang sekitar 0,3-0,9% pada pasien yang mendapatkan transfusi. Angka kejadian infeksi VHB tinggi pada : pasien yang mendapatkan tranfusi berulang atau komponen darah yang berasal dari donor multipel, pasien dengan hemodialisi, pecandu narkoba, luka tusuk dnegan jarun suntik atau alat kesehatan lain yang telah terkontaminasi, akunpuntur, tatto, pegawai medis, transmisi dari ibu ke bayi dan penggunaan pisau cukur bersama penderita hepatitis B.

Infeksi dengan virus penyakit hepatitis B dapat berupa sembuh spontan, infeksi subklinis sampai akut dan fatal pada hepatitis fulminan (ganas). Untuk menegakkan diagnosis VHB dapat digunakan parameter dibawah ini :

  • Hepatitis B surface antigen (HBsAg)
  • Hepatitis B e antigen (HBeAg)
  • Hepatitis B e antibodi (anti-HBe)
  • Hepatitis B core antibodi (anti-HBc) total
  • Hepatitis B core antibodi (anti-HBc IgM)
  • Hepatitis B antibodi (anti-HBs)

 Komplikasi Penyakit Hepatitis B

Komplikasi penyakit hepatitis B yang paling parah adalah kematian. Penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi akbat dari kegagalan fungsi hati. Dan ditambah juga dari suatu penelitian yang menunjukkan penyakit hepatitis B mempunyai resiko untuk terjadi penyakit kanker hati sebesar 200 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap penyakit hepatitis B.

Selain itu, beberapa faktor juga berperan aktif pada penyakit hepatitis B adalah :

  1. Adanya beberapa waktu atau episode yang spontan dari penyakit hepatitis B yang mengalami masalah eksaserbasi dan juga replikasi yang lebih menjurus pada arah dekompensasi dan juga progresivitas pada penyakit hati penderita yang sebelumnya sudah pernah mengalami penyakit hati ringan dan juga stabil.
  2. Bentuk yang ringan dari jenis penyakit hepatitis kronik persisten, dan sewaktu-waktu akan bisa berubah menjadi progresif kemudian hepatitis kronik yang aktif dan juga bisa berubah menjadi sirosis hati.
  3. Pada penyakit hepatitis B yang bisa bertindak sebagai reservoir atau sebagai sumber dari terjadinya infeksi pada daerah sekitar hati. Kortiosteroid yang tidak mampu melakukan pengobatan pada penyakit hepatitis B yang kronik, dan disamping itu juga dalam waktu yang lama akan menyebabkan replika dari penyakit hepatitis B serta mencegah kehilangan HbeAg yang ada di dalam serum si penderita.

Dalam melakukan pengobatan penyakit hepatitis B dengan menggunakan interferon  adalah untuk menekan dan juga untuk mengeliminasi virus hepatitis B dengan sekaligus dan menyeluruh serta bisa mengindusir kesembuhan dari penyakit hati dan terutama adalah penyakit hepatitis B kronik. Dibawah ini merupakan peranan dari interferin untuk pengobatan penyakit hepatitis B adalah :

  1. Membantu menghambat replikasi dari virus penyakit hepatitis B baik lewat efek yang langsung atau juga lewat dari stimulasi sistem kekebalan tubuh si penderita penyakit hati.
  2. Membantu menghentian atau juga menghambat nekrosis dari sel hati akibat dari terjadinya reaksi peradangan
  3. Mencegah terjadinya transformasi dari maligna sel-sel yang ada di dalam hati.

Indikasi dari pemakaian interferon adalah :

  1. Untuk penderita dengan kasus HbeAg dan HBV-DNA yang positif.
  2. Pada penderita penyakit hepatitis kronik aktif yang sudah dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan histopatologi.

Dan indikasi pemberian dari interferon ini bisa dipertimbangkan dengan pemberian interferon terhadap penyakit hepatitis fulminan yang akut, walaupun belum banyak penelitian yang menunjukkan dibidang ini.

Efek samping yang biasanya ditimbulkan dari pemakaian interferon pada penyakit hepatitis B adalah :

  1. Secara dini
    Efek umum : demam lebih dari 40 derjaat celcius, menggigil dan badan terasa dingin, sakit kepala, anoreksia, nausea, kelelahan yang maksimal dan nyeri otot serta insomnia susah tidur.
    Efek jarang terjadi : hiptensi, sianosis, kebingungan, dan perubahan yang terjadi pada EEG
  2. Lambat sekitar 2 minggu
    Efek umum : kelelahan, nyeri sendi, rasa kantuk, berat badan menurun, rambut rontok, masalah gangguan emosi, supresi pada sumsum tulang.
    Efek jarang terjadi : agitasi, depresi, nausea, penyakit diare, hidun tersumbat, sakit tenggorokan, sindrom nefrotik.

 Penyakit Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B Pada Anak

Penyakit hepatitis B pada anak – Hepatitis B yang bisa akut dan kronis dapat di alami siapa pun. dan bukan hanya hepatitis B saja yang dapat terjadi, tapi hepatitis a, c, d dan e pun ada. bagi orang yang menderita penyakit ginjal dan hati yang kronis lebih gampang terserang dan tindakannya adalah pemberian vaksin. Pencegahan yang paling tepat adalah dengan tidak menggunakan obat obatan terlarang dan jauhi penggunaan tato yang berhubungan alat suntik.penyakit hepatitis B adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus dan bisa menularkan pada siapa saja.

Penyakit Hepatitis B Pada Anak

Penyakit Hepatitis B Pada Anak

Penyakit ini sangat berbahaya sekali bila sudah ada yang mengalaminya. cara penularannya dapat melalui hubungan sexs dan jarum suntik. Oleh sebab itu, kalian jangan pernah melakukan hal hak yang bersifat negatif. Dalam mengobati penyakit hepatitis dapat menggunakan bahan alami atau obat dari dokter. Contoh ramuan alami yang di pakai tanaman sambiloto. mengolah tanaman ini sangat mudah dan gampang yang bisa kalian rebus tapi sebelumnya di lakukan pembersihan pada bahan yang di pakai. saring dan minum bila sudah matang.Konsumsilah dengan rutin dan teratur, agar penyakit yang di alami dapat cepat tersembuhkan.

Penyakit Hepatitis B Pada Anak

Di bawah ini adalah beberapa hal yang dapat di ketahui tentang gejala penyakit hepatitis. Dan gejala hepatitis B seperti :

  • Cepat merasakan lelah

Kelelahan memang kejadian yang sering terjadi pada siapa pun. dan penyebabnya itu sangat banyak sekali. ada yang di akibatkan oleh kegiatan yang cukup padat dan kurangnya istirahat. Terkadang ada orang yang merasakan lelah itu datang dengan sendirinya. Dan itu bagian dari gejala Penyakit Hepatitis B Pada Anak. cara menangani kejadian ini, bisa di lakukan dengan berbagai macam cara. salah satunya dengan tidur yang cukup yang dalam perharinya di lakukan sebanyak tujuh jam.

  • Nyeri tubuh

Ke nyerian pada tubuh dapat di sebabkan dengan berbagai macam faktor yang ada. dan masalah ini bisa di akibatkan oleh berbagai macam cara yang ada. gejala Penyakit Hepatitis B Pada Anak yang bisa mengalami kesakitan pada tubuh, akan menimbulkan sesuatu hal yang tidak di inginkan.

  • Kepala yang sakit

Sakit kepala ini bisa di obati dengan obat saja atau jika yang belum parah bisa melakukan istirahat. Muda dan tua pun bisa mengalaminya dan gejala Penyakit Hepatitis B Pada Anak bisa mengalami hal yang sudah di jelaskan di atas. sakit kepala bisa makin parah yang nantinya akan mengakibatkan vertigo. Sakit vertigo adalah penyakit yang sama menyerang di kepala tapi akan mengalami rasa sakit yang dahsyat dan pusing seperti memutar yang tingkatnya lebih tinggi, di bandingkan dengan sakit kepala biasa.

  • Kurangnya selera makan

Kehilangan nafsu makan akan membuat tubuh kehilangan banyak tenaga dan badan akan terlihat kurus. hal ini bisa di alami oleh siapa saja dan harus di tangani dengan baik. cepatlah meminum beras kencur yang bisa menambah nafsu makan. cara pembuatannya itu sangat mudah sekali yang tinggal di parut dan di peras rebus dan ingat berasnya juga harus di hancurkan. Atau lebih mudahnya tinggal beli di tukang jamu. gejala Penyakit Hepatitis B Pada Anak yang bisa juga mengalami hal ini. penyakit hepatitis yang di alaminya merupakan penyakit yang memiliki resiko sangat tinggi, jadi lebih berhati hati lagi akan hal ini.

  • Perut mual

Mual itu bisa di ibaratkan dengan masuk angin dan siapa pun bisa mengalaminya dari mulai anak anak hingga dewasa. mual adalah suatu penyakit yang terjadi pada bagian perut, di mana merasakan eneg dan ingin muntah. mengkonsumsi makanan dan minuman pun akan sulit di cerna. Untuk mengobati mual ini, kalian bisa mengkonsumsi air putih hangat. dan masalah tersebut bagian dari gejala Penyakit Hepatitis B Pada Anak. bila mengalami kemualan dalam jangka waktu panjang dan tidak sembuh perlu di tanyakan dan bawalah ke dokter, agar pengobatan dapat di lakukan dengan cepat. tidak boleh di anggap sepeleh hal seperti ini. yang semua penyakit sama, dengan resiko yang berbeda beda.

  • Muntah

Muntah adalah masalah yang sering di alami dan akibatkannya banyak. di dalam perut yang sudah di isi akan di keluarkan kembali bila terjadi muntah. pengobatan yang paling tepat untuk mengatasinya bisa meminumkan ramuan alami atau istirahat saja. karena bila terjadi muntah, akan menimbulkan kelemasan. Muntah ini termasuk bagian dari gejala Penyakit Hepatitis B Pada Anak dan orang dewasa. jangan menganggap masalah ini merupakan hal yang kecil untuk di atasi. Karena bila membiarkan akan membuat kondisi tersebut malah makin parah.

Sakit kuning adalah di mana pada bagian tubuh dari kepala hingga kaki dan mata pun akan kuning, karena di sebabkan oleh berbagai macam hal. Penyakit kuning bisa di sebut juga dengan sakit liver atau hati yang bisa di sembuhkan dengan labu kuning. cara menggunakan labuh kuning tergantung dari kalian, ingin mengolahnya dalam bentuk apapun. gejala Penyakit Hepatitis B Pada Anak ternyata juga bisa mengalami sakit kuning. tak ada penyakit yang tidak memiliki resikonya, pasti semuanya ada. termasuk pada penyakit kuning. (BY:DA).

Penyakit Hepatitis B Pada Anak

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penderita Penyakit Hepatitis B

Penderita Penyakit Hepatitis B – Penyakit yang menginfeksi organ hati dikarenakan adanya virus hepatitis B. Infeksi ini yang biasanya akan menyebabkan beberapa penyakit hati kronis selain penyakit hepatitis B seperti kanker hati, adanya kerusakan jaringan hati hingga kegagalan hati. Penyebab penderita penyakit hepatitis B ini tidak hanya diinfeksi oleh virus semata, yang melainkan juga akan bisa diakibatkan karena keracunan obat dan kontaminasi beberapa zat kimia. Bentuk kontaminasi yang biasa akan menyebabkan terjadinya penderita penyakit hepatitis B adalah terhirupnya zat kimia atau terserapnya zat kimia melalui kulit para penderitanya.

Penderita Penyakit Hepatitis B

Penderita Penyakit Hepatitis B

Sebenarnya virus hepatitis B ini lebih ganas jika dibandingkan dengan gejala Hiv Aids. Bahkan tidak hanya itu saja,  penderita penyakit hepatitis B merupakan yang sangat mudahnya menular. Penyakit ini juga akan menyebabkan penyakit yang paling serius dibandingkan penyakit lainnya. Penyakit hepatitis B juga bisa menyerang pada setiap orang diberbagai jenjang usia.

Penderita penyakit hepatitis B merupakan satu virus hepatitis yang lebih parah dibandingkan dengan jenis hepatitis yang lainnya. Penderita penyakit hepatitis B bisa terjadi pada setiap orang dari semua umur. Dan yang membahayakan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual dari cairan sperma, darah atau cairan tubuh lainnya. Penyakit ini yang dapat menimbulkan penyakit yang lebih serius dan akan mengakibatkan kerusakan hati yang dapat berakhir dengan kematian atau kanker hati. Hepatitis B terdiri dari antigen permukaan yang disebut dengan antigen Australia, karena antigen ini yang pertama kali sering sekali dijumpai di Australia.

Penularan bagi penderita penyakit hepatitis B terjadi dengan cara vertikal dan horizontal, penularan secara vertikel terjadi dari ibu yang mengidap virus hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan. Sedangkan cara penularan secara horizontal yaitu akan terjadi yang diakibatkan karena penggunaan alat suntik yang sudah tercemar.

Penyebab Penderita Hepatitis B

Hepatitis B yang dapat disebabkan oleh virus hepatitis B yang ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, cairan semen dan cairan vagina. Faktor resiko menderita hepatitis B tinggi pada orang hitam non-Hispanik, pengguna kokain,orang dengan pasangan seksual multipel, dan orang dengan pendidikan rendah.

  • Darah : Pada penerimaan donor darah, penggunaan jarum suntik tidak steril, pasien cuci darah, pekerja kesehatan, serta pekerjaan yang terpapar dengan darah.
  • Lapisan lendir atau jaringan: tertusuk jarum, penggunaan ulang alat medis yang terkontaminasi, tato, akupunktur, tindik, penggunaan bersama pisau cukur, sikat gigi dan silet.
  • Dari ibu hamil penderita hepatitis B dapat juga menularkan kejaninnya saat melahirkan. Metode ini merupakan metode penularan paling sering di negara berkembang.

Hepatitis B tidak menular melalui sentuhan tangan, pemakaian peralatan makan/minum penderita, ciuman, pelukan, batuk, bersin, atau menyusui. Virus hepatitis B yang masuk ke dalam tubuh terbawa aliran darah sampai ke hati, di mana virus ini berkembang biak di dalam sel hati. Sel pertahanan tubuh manusia berusaha menghilangkan ini dengan menyerang sel hati, sehingga terjadi adanya peradangan dan kerusakan hati. Terdapat perbedaan infeksi hepatitis B pada bayi yang baru lahir (banyak ditemui dinegara berkembang) dan pada orang dewasa.

Gejala Penderita Penyakit Hepatitis B

Sebagai salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan juga yang paling sering menular, maka kita perlu mengetahui lebih detail lagi mengenai penyakit hepatitis B ini. Adapun gejala seseorang terkena penyakit ini yang biasanya baru diketahui setelah beberapa bulan terinfeksi, dengan memiliki ciri ciri seperti berikut ini :

  • Kuku, kulit dan mata tampak berwarna kuning

Gejala penderita penyakit hepatitis B yang biasanya akan terlihat pada area mata, kuku, hingga kulit yang terlihat kekuningan atau dikenal dengan istilah juandice. Yang biasanya mata yang berwarna kuning mencirikan bahwa orang tersebut memiliki gangguan pada hati.

  • Kelelahan

Biasanya para penderita penyakit hepatitis B ini akan selalu merasa kelelahan karena tubuh harus bekerja ekstra saat berfungsi hati tidak akan mampu bekerja lebih maksimal lagi.

  • Kehilangan nafsu makan

Ketika seseorang akan mengalami gangguan pada tubuh, biasanya orang tersebut akan merasakan hilangkan nafsu makan dan timbul  rasa mual mual

Penderita penyakit hepatitis B juga bisa ditandai dengan perut yang semakin membuncit. Hal ini sebenarnya bukan gejala khusus yang dialami oleh penderita penyakit hepatitis B, karena bisa saja penderita tersebut yang diakibatkan penyakit lainnya seperti jantung atau diabetes.

Pencegahan Penderita Penyakit Hepatitis B

Dengan cara pemberian vaksin yang berguna untuk melindungi diri dari sserangan hepatitis B. Pemberian vaksinasi sangat optimal terutama bagi mereka yang memiliki kecenderungan aka n mengidap hepatitis B vaksinasi hepatitis B dapat melindungi anda kurang lebih selama 15 tahun. Mereka yang terutama harus mendapatkan perhatian lebih untuk vaksinasi pencegahan hepatitis B ini, adalah mereka yang memiliki aktivitas seksual aktif, orang-orang yang bekerja dalam menangani atau berkaitan dengan darah, seperti pendonor atau pekerja laboratorium.

Selain itu, mereka yang rentan terkena penyakit hepatitis B seperti pengguna obat-obatan terlarang juga sebaiknya diberikan penyuluhan untuk mendapatkan suntikan vaksinasi hepatitis B ini.

Penderita Penyakit Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Penyakit Hepatitis B

Cara Mengobati Penyakit Hepatitis B – Penyakit hepatitis merupakan jenis penyakit yang tidak jarang terjadi, karena cukup banyak penderita penyakit hepatitis. Penyakit hepatitis merupakan jenis penyakit yang di sebabkan oleh virus. Infeksi virus atau masuk nya virus ke dalam tubuh yang akan memicu terjadi nya penyakit hepatitis. Penyakit hepatitis akan memiliki beberapa tingkat keparahan nya masing masing berdasarkan abjad. Yang paling awal atau paling dasar adalah penyakit hepatitis a, hepatitis a merupakan tahap awal penyakit hepatitis, tetapi karena gejala penyakit hepatitis a seperti pada penyakit umum lain nya yang ringan, sehingga banyak orang yang tidak mengetahui jika telah terinfeksi oleh virus hepatitis. Virus hepatitis a yang tidak diobati dengan baik maka infeksi virus di dalam tubuh akan semakin berkembang, sehingga tingkat keparahan penyakit hepatitis pun akan semakin bertambah parah, tahap lanjutan dari penyakit hepatitis a yaitu penyakit hepatitis b. Penyakit hepatitis b merupakan penyakit dengan tingkat keparahan nya diatas hepatitis a, yang berarti infeksi virus juga semakin bertambah parah.

penyakit hepatitis b

penyakit hepatitis b

Penyakit hepatitis b juga cukup banyak dialami, karena cara di awal terinfeksi penyakit hepatitis a tidak diatasi dengan baik sehingga penyakit semakin berkembang. Selain itu juga penyakit hepatitis b juga bisa di sebabkan oleh ada nya penularan oleh orang lain akan menyebabkan penyakit hepatitis b. Penularan penyakit hepatitis b bisa terjadi karena di sebabkan oleh ada nya kontak langsung oleh penderita penyakit hepatitis. Kontak langsung dengan penderita penyakit hepatitis dengan cara berhubungan seksual salah satu penyebab yang cukup sering terjadi. Penyakit hepatitis pun bisa di tularkan dari benda, benda yang telah terkena virus seperti terkena darah yang mengandung virus hepatitis b maka bisa menyebabkan penyakit hepatitis b terjadi. Biasa nya benda yang akan menyebabkan penyakit hepatitis b atau penularan yang paling cepat benda seperti jarum suntuk, baik secara sengaja atau pun tidak di gunakan atau hanya menyentuhnya maka bisa menyebabkan penyakit hepatitis terjadi. Oleh sebab itu sebaik nya hati jika menggunakan benda yang bisa dengan mudah untuk menularkan penyakit.

Cara Mengobati Penyakit Hepatitis B

Penyakit hepatitis b setelah infeksi berlangsung biasa nya penderita nya belum menyadari nya seperti hal nya pada tahap penyakit hepatitis a. Penyakit hepatitis a akan menyebabkan penderita nya mengalami gangguan kesehatan setelah lima bulan terinfeksi oleh virus penyakit hepatitis. Infeksi virus hepatitis b selama lima bulan maka bisa menyebabkan penderita nya kehilangan banyak berat badan, karena mengalami penurunan nafsu makan yang sangat drastis. Selain itu juga penderita penyakit hepatitis b sakit atau nyeri pada bagian perut. Tidak jarang penderita penyakit hepatitis b akan mengalami demam yang cukup tinggi, dan gejala infeksi pada umum nya seperti demam dan lain nya.

Semakin hari jika penyakit hepatitis b belum diobati maka gejala nya akan semakin berkembang, sakit kuning atau perubahan pada warna mata yang menguning bisa terjadi pada penderita penyakit hepatitis b. Tubuh pun akan semakin kurus, dan akan semakin lemah. Oleh sebab itu agar penyakit hepatitis b tidak semakin bertambah parah, bahkan menyebabkan nyawa yang akan terancam sebaik nya penyakit hepatitis b diobati. Cara mengobati penyakit hepatitis b bisa di lakukan dengan menggunakan bahan bahan alami sehingga penyakit hepatitis b bisa diobati dengan cepat. Jika ingin mengobati penyakit hepatitis b secara alami bisa dengan menggunakan cara seperti di bawah ini :

  • Buah mengkudu

Jika ingin sembuh dari penyakit hepatitis b maka cara mengobati penyakit hepatitis b yang bisa di lakukan salah satu nya dengan melakukan cara alami atau cara herbal.  Cara mengobati penyakit hepatitis b secara herbal bisa dengan menggunakan buah mengkudu seperti untuk mengobati gula darah yang tinggi. Jika ingin mengobati infeksi virus penyakit hepatitis b bisa dengan teratur mengkonsumsi air dari buah mengkudu yang di rebus, namun akan lebih baik jika mengkonsumsi jus dari buah mengkudu dan juga dari ekstrak buah mengkudu yang masih banyak menyimpan vitamin di dalam nya.

  • Temulawak

Cara mengobati penyakit hepatitis b secara alami selain dengan menggunakan buah mengkudu, juga bisa dengan menggunakan temulawak. Temulawak adalah salah satu bahan atau rempah yang bisa membantu mengatasi infeksi virus penyakit hepatitis. Oleh sebab itu sebaik nya konsumsi jamu atau air temulawak setiap hari nya untuk menyembuhkan penyakit hepatitis b dengan cepat.

  • Brotowali

Infeksi virus hepatitis yang menyebabkan perubahan mata menjadi kuning dan juga menyebabkan bagian tubuh menjadi lemah dan lemas, sebaik nya diatasi agar tidak semakin berkembang. Cara mengobati penyakit hepatitis b yang menggunakan bahan alami yaitu menggunakan brotowali. Bahan alami brotowali bisa membantu menyembuhkan penyakit hepatitis juga sehingga baik untuk di konsumsi.

Selain menggunakan brotowali, daun dewa dan buah nya bisa di olah menjadi obat penyakit hepatitis b juga. Cara mengobati penyakit hepatitis b dengan daun dewa bisa di lakukan dengan di konsumsi maka akan menyembuhkan infeksi juga.

Cara Mengobati Penyakit Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Penyakit Hepatitis B

Faktor penyebab penyakit hepatitis B – hepatitis B adalah jenis penyakit hepatitis yang setara dengan penyakit liver atau penyakit hati. Ada hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, bahkan hepatitis D dan E pun juga ada. Tetapi jika hepatitis D dan E ini, sangat jarang sekali untuk ditemukan. Orang yang terkena hepatitis pasti mempunyai gejala dan ciri ciri yang dapat diketahui. Pertama tubuh akan mengalami sakit kuning, demam, muntah dan mual. Penyebabnya karena tidak bisa menjaga kesehatan dan kebersihan dengan baik dan benar.

penyakit-hepatitis-B

Penyakit hepartitis merupakan penyakit yang mematikan untuk siapa saja yang mengalaminya. Dan obat yang digunakan adalah tumbuhan yang berbau herbal, seperti mengkudu. Penyakit hepatitis adalah penyakit yang menyerang pada bagain hati yang terdapat virus atau bakteri. Dan penyakit ini akan menyerang pada siapa saja, bagi anak anak ataupun dewasa pun pasti bisa mengalami penyakit hepatitis. Hepatitis itu, dapat digolongkan menjadi beberapa bagian.

Faktor penyebab penyakit hepatitis B 

Beberapa faktor penyebab yang bisa mendatangkan penyakit hepatitis B ini terjadi. Yang penyebabnya adalah :

  • Menatokan diri tanpa mencari tahu kebersihan alat yang dipakai

Faktor penyebab penyakit hepatitis  B adalah menatokan diri tanpa mengetahui kebersihan alat yang digunakan terutama pada jarum yang diapakai. Jenis penyebab inilah yang bisa mendatangkan penyakit hepatitis yang bergolongan B itu datang dan muncul. Maka dengan itu, kalian harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit hepatitis. Yang penyakit hepatitis ini bisa memicu terjadinya kematian, apabila tidak diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat. jauhkanlah pemakaian tato yang sembarangan, agar tidak mengidap  hepatitis B yang setara dengan penyakit liver.

  • Melakukan perawatan gigi pada klinik yang sembarangan

Melakukan perawatan gigi pada klinik yang tidak mempunyai izin atau sertifikat apapun, harap untuk tidak mendatangkan klinik tersebut. karena biasanya alat alat yang digunakan tidak diganti.  Jenis penyebab inilah yang bisa mendatangkan penyakit hepatitis yang bergolongan B itu datang dan muncul. Maka dengan itu, kalian harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit hepatitis. Yang penyakit hepatitis ini bisa memicu terjadinya kematian, apabila tidak diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat. faktor penyebab hepatitis B juga dapat dengan melakukan perawatan gigi pada klinik yang sembaragan.

  • Melakukan pendonoran darah

Melakukan pendonoran darah itu dapat dengan memakai berupa jarum suntik. Yang jarum suntik dapat dijadikan denjgan faktor penyebab penyakit hepatitis B yang dialaminya. Jenis penyebab inilah yang bisa mendatangkan penyakit hepatitis yang bergolongan B itu datang dan muncul. Maka dengan itu, kalian harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit hepatitis. Yang penyakit hepatitis ini bisa memicu terjadinya kematian, apabila tidak diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat.

  • Tidak sengaja terkena jarum suntik

Orang yang tidak sengaja terkjena jarum suntik biasanya orang yang bekerja dirumah sakit padagaian labolatorium. Yang kejadian ini merupakan faktor penyebab penyakit hepatitis B ini terjadi. Jenis penyebab inilah yang bisa mendatangkan penyakit hepatitis yang bergolongan B itu datang dan muncul. Maka dengan itu, kalian harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit hepatitis. Yang penyakit hepatitis ini bisa memicu terjadinya kematian, apabila tidak diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat. Makanya berhati hatilah dalam melakukan tindakan apapun.

  • Terdapat luka yang terbuka

Terdapat luka yang terbuka seperti luka bakar yang bisa dijadikan dengan faktor penyebab penyakit hepatitis B pada anak dan orang dewasa. Jenis penyebab inilah yang bisa mendatangkan penyakit hepatitis yang bergolongan B itu datang dan muncul. Maka dengan itu, kalian harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit hepatitis. Yang penyakit hepatitis ini bisa memicu terjadinya kematian, apabila tidak diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat. luka bakar ini bisa terjadi pada siapa saja yang terjadi karena radiasi.

  • Menggunakan obat obattan yang terlarang

Faktor penyebab penyakit hepatitis B adalah menggunakan obat obattan yang terlarang. Yang obat terarang ini, juga dapat menyebabkan penyakit lain, seperti penyakit kanker paru paru serta dapat merusak organ dalam yang sedang bekerja. Jenis penyebab inilah yang bisa mendatangkan penyakit hepatitis yang bergolongan B itu datang dan muncul. Maka dengan itu, kalian harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit hepatitis. Yang penyakit hepatitis ini bisa memicu terjadinya kematian. Dan obat obattan ini paling banyak dipakai pada saat orang terkena depresi.

  • Memakai peralatan kebersihan tubuh secara bersama sama

Alat yang merupakan alat pribadi itu seharusnya hanya digunakan untuk satu orang, khususnya untuk alat mandi. Karena faktor penyebab penyakit hepatitis B ini bisa terjadi akibat penggunaan peralatan secara bersamaan dengan penderita hepatitis. Jenis penyebab inilah yang bisa mendatangkan penyakit hepatitis yang bergolongan B itu datang dan muncul. Maka dengan itu, kalian harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit hepatitis.

Faktor Penyebab Penyakit Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Leave a comment

Gejala Penyakit Hepatitis B

Gejala penyakit hepatitis B – gejala penyakit hepatitis B adalah beberapa tanda tanda atau ciri ciri yang bisa menimbulkan penyakit hepatitis yang berbasis B. Hepatitis B adalah penyakit yang bisa disebabkan oleh hubungan sexs yang sembarangan dan juga bisa disebabkan oleh jarun suntik yang sembarangan. Hepatitis ini terbagi menjadi beberapa jenis, dan jenisnya adalah penyakit hepatitis A, hepatitis B, hepatitis dan C.

fh

penyakit hepatitis B

Kemudian ada juga cara mengobati hepatitis B ini dengan menggunakan bahan yang herbal, salah satunya adalah bisa dengan menggunakan daun pegagan. Hepatitis B ini juga bisa menyebabkan penyakit kanker hati. Setelah itu ada juga cara mencegah dari penyakit ini, dan salah satunya adalah bisa dengan menghindarkan sexs bebas. Serta juga ada gejala penyakit hepatitis B ini.

Gejala penyakit hepatitis B 

Selain dengan pernyataan yang ada diatas, ada beberapa gejala penyakit hepatitis B ini. Dan berikut gejalanya adalah :

  • Menimbulkan hidung berair

Salah satu gejala penyakit hepatitis B adalah akan menimbulkan hidung menjadi berair. Gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit hepatitis berbasis B ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar hepatitis B ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada umumnya hepatitis B ini bisa membahayakan jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Terjadinya batuk

Salah satu gejala penyakit hepatitis B adalah akan mengalami fase batuk. Gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit hepatitis berbasis B ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar hepatitis B ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada umumnya hepatitis B ini bisa membahayakan jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

Salah satu gejala penyakit hepatitis B adalah akan menyebabkan pusing pada bagian kepala. Gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit hepatitis berbasisi B ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar hepatitis B ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada umumnya hepatitis B ini bisa membahayakan jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Akan menimbulkan peradangan hati

Salah satu gejala penyakit hepatitis B adalah akan menimbulkan peradangan hati. Gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit hepatitis berbasis B ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar hepatitis B ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada umumnya hepatitis B ini bisa membahayakan jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Akan menimbulkan penyakit kuning

Salah satu gejala penyakit hepatitis B adalah akan menimbulkan penyakit kuning. Gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit hepatitis berbasis B ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjag kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar hepatitis B ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada umumnya hepatitis B ini bisa membahayakan jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Pada telapak tangan mengalami kemerahan

Salah satu gejala penyakit hepatitis B adalah pada bagian telapak tangan akan mengalami kemerahan. Gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit hepatitis berbasis B ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan mudah. Yang pada umumnya hepatitis B ini bisa membahayakan jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Perut kanan atas akan menimbulkan rasa nyeri

Salah satu gejala penyakit hepatitis B adalah pada bgaian perut kanan atas akan menimbulkan rasa nyeri. Gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit hepatitis berbasis B ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa mnejaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar hepatitis B ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada umumnya hepatitis B ini bisa membahayakan jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Otot akan mengalami rasa nyeri

Salah satu gejala penyakit hepatitis B adalah pada bagian otot akan mengalami rasa nyeri. Gejala inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit hepatitis berbasis B ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar hepatitis B ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada umumnya hepatitis B ini bisa membahayakan jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Hepatitis B

Penyebab Penyakit Hepatitis B – Jika bagian liver atau hati mengalami pembengkakan maka bisa di pastikan dengan melakukan tes darah, untuk memastikan penyakit yang di derita. Biasa nya hasil tes akan menunjukan bahwa peradangan hati di sebabkan oleh penyakit hepatitis. Jenis hepatitis yang dapat menyerang bagian hati adalah hepatitis b. Yang merupakan kondisi hati di infeksi oleh suatu virus yang akan merusak fungsi hati, oleh karena itu maka fungsi metabolisme tubuh akan terganggu di sebabkan oleh penyakit hepatitis b. Oleh sebab itu penyakit jenis ini tidak boleh di anggap remeh, karena jika fungsi hati tidak berjalan dengan baik, maka akan membahayakan tubuh.

hepatitis b

hepatitis b

Penyebab Penyakit Hepatitis B

Karena penyakit hepatitis di sebabkan oleh virus maka akan sangat mudah untuk menular. Dan penyebab penyakit hepatitis b bisa di ketahui sebagai berikut :

  • Menggunakan alat yang terkontaminasi

Penggunaan alat yang di gunakan sebagai pembersih tubuh seperti hal nya handuk, sikat gigi yang akan menyentuh tubuh secara langsung dapat dengan mudah untuk menjadi penyebab penyakit hepatitis b yang akan membuat penularan cepat sekali. oleh sebab itu penggunaan alat yang bersifat pribadi akan lebih baik jika di gunakan hanya sendiri agar tidak dapat terkontaminasi oleh virus yang di miliki oleh orang lain.

  • jarum suntik

menggunakan jarum suntik yang secara bersamaan juga bisa menjadi penyebab penyakit hepatitis b, sehingga akan jika melakukan gaya hidup yang tidak baik dengan menggunakan alat suntik sebagai media untuk menyuntikan obat terlarang ke dalam tubuh dengan bersama sama akan memiliki kemungkinan besar untuk terkena penyakit hepatitis b.

  • Luka

Luka yang di miliki akibat goresan atau luka bakar bisa menjadi penyebab penyakit hepatitis b. Karena luka yang baru dan masih belum tertutup akan memudahkan untuk terkena virus penyakit hepatitis b yang akan masuk melalui luka.

  • Seks bebas

Melakukan hubungan seks bebas selain tidak baik, juga bisa menjadi penyebab penyakit hepatitis b. Karena seks bebas dengan berganti ganti pasangan dapat memiliki kemungkinan besar untuk tertular penyakit yang di miliki pasangan. salah satu nya merupakan penyakit hepatitis b.

  • Darah transfusi

Karena setiap orang belum tentu sehat tubuh nya, maka pada saat transusi darah bisa menjadi penyebab penyakit hepatitis b. Yang paling mudah untuk terkena penyakit hepatitis b bukanlah penerima transfusi darah, tetapi petugas yang menangani dan memeriksa darah untuk pertama kali akan bisa terkena hepatitis b.

  • Pengunaan alat tidak steril

Menggunakan alat yang tidak di sterilkan dari kuman dan bakteri seperti hal alat untuk menindik tubuh dan juga membuat tato maka bisa menyebabkan iritasi dan juga penyebab hepatitis b. Oleh sebab itu memilih tempat yang baik, jika ingin melakukan tato atau tindik. Dan penggunaan alat alat nya juga tidak boleh sembarangan.

Gejala Penyakit Hepatitis B

Untuk sebagian orang penderita penyakit hepatitis b ada yang merasakan gejala, atau pun tidak. Dan jika mengalami gejala, maka gejala nya bisa sebagai berikut :

  • Nafsu makan hilang

Untuk gejala awal pada penyakit hepatitis b akan berkurang nafsu makan penderita nya. sehingga jumlah makan yang akan di konsumsi akan berkurang, hingga bisa hilang. dan pada akhir nya akan menurunkan berat badan penderita nya.

  • Mual muntah

Kehilangan nafsu makan pada penderita penyakit hepatitis b juga di pengaruhi oleh rasa mual dan juga muntah yang sering datang, sehingga ketika memasukkan makanan akan mudah untuk keluar kembali.

  • Rasa lelah yang berlebihan

Seorang penderita penyakit hepatitis b juga akan mengalami rasa lelah yang sering datang dengan berlebihan. Rasa lelah yang seiring datang akan membuat penderita hepatitis b akan malas untuk melakukan aktifitas normal, dan hanya ingin berbaring di tempat tidur.

  • Demam

Gejala penyakit hepatitis b juga akan menyebabkan suhu badan meningkat dan tubuh akan demam. Rasa demam yang datang akan berbarengan dengan pusing kepala juga. Gejala penyakit hepatitis b sering di salah artikan dengan gejala penyakit flu biasa. Karena memang sama dengan gejala ketika virus yang menyebabkan flu memasuki tubuh.

  • Nyeri perut

Pada bagian perut penderita penyakit hepatitis juga akan sering mengalami rasa sakit, dan tidak nyaman dengan keadaan perut.

  • Sakit kuning

Bagian mata dan juga kulit seorang hepatitis b akan berubah menjadi kuning, oleh karena itu penyakit hepatitis sering di sebut dengan penyakit kuning.

Pengobatan Penyakit Hepatitis B

Pengobatan penyakit hepatitis b akan lebih dulu untuk di lakukan pemerikaan darah, biopsi hati dan juga usg bagian perut. Dan jika memang sudah positif terdapat hepatitis b akan melakukan pengobatan dengan yang sesuai dengan tingkatan penyakit hepatitis b yang di derita. Untuk obat yang akan di konsumsi akan bekerja untuk mengatasi virus yang ada di dalam tubuh sehingga tidak meradang semakin parah pada bagian hati. Dan jika hepatitis semakin parah hingga terjadi kerusakan maka akan di berikan tambahan obat untuk mengatasi bagian tubuh yang di rusak virus. Hingga penyuntikan antivirus juga akan di berikan, sehingga tidak akan mudah untuk terkena virus lagi.

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis B Akut

Penyakit Hepatitis B Akut – Pada penyakit hepatitis B akut khas (typical) tampak keradangan akut di seluruh hati. Nekrosis sel hati ditandai dengan infiltasi leukosit serta histiosit. Nekrosis paling banyak di zona 3, sedangkan infiltasi sel radang paling banyak pada segitiga portal. Sinusoid menunjukkan infiltasi sel mononuklear, sel polimorf, dan eosinofil. Sel hati di zona 3 menunjukkan perubahan eosinifilik yang disebut “acidophil bodies”. Dapat dijumpai sel hati yang mengalami “balooning”, pleomorfisme, hialiniasasi dan sel raksasa yang berinti banyak. Kerangka retikulin umumnya masih utuh.

Penyakit Hepatitis B Akut

Penyakit Hepatitis B Akut

 Penyakit Hepatitis B Akut

Penderita dengan Penyakit Hepatitis B Akut dianjurkan untuk tirah baring sampai gejala ikterus hilang. Bagi penderita yang masih muda dan sehat, bisa diterapkan aturan yang lebih ringan, misalnya mereka bisa bangun bila badan terasa enak, tanpa melihat derajat ikterus. Setiap habis makan, pasien dianjurkan untuk beristirahat, demikian pula bila gejala penyakit muncul lagi. Masa penyembuhan mulai bila sudah tidak ada gejala, tidak ada rasa nyeri di daerah hati dan bila kadar bilirubin serum < 1,5 mg%. Lama waktu penyembuhan diperkirakan dua kali dari periode tirah baring.

Kebanyaan penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit, kecualo pada kasus yang berat. Demikian pula, tidak dipelrukan tirah baring total yang berkepanjangan. Bila dirawat dirumah sakit, penderita bisa dipulangkan bila gejala membaik, kadar transaminase dan kadar bilirubin serum sudah cenderung turun dan nilai waktu protrombin normal. Diet untuk penderita hepatitis akut adalah diet bebas. Pemberian vitamin dan obat lipotropik tidak diperlukan. Kortikosteroid hanya di perlukan pada kasus hepatitis akut tipe kolestatik.

Follow up dilakukan setiap 3-4 minggu setelah pulang, kemudian dilakukan pemeriksaan ulang setiap bulan sekali selama 3 bulan berikutnya. Berolahraga diperbolehkan sampai batas badan lemah, sedangkan alkohol harus dihindari selama 1 tahun.

Terapi penyakit hepatitis B akut fulminan dibagi menajdi 2 bagian yaitu terapi suportif dan terapi spesifik. Terapi suprotif terutama bertujuan untuk memberikan perawatan intensif pada organ tubuh di luar hati yang mengalami kegagalan fungsi, sehingga didapatkan kondisi yang optimal untuk hati, untuk berlangsungnya proses regenerai sambil menunggu terapi spesifik yaitu transplantasi hati. Dalam terapi suportif pada hepatitis B akut fulminan, sebaiknya penderita dirawat di ruang ICU dan diadakan pengawasan ketat untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, memberi terap ensefalopatia hepatik, mengatasi oedema cerberi, mengatasi hipoglikemia, mengatasi infeksi, menjaga kestabilan kardiovaskuler serta mengatasi gagal ginjal. Bila transplantasi hati dapat dilakukan pada waktunya, tindakan tersebut dapat menyelamatkan penderita hepatitis B akut fulminan.

Gejala Penyakit Hepatitis B

Gejala dari penyakit hepatitis B adalah :

  1. Biasanya adalah akibat banyak orang yang tidak akan menunjukkan suatu gejala apapun disaat baru mendapatkan infeksi.
  2. Apabila jika menunjukkan suatu gekala, biasanya termasuk salah satunya adalah penyakit kuning misalnya adalah kulit dan mata yang menjadi berwarna kuning, air seni yang berwarna agak pekat, tinja yang berwarna agak pucat, merasa kelelahan, sakit perut, hilangnya nafsu makan, mual dan juga muntah serta mengalami nyeri sendi.

Penyakit hepatitis B akut bisa menular kepada orang lain jika darah serta cairan tubuh misalnya adalah seperti air liur, air mani dan juga lelehan dari cairan vagina yang mengandung virus hepatitis B di dalamnya yang masuk ke dalam tubuh seseorang lewat :

  1. Luka pada kulit
  2. Selaput lendir atau mukosa
  3. Lewat aliran darah dengan cara yang bersamaan dengan menggunakan alat suntik, atau juga lewat jarum suntik setelah seseorang mengalami infeksi, luka jarum atau juga akibat alat-alat yang mengalami kontaminasi.
  4. Melakukan hubungan seksual dengan orang yang positif sudah terinfeksi penyakit hepatitis B namun tanpa menggunakan kondom.
  5. Penyakit hepatitis B juga bisa ditularkan pada bayi disaat baru lahir dari ibu yang mengalami infeksi.

Resiko dari seseorang yang menderita penyakit hepatitis B akut adalah pada golongan :

  1. Orang yang melakukan hubungan seksual pada mereka yang sudah terinfeksi
  2. Penggunaan dari narkoba jenis suntik
  3. Bayi yang terlahir dari ibu yang mengalami infeksi
  4. Orang yang bergonta ganti pasangan seksual
  5. Pria yang homoseksual
  6. Pasien hemodialisis
  7. Petugas kesehatan
  8. Orang yang terlahir di negara dengan kasus hepatitis B yang sangat tinggi
  9. Terjadinya kontak langsung dirumah dengan mereka yang sudah mengalami infeksi penyakit hepatitis B.
  10. Tahanan sipil

Mencegah Penyakit Hepatitis C

Cara mencegah penyakit hepatitis B adalah dengan memberikan imunisasi. Imunisasi ini diberikan untuk :

  1. Semua anak yang lahir di usia 2, 4, 6 bulan. Vaksin yang diberikan biasanya akan diberikan dirumah sakit dimana tempat nbayi tersebut lahir dan juga diberikan oleh dokter atau kinik setempat. Vaksinasi ini harus dilakukan dengan rutin dan teratur.
  2. Anak-anak yang berusia 12 tahun yang tidak mendapatkan imunisasi pada saat masih bayi. Vaksin yang diberikan saat usia sekolah.
  3. Orang yang melakukan kontak langsung dirumah atau juga mengalami kontak seksual dengan mereka yang mengalami infeksi kronis.
  4. Pria homoseksual
  5. Orang yang mengalami penyakit kelamin
  6. Penggunaan jenis narkoba suntik
  7. Pasien hemodialisis
  8. Orang yang biasanya menerima produk darah untuk kelainan dari penggumpalan darah.
  9. Penderita penyakit hati kronis dan juga infeksi pada hepatitis C
  10. Penghuni dari staf fasilitas untuk penyandang cacat intelektual.
  11. Tahanan
  12. Petugas kesehatan

 Penyakit Hepatitis B Akut

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Hepatitis B Kronik

Pengobatan Hepatitis B Kronik – Infeksi virus penyakit hepatitis B akut tidak memerlukan terapi anti virus yang terpenting adalah istirahat. Yang perlu pemberian anti virus adalah infeksi virus hepatitis B kronis aktif. Tujuan pengobatan hepatitis B kronis adalah untuk menekan laju perkembangan virus hepatitis B (replikasi virus) dan mencegah progresi penyakit hati kronis menjadi sirosis yang berpotensial menuju gagal hati dan mencegah kanker hati. Sekalipun sudah tersedia beberapa pilihan obat virus hepatitis B, namun obat-obat tersebut belum dapat menghilangkan virus dalam tubuh.

Pengobatan Hepatitis B Kronik

Pengobatan Hepatitis B Kronik

Penyakit Hepatitis B

Berdasarkan penelitian, obat-obatan tersebut hanya mampu menghilangkan 1%-5% HBsAg. Namun demikian, bukan berarti obat tersebut tidak bermanfaat. Dengan menurunnya kadar virus dalam tubuh (DNA virus hepatitis B ditekan serendah mungkin), maka risiko terjadinya sirosis hati dan kanker hati juga menurun.

Obat Hepatitis B

Saat ini, ada 5 (lima) jenis obat yang direkomendasikan untuk terapi Pengobatan Hepatitis B kronik di Amerika Serikat, yaitu interferon alfa-2b lamivudin, adefovir dipivoxil, entecavir dan peginterferon alfa-2a . Hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan obat mana yang akan dipilin adalah keamanan jangka panjang, kemanjuran obat, dan biaya.

Walaupun saat ini pilihan terapi Pengobatan Hepatitis B Kronik menjadi lebih banyak, namun problem yang masih belum terpecahkan adalah resistensi obat dan tingginya angka relaps pada saat terapi dihentikan. Secara ilmiah sudah terbukti sekalipun pemberian pengobatan anti virus pada infeksi virus hepatitis B tidak menghilangkan virus (HBsAg), namun risiko terjadinya sirosis dan kanker hati dapat dihambat.

Selain dengan Pengobatan penyakit Hepatitis B Kronik diatas, pencegahan perlu dilakukan sebagai upaya antisipasi penularan kembali virus hepatitis. Ada tiga macam cara pencegahan infeksi VHB.

  1. Melalui perbaikan higiene dan sanitasi
  2. Melalui pencegahan penularan parenteral/kontak dnegan penderita HBV (skrining pada donor darah, sterilisasi alat kedokteran, menghindari seks bebas, menghindari tato, penggunaan jarum narkoba secara bergantian dll).
  3. Melalui pemberian vaksinasi hepatitis B

Dalam pengobatan penyakit hepatitis B kronik, titik akhir yang sering dipakai adalah hilangnya pertanda replikasi virus yang aktif secara menetap (HBeAg dan DNA VHB).

Pada umumnya, serokonversi dari HBeAg menjadi anti Hbe disertai dengan hilangnya DNA VHB dalam serum dan meredanya penyakit hati. Namun, pada kelompok pasien hepatitis B kronik HBeAg negatif serokonversi HBeAg tidak dapat dipakai sebagai titik akhir terapi dan respons terapi hanya dapat dinilai dengan pemeriksaan DNA VHB.

Penyakit hepatitis B kronik didiagnosis dengan cara melakukan tes darah yang kemudian akan menunjukkan apakah seseorang yang mengidap penyakit hepatitis B sebelumnya, dan apakah seseorang yang mengalami infeksi secara kronis. Tes lainnya yang dilakukan misalnya adalah tes pada fungsi hati, yang bisa menunjukkan apakah terjadi suatu kerusakan di organ hati. Perawatan khusus yang diberikan dari penyakit hepatitis B kronik biasanya adalah mendapatkan manfaat dari perawatan anti-virus khusus. Sebaiknya lakukan konsultasi mengenai perawatan yang bisa dilakukan. Penderita penyakit infeksi hepatitis B kronis harus menjaga organ hati dan bisa mendapatkan vaksinasi hepatitis B jika belum mempunyai suatu kekebalan. Selain itu minum minuman seperti alkohol juga akan membuat kondisi dari penyakit ini bisa menjadi semakin parah.

Untuk Anda yang sudah positif terinfeksi penyakit hepatitis B, maka Anda paling tidak harus melakukan konsultasi ke dokter setahun sekali karena kerusakan hati bisa terjadi kapan saja. Biasanya dokter akan menyarankan hal yang paling baik bagaimana cara menjaga kesehatan dan untuk memelihara kesehatan hati. Selain itu juga dokter akan memberitahukan Anda jika Anda perlu untuk mengambil beberapa jenis obat dan dokter biasanya akan mengarahkan Anda pada dokter ahli atau juga spesialis hati jika memang hal ini diperlukan. Untuk kebanyakan orang yang mengalami infeksi penyakit hepatitis B kronis, hal yang bisa dilakukan adalah pola hidup yang sehat dan tidak membutuhkan minum obat-obatan untuk penyakit hepatitis B.

Menjaga kesehatan hati untuk mencegahnya dari serangan penyakit hati adalah :

  1. Kurangi minuman yang mengandung alkohol atau hilangkanlah kebiasaan tersebut.
  2. Konsumsilah jenis makanan yang sehat dan seimbang dan kurangilah asupan makanan yang mengandung lemak dengan berlebihan.
  3. Kontrol atau kendalikan berat badan Anda.
  4. Berhenti merokok
  5. Melakukan olahraga dengan teratur
  6. Kelola stres Anda dengan baik dan dapatkan waktu istirahat yang cukup.
  7. Melakukan vaksinasi penyakit hepatitis B, untuk membantu melindungi Anda dari serangan virus-virus jenis penyakit hepatitis yang lain yang bisa membuat penyakit hati menjadi lebih semakin parah.

Hal yang harus Anda ketahui mengenai penyakit hepatitis B adalah terdapat paling tidak lebih dari sekitar 350 juta penduduk di dunia yang mengalami infeksi penyakit hepatitis B. Dan dalam setiap tahunnya hal ini bisa menyebabkan kurang lebih adalah sekiyat 1 juta kematian akibat penyakit ini. Dalam beberapa komunitas, cara penularan dari penyakit hepatitis b yang biasanya paling sering terjadi adalah lewat seorang ibu kepada anaknya disaat proses persalinan sedang berlangsung.

Untuk sebagian mereka yang menderita penyakit hepatitis B, mereka tidak menunjukkan suatu gejala khusus dan juga sebagian besar dari mereka tidak mengetahui bahwa penyakit hepatitis B ini disaat mereka sudah mulai terinfeksi virus hepatitis V. Namun, walaupun tidak menunjukkan suatu gekala virus ini akan membuat organ hati mengalami kerusakan.

Pengobatan Hepatitis B Kronik

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Hepatitis B Kronik

Hepatitis B Kronik – Penyakit Hepatitis B adalah penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Perjalanan penyakit terbagi dua yaitu akut dan kronik. Pada fase akut, pasien mengalami gejala infeksi (menjadi sakit) yang bisa sembuh atau berakhir fatal berupa kegagalan hati.

Hepatitis B Kronik

Hepatitis B Kronik

 Penyakit Hepatitis B

Sedangkan pada fase kronik pasien tidak terlihat sakit (tampak sehat) meski virus berada dalam tubuhnya. Dua pertiga pasien penyakit hepatitis B kronik adalah karier kronik (virus tidak menganggu hati) sementara sepertiga lainnya bersifat hepatitis aktif (virus berkembang biak mengganggu hati). Sebetulnya hati mempunyai kemampuan untuk memeperbaiki jaringan yang rusak, namun peradangan menahun oleh virus hepatitis B dapat mengakibatkan kerusakan permanen. Kerusakan permanen akan membuat jaringan parut pada hati yang dapat terjadi yang disebut karsinoma hepaotseluler.

Penyakit Hepatitis B ditularkan melalui darah yang terinfeksi virus atau cairan tubuh yang terkontaminasi oleh darah tersebut. Tranmisi penyakit dapat terjadi melalui kontak langsung lewat jarum suntik, tatto, tindik, pisau cukur, sikat gigi, melalu tranfusi darah, hubungan seksual dan saat persalinan dari ibu yang terinfeksi.

Kadar baiknya adalah infeksi penyakit hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin hepatitis B. Agar efektif, vaksin diberikan dalam 3 dosis (bulan I, II dan VI). Bagi pendrita hepatitis B kronik aktif, sudah tersedia pengobatan antivirus yang terbukti efektif dalam menekan jumlah virus hingga mencapai kesembuhan.

Pada saat ini, definisi hepatitis B kronik adalah adanya persistensi virus hepatitis B (VHB) lebih dari 6 bulan yang masih idisertai dengan viremia. Hepatitis B kronik merupakan maslaah kesehatan yang besar, terutama di Asia, karena di wilayah ini terdapat sedikitnya 75% dari seluruhnya 300 juta individu HBsAg positif menetap di seluruh dunia. Di Asia, sebagian besar penderita hepatitis B kronik mendapatkan infeksi pada masa perinatal. Kebanyakan penderita ini tidak mengalami keluhan ataupun gejala sampai akhirnya terjadi penyakit hati kronik.

Pada hepatitis B akut, tubuh berusaha melakukan eliminasi cirus hepatitis B (VHB) baik dengan mekanisme resepons imun nonspesifik dilaksanakan melalu aktivitas sel T sitolitik (CD8+) yang telah mengalami aktivitasi dan dapat menimbulkan lisis sel-sel yang terinfeksi. Di samping itu, dapat juga terjadi eliminiasi VHB intraseluler dengan mekanisme nonsitolitik.

Infeksi kronik VHB bukan disebabkan oleh gangguan produksi anti HBs. Buktinya, pada penderita hepatitis B kronik ternyata dapat ditemukan anti HBs, meskipun tidak bisa dideteksi dengan metode pemeriksaan biasa karena anti HBs bersembunyi dalam kompleks dengan HBsAg.

Diagnosis Penyakit Hepatitis B

Diagnosis dari penyakit hepatitis B kronik bisa ditegakkan dengan definisi yang sesuai yakni setelah 6 bulan dari terjadinya penyakit hepatitis B akut. Penyakit hepatitis B kronik biasanya seringkali agak susah untuk dicurigai namun jika hanya berdasarkan gejala yang dirasakan pasien. Hal ini disebabkan karena mereka biasanya mereka akan mengembangkan penyakit hepatitis B kronik adalah mereka yang mengalami beberapa sedikit gejala yang menandai dari timbulnya penyakit hepatitis B yang akut atau juga bahkan mereka yang sama sekali tidak merasakan gejala penyakit hepatitis B kronik.

Dan disamping itu juga, mereka yang menderita penyakit hepatitis B biasanya tidak akan menunjukkan gejala selama bertahun-tahun atau bahkan selama 3 dekade. Dan selama waktu ini, tes darah yang dilakukan pada pasien biasanya akan mengalami ketidaknormalan yang sifatnya ringan, mengalami suatu peradangan dan mengalami bekas luka parut serta organ hati yang sedikit lebih maju. Dan kadang, mereka yang mempunyai penyakit hepatitis b kronik yang sifatnya tidak aktif kemudian akan mengembangkan suatu pengaktifan kembali pada gejala penyakit hepatitis B akut, mempunyai tingkatan tes darah hati yang lebih tinggi dibandingkan peradangan penyakit hati.

Dan selain daripada itu, penyakit hepatitis B kronik juga bisa didiagnosis dari biopsi liver pada penderita penyakit hepatitis B kronik. Biopsi ini dilakukan dengan cara mengambil contoh atau sampel kecil dari jaringan hati, sampai tersebut diperiksa di daerah laboratorium tertentu dan dilihat secara mikroskopis. Tes ini merupakan suatu hal yang sangat penting karena sampai dari penderita penyakit hepatitis B kronik biasanya menunjukkan suatu tingkat kerusakan pada organ hati dan jumlah dari peradangan hati atau peradangan liver bahkan apabila jika sudah mengalami penyakit sirosis hati dengan biopsi. Biopsi hati biasanya bukan suatu kewajiban atau juga suatu keharusan dalam menegakkan diagnosa pendeirta penyakit hepatitis B, namun tetapi bipsi penyakit hati ini biasanya dilakukan untuk bisa memantau terjadinya perkembangan pada kerusakan hati penderita penyakit hepatitis B kronik.

Fase Hepatitis B

Perjalanan fase pada penyakit hepatitis B biasanya semuanya ini tergantung dari beberapa faktor yang akan mempengaruhi tingkat dari kekronisan penyakit tersebut. Misalnya adalah usia pasien dimana terjadinya infeksi virus hepatitis B yang sudah mulai menyerang, tingkat dari replikasi atau juga multipkasi penyakit hepatitis B virus dan juga suatu kemampuan dari sistem kekebalan tubuh seseorang untuk bisa mengendalikan atau mengontrol virus hepatitis B (VHB) tadi. Infeksi yang terjadi pada penyakit hepatitis B kronik biasanya bisa berkembang dari beberapa hal :

  1. Fase toleransi sistem imun tubuh pada virus
  2. Fase imun tubuh dalam melawan virus
  3. Fase virus hepatitis B istirahat atau tidur

Tahukah Anda dalam setiap tahunnya, paling tidak sekitar 1 juta orang meninggal dunia akibat dari penyakit hati yang serius yang disebabkan karena serangan infeksi penyakit hepatitis B kornik. Oleh karena itulah, Anda harus tetap mewaspadai penyakit ini dan usaha lakukan pencegahan dengan sebaik mungkin.

Hepatitis B Kronik

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Dampak Infeksi Hepatitis B

Dampak Infeksi Hepatitis B – Infeksi hepatitis B dapat memiliki salah satu dari empat Dampak Infeksi Hepatitis B dibawah ini :

1. Sakit ringan

Sekitar 2/3 orang yang terinfeksi virus hepatitis B mengalami sakit ringan dalam sakit ringan, tubuh bereaksi kuat terhadap infeksi dengan mengembangkan antibodi terhadap infeksi hepatitis B dan penyakit ini sembuh sepenuhnya antibodi yang dihasilkan setalah sakit ringan memberikan perlindungan seumur hidup terhadap infeksi di masa mendatang.

2. Hepatitis Akut

Sekitar ¼ orang yang terinfeksi virus hepatitis A mengembangkan hepatitis akut. Gejala-gejala hepatitis akut muncul sekitar 1-6 bulan setelah virus menginfeksi tubuh. Gejala-gejala hepatitis akut mencakup :

  • Penyakit kuning (jaundice)
  • Ruam pada kulit
  • Rasa sakit pada persendian
  • Peradangan pada ginjal dan pembuluh darah
  • Penyakit Anemia akibat depresi atau tekanan atas sumsum tulang yang adalah jaringan lunak tersepsialisasi di dalam tulang. Sumsum tulang penting bagi produksi dan pematangan sel-sel darah merah. Kecuali penyakit kuning, gejala lainnya kurang umum terjadi.

Kebanyakan orang yang mengidap infeksi hepatitis B akut pulih sepenuhnya dalam waktu 1-6 bulan. Namun, sekitar 1-6% orang bisa saja menderita sakit yang parah yang disertai oleh gagal ginjal. Risiko kematian sangat tinggi pada orang yang mengalami gagal ginjal.

Dampak Infeksi Hepatitis B

Dampak Infeksi Hepatitis B

3. Pembawa hepatitis B tanpa gejala

Asimtomatik sekitar 10% orang dewas yang terinfeksi virus hepatitis B tidak sanggup membersihkan virus dari dalam tubuh mereka. Proporsi anak-anak yang gagal membersihkan virus lebiih tinggi lagi. Dari mereka yang tidak membersihkan virus, sekitar 90% orang terus menunjukkan adnaya virus dalam darah mereka. Walaupun virus itu ada dalam darah, tidak tampak adanya gejala apapun dan karenanya orang yang demikian disebut pembawa tanpa gejala (asymptomatic carrier). Pembawa tanpa gejala tidak diperbolehkan mendonorkan darah. Namun mereka berada dalam risiko yang sangat rendah untuk menularkan penyakit ini kepada orang lain.

Sangat dianjurkan agar orang-orang yang mengalami kontak yang dekat dengan atau memiliki relasi seksual dnegan seorang pembawa tanpa gejala, menerima imunisasi aktif guna memastikan perlindungan penuh terhadap virus ini. Kondom harus digunakan oleh orang dalam semua kontak seksual baik yang tidak dilindungi oleh vaksinasi ataupun yang statuts kekebalannya tidak diketahui.

Sekitar 10% orang yang gagal membersihkan virus dari tubuh mereka memiliki sejumlah besar virus yang berkembang biak dan bertumbuh dengan sangat cepat. Beberapa tes darah yang spesifik dapat mendeteksi virus ini. Orang yang memiliki sejumlah besar virus mengalami sakit yang parah dan terkena hepatitis aktif kornis. Ini mungkin berkembang menjadi sirosis hati atau kadang kali, bahkan kanker hati. Sirosis hati adalah istilah yang digunakan untuk hati yang cedera dan terluka secara permanen. Jaringan parut yang terbentuk pada hati mempengaruhi sturktur hati dan menghambat aliran darah yang melaluinya. Perubahan struktur normal hati ini akan mempengaruhi semua fungsinya.

Hepatitis aktif kronis berkembang pada 90-95% bayi baru lahir yang teirnfeksi dan sekitar 30% anak-anak yang terinfeksi. Sekitar 1-10% orang dewasa yang terinfeksi kemungkinan besar terkena hepatitis kronis aktif. Risikonya kini semakin umum pada orang dewasa yang memiiliki mekanisme pertahanan alami yang lemah karena masalah kesehatan lain, sepeerit kanker darah, gagal ginjal, mereka yang pernah menerima transplantasi organ, kaum homoseksual, orang yang menderita AIDS, dan orang yang menerima obat-obatan seperti steroid.

4. Kanker hati

Dampak Infeksi Hepatitis B kronis akibat infeksi hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati. Ini terjadi lebih umum pada orang Asia dan orang yang terkena infeksi sewaktu bayi atau kanak-kanak. Risiko kanker hati meningkat pada perokok dan pengonsumsi alkohol.

Faktor Resiko Hepatitis C

Faktor resiko seseorang bisa mengalami penyakit hepatitis kronik adalah ;

  1. Hubungan seksual yang dilakukan tanpa menggunakan pengaman atau kondom dan melakukannya dengan beberapa pasangan.
  2. Melakukan hubungan sesual dengan seseorang yang mengalami infeksi penyakit hepatitis B
  3. Berbagi jarum suntik saat sedang mengonsumsi narkotika jenis intravena.
  4. Berbagi pada peralatan makan serta minum
  5. Menerima hemodialisis untuk stadium akhir pada penyakit ginjal.
  6. Perjalanan ke daerah yang tingkat resiko penyakit hepatitis B-nya sangat tinggi misalnya adalah ke negara Afria, Afrika Tengah dan juga Asia Tenggara serta Eropa Timur.

Biasanya dokter akan menganjurkan penderita penyakit hepatitis B yang mempunyai resiko untuk menularkan untuk melakukan perjalanan pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah ini dilakukan meliputi HbsAg atau antigen hepatitis b, anti-HBs sebagai penanda antibodi pada hepatitis B, dan anti-HBc. Anda bisa melakukan konsultasi langsung dengan dokter Anda mengenai hasil dari tes darah yang Anda lakukan dan kemudian mengkonfirmasi diagnosa,

Jika Anda menderita penyakit hepatitis B yang sifatnya adalah penyakit ini berumur pendek dan bisa hilang dengan sendirinya kemungkinan Anda tidak membutuhkan pengobatan. Dan sebaliknya jika Anda mengalami beberapa gejala alami disaat tubuh sedang melawan infeksi yang terjadi, dokter biasanya akan menganjurkan untuk melakukan tindak lanjut pada tes darah untuk bisa memastikan virus ini sudah meninggalkan tubuh Anda.

Pengobatan Hepatitis C

Pengobatan pada penyakit hepatitis B kronik adalah ;

  1. Penggunaan obat jenis antivirus
  2. Dan transplantasi hati.

Jika Anda ingin melakukan perjalanan, maka sebaiknya adalah menayakan terlebih dahulu mengenai vaksin hepatitis B sebelum Anda melakukan perjalanan.

Dampak Infeksi Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Virus Penyakit Hepatitis B

Virus Penyakit Hepatitis B – Berdasarkan penyebabnya, hepatitis dibedakan menjadi dua kelompok yaitu hepatitis virus dan hepatiti nonn virus. Hepatitis virus merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus. Sejauh ini ada tujuh tipe virus yang sudh diketahui dapat menginfeksi sel-sel hati yaitu virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC) dan jenis virus hepatitis lainnya.

Virus Penyakit Hepatitis B

Virus Penyakit Hepatitis B

Infeksi hepatitis B virus (HBV) merupakan masalah dunia karena virus ini menyebar ke seluruh penjuru dunia. Saat ini ada sekitar 2 milyar orang yang terinfeksi virus hepatitis B. Dari jumlah tersebut, sebanyak 360 juta di antaranya menderita hepatitis kronis, dan 470.000-520.000 menigggal akibat sirosis hati atau kanker hati. Karena demikian erat hubungan antara infeksi HBV dan kejadian kanker hati, virus hepatitis B dikategorikan sebagai carsinogen (merangsang sel hati menjadi sel ganas).

 Penyakit Hepatitis B

Virus hepatitis B pertama kali ditemukan oleh Blumberg dkk. Pada tahun 1965 untuk mengetahui keadaan klinis pasien yang terserang infeksi hepatitis B, kita perlu mengenal bagian demi bagian komponen virus hepatitis B tersebut.

Virus hepatitis B terdiri atas :

1. Bagian luar diberi nama HBsAg (hepatitis B surface antigen)
2. Bagian tengah diberi nama HBeAg (hepatitis B e antigen)

Apabila seseorang tertular virus hepatitis B, maka keluhannya baru muncul (masa inkubasi) 2-3 bulan kemudian. Untuk memastikan adanya hepatitis, perlu periksa darah untuk melihat peningkatan kadar GOT dan GPT (secara sederhanaan peningkatan kedua enzim tersebut dinamakan hepatitis).

Untuk memastikan bahwa penyebab hepatitis adalah virus hepatitis B, maka perlu periksa HBsAg. Bila hasilnya positif, orang tersebut menderita hepatitis B. Apabila HBsAg masih positif dalam kurun > 6 bulan sejak infeksi akut, maka dikatakan orang tersebut menderita hepatitis B kronis. Hepatitis B kronis sendiri dapat berupa dua bentuk penampilan, yaitu hepatitis B carrier inaktif atau hepatitis B aktif.

Seseorang yang menderita hepatitis B carrier, pada umumnya berpenampilan biasa alias sehat-sehat saja. Namun demikian, individu tersebut dapat menularkan penyakitnya pada orang lain. Walaupun kemungkinannya kecil, hepatitis B carrier dapat berubah karakternya menjadi bentuk hepatitis B aktif. Sementara individu yang terserang hepatitis B kronis aktif, dalam perjalanan ke depan penyakitya berisiko menjadi sirosis hati atau kanker hati.

Pemeriksaan Penyakit Hepatitis B

Berbagai ragam bentuk perjalanan klinis infeksi hepatitis yaitu bisa berupa hepatitis akut, sembuh atau berlanjut menjadi hepatitis B carrier inaktif, hepatitis kronis inaktif, atau berlanjut menjadi kanker hati atau sirosis hati. Untuk memastikan adanya infeksi VHB dan sejauh mana bentuk klinis infeksi hepatitis tersebut, diperlukan beberapa pemeriksaan berikut :

1. Wawancara dan pemeriksaan fisik

Hepatitis B secara awam lazim disebut sebagai penyakit kuning, tidak selalu menampakkan warna kuning di matanya (konjungtiva). Pada penyakti hepatitis B, mata kuning dijumpai pada sepertiga kasus. Untuk lebih mengarah pada diagnosis hepatitis B, perlu digali mengenai riwayat transfusi darah, hemodialisis, apakah ibu dan anak pernah menderita hepatitis B dan juga mempertanyakan kebiasaan-kebiasaan seperti hubungan seks bebas dan pemakaian narkoba suntik sebelumnya. Didukung dengan pemeriksan fisik yang teliti untuk melihat kemungkinan tanda klinis, sepeti mata kuning, penemuan adanya pemebsaran hati, pembengkakan perut dan kaki, dsb.

2. Pemeriksaan fungsi hati

Organ hati mengemban berbagai macam tugas, seperti fungsi sintesis, ekskresi, detoksifikasi dan penyimpan cadangan energi. Gangguan organ hati entah disebabkan oleh penyakit apapun termasuk infeksi hepatitis B dengan sendirinya akan mempengaruh fungsi hati.

3. Pemeriksaan Serologi

Tidak semua pemeriksaan serologi mutlak diterapkan pada seseorang yang dicurigai menderita hepatitis B. Manfaat pemeriksaan ini adalah untuk mendiagnosis adanya infeksi VHB dan memastikan sejauh manan infeksi VHB berada pada keadaan infeksi akut, kronis atau telah sembuh. Berikut jenis pemeriksaan serologi pada infeksi VHB.

  • Pemeriksaan HBsAg. Pemeriksaan ini memastikan apakah seseorang menderita hepatitis B atau tidak. Hasil pemeriksaan hepatitis B positif memastikan bahwa seseorang menderita infeksi VHB. Peneriksaan HBsAg positif yang menetap lebih dari 6 bulan disebut sebgai infeksi VHB kronis.
  • Anti HBs. Meningkatnya kadar anti HBs memperlihatkan bahwa seseorang memiliki kekebalan alami atau pernah mendapatkan vaksinasi hepatitis B. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan bersama-sama dengan HBsAg ketika seseorang perlu atau tidak mendapatkan vaksin hepatitis B. Seseorang dengan hasil HBsAg negatif dan tidak ada kadar HBs (atau titer kurang dari 10 UI/ml), memberikan arti bahwa orang tersebut tidak sedang menderita infeksi VHB dan tidak memiliki perlindungan terhadap VHB sehingga ia perlu mendapatkan vaksin hepatitis B. Namun, bila seseorang telah memiliki kadar anti HBs tinggi, lebih dari 100 UI/ml, ia tidak perlu mendapatkan vaksinasi hepatitis B.

Untuk melakukan pencegahan pada penyakit hepatitis B salah satu hal yang bisa dilakukan adalah sebaiknya Anda berhenti menggunakan jenis obat-obatan yang terlarang. Jika Anda menggunakan obat-obatan terlarang jenis narkotika sebaiknya hentikanlah. Jika Anda masih belum bisa berhenti, maka disaat Anda menggunakan obat-obatan jenis intravena jangan pernah berbagi jarum suntik bersama dengan orang lain. Selain itu juga, Anda harus lebih berhati-hati dalam body piercing atau juga tato. Anda harus memilih toko yang aman dan juga steril alat piercing dan suntik tatonya. Ajukan pertanyaan lebih dulu bagaimana cara alat tersebut dibersihkan. Dan pastikan bahwa karyawan menggunakan jarum yang sudah disterilkan.

Virus Penyakit Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Vaksin Penyakit Hepatitis B – Macam vaksin demikian diperoleh melalui proses rekayasa genetik, misalnya vaksin hepatitis B, vaksin tifoid dan rotavirus. Vaksin hepatitis B dihasilkan dengan cara memasukkan suatu segmen gen virus hepatitis B ke dalam gen sel ragi. Sel ragi yang telah diubah ini kemudian menghasilkan antigen permukaan hepatitis B murni.

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Virus-like particle vaccina atau vaksin yang dibuat dari partikel yang mirip dengan virus, contohnya adalah vaksin Human papilloma virus (HPV) tipe 16 untuk mencegah kanker leher rahim. Antigen diperoleh melalui protein virus HPV yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan struktur yang mirip dengan seluruh struktur HPV (atau dikenal sebagai pseudo-particles of HPV tipe 16).

Imunisasi Vaksin Penyakit Hepatitis B  merupakan imunisasi yang digunakan untk mencegah terjadinya penyakti hepatitis. Kandungan vaksin ini adalah HBsAg dalam bentuk cair. Frekuensi pemberian imunisasi hepatitis sebanyak 3 kali dan pengutanya dapat diberikan pada usia 6 tahun. Waktu pemberian imunisasi hepatitis B ini diberikan melalui intramuskular. Angka kejadian hepatitis B pada anak balita juga sangat tinggi dalam mempengaruhi angka kesakitan dan kematian balita.

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Vaksin Penyakit Hepatitis B aktif dilakukan dengan cara pemberian suntikan dasar sebanyak tiga kali dalam jarak waktu satu bulan antara suntikan satu dan dua, lima bulan antara suntikan dua dan tiga. Imunisasi ulang diberikan setelah lima tahun pasca imunisasi dasar. Cara pemberian imunisasi dasar tersebut dapat berbeda, tergantung dari rekomendasi pabrik pembuat vaksin hepatitis B mana yang akan dipergunakan. Misalnya imunisasi dasar vaksin hepatitis B buatan Pasteur, Perancis berbeda dengan jadwal vaksinasi buatan.

Khusus bayi yang lahur dari seorang ibu pengidap virus hepatitis B, harus diberikan imunisasi pasif dengan imunoglobulin anti hepatitis B dalam waktu sebelum berusia 24 jam. Berikutnya bayi tersebut harus pula mendapat imunisasi aktif 24 jam setelah lahir dengan penyuntikkan vaksin hepatitis B dengan pemberian yang sama seperti biasa.

Daya proteksi Vaksin Penyakit Hepatitis B cukup tinggi yaitu berkisar antara 94-96%. Vaksinasi hepatitis B dapat diberikan pada ibu hamil dengan aman dan tidak akan membahayakan janin. Bahkan memberikan perlindungan kepada janin selama dalam kandungan ibu maupun kepada bayi selama beberapa bulan setelah lahir.

Vaksin hepatitis B plasma diproduksi dari plasma pengidap HBsAg dengan lititer tinggi. HBsAg dimurnikan dengan cara ultrasentrifungsi. Selanjutnya diberikan perlakuan untuk menghilangkan sisa-sisa bahan hidup yang mungkin masih tertinggal dengan pemberian enzim proteolitik, perlaukan dengan urea dan terakhir dengan pemberian formaldehid. Dengan plasma tersebut secara teoritik semua bahan hidup (virus) akan mati.

Pengobatan Penyakit Hepatitis B

Tujuan yang paling utama dari terapi pengobatan penyakit hepatitis B pada orang dewasa adalah untuk bisa mencapai supresi dari DNA virus. Dan dari jenis terapi yang biasanya diberikan bsia berupa immunodulator dalam bentuk interferon alfa, maupun juga analog dari nukleosida misalnya adalah seperti lamivudin, entecavir, telbivudin, adefovir, tenovovir.

Pada penyakit hepatitis B, komplikasi yang terjadi dari penyakit hepatitis B adalah infeksi virus hepatitis B pada orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang intak yang bisa mengakibatkan dari terjadinya infeksi akut dan dengan 1-5% pada kasus hepatitis B yang bisa menjadi kronik. Dan sebaliknya95% kasus neonatus yang terjadi biasanya akan berubah menjadi penyakit hepatitis B kroni. Pada orang dewasa, kegagalan hati fulminan akibat dari penyakit hepatitis B yang akut yang terjadi kurang dari 1% kasus. Dan survibal spontan yang terjadi pada gagal hati akut akibat dari penyakit hepatitis B adalah sebesar 20%. Infeksi dari penyakit hepatitis B yang disebut sebagai kronik jika mengalami HbsAg dalam suatu serum positif yang lebih dari sekitar 6 bulan. Dan sekitar ¼-1/3 pasien dengan kasus infeksi penyakit hepatitis B kronik yang akan mengalami penyakit hati yang sifatnya progresif. Infeksi yang terjadi pada bayi sekitar 90% yang biasanya cenderung berubah menjadi penyakit hepatitis kronik, sedangkan infeksi yang terjadi pada anak usia 1-5 tahun dengan kasus sebesar 30-50% yang akan berubah menjadi lebih kronik. Penyakit hepatitis B kronik yang bisa menjadi sirosis hati dan juga penyakit hepatoma. Kasus ini terjadi sekitar 25
% pasien dengan kasus meninggal akibat dari penyakit hepatitis atau hepatoma.

Pencegahan yang terjadi dari penyakit infeksi virus hepatitis B yang bisa dilakukan adalah lewat non-imunisasi dan juga imunisasi. Pencegahan dalam bentuk non imunisasi bisa dilakukan dengan cara, seperti menghindari kontak dengan darah atau juga cairan tubuh pasien yang lain yang sudah terinfeksi dengan penyakit hepatitis B. Sebaiknya jangan menggunakan jaruk suntik atau alat kedokteran yang tidak steril, hindarilah hubungan seksual yang tidak aman tanpa menggunakan kondom, serta melakukan pencegahan yang lainnya. Imunisasi dari penyakit hepatitis B yang biasanya terdiri dari 2 bentuk, imunisasi yang pasif dan juga imunisasi yang aktif.

Vaksin penyakit hepatitis B adalah vaksin yang termasuk aman. Biasanya tidak akan menimbulkan suatu efek seperti nyeri pada tempat injeksi, demam, rekasi anafilaksis, dan juga Sindrom Guillan-Barre. Reaksi dari penyakit alergi dari terjadinya suatu komponen vaksin yang termasuk ke dalam thimerosal yang merupakan salah satu bentuk kontraindikasi dalam pemberian vaksin.

Itulah informasi mengenai penyakit hati hepatitis B dan vaksin penyakit hepatitis B. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis B Kronik

Penyakit Hepatitis B Kronik – Bila proses eliminasi virus berlangsung efisien, infeksi VHB dapat diakhiri; sedangkan bila proses tersebut kurang efisien, akan terjadi infeksi VHB menetap. Proses eliminasi VHB oleh respons imun yang tidak efisien dapat disebabkan oleh faktor viral ataupun faktor inang.

Penyakit Hepatitis B Kronik

Penyakit Hepatitis B Kronik

Penyakit Hepatitis B Kronik

Faktor viral antara lain :

  • Terjadinya imnuotoleransi terhadap produk VHB
  • Hambatan terhadap CTL yang berfungsi melakukan lisis sel-lse terinfeksi
  • Tejradimya mutan VHB yang tidak memproduksi HBeAg
  • Intergrasi genom VHB dalam genom sel hati

Faktor inang antara lain :

  • Faktor genetik
  • Kurangnya produksi IFN
  • Adanya antobodi terhadp antigen nukleokapsid
  • Kelainan fungsi limfosi
  • Respons antiidiotipe
  • Faktor kelamin atau hormonal

Salah satu contoh peran imunitoleransi terhadap produk VHB dalam menimbulkan persistensi VHB adalah mekanisme persistensi infeksi VHB pada neonatus yang dilahirkan oleh ibu HBsAg dan HBeAg yang masuk ke dalam tubuh janin sebelum invasi HVB, sedangkan persistensi pada usia dewasa diduga disebabkan oleh kelelahan sel T karena tingginya kadar partikel virus.

90% indivdu yang mendapat infeksi sejak lahir akan tetap HBsAg positif sepanjang hidupnya dan menderita hepatitis B kronik. Sementara itu, hanya 5% individu dewasa yang mendapat infeksi yang akan mengalami persistensi infeksi. Persistensi VHB menimbulkan dan respons imun tubuh. Interaksi antara VHB dengan repson imun tubuh (terhadap VHB) sangat besar perannya dalam menentukan derajat keparahan hepatitis.

Dulu perjalanan penyakit hepatitis B kronik dibagi menjadi 3 fase penting yaitu fase imunotoleransi, fase imunoaktif atau fase immun clearance dan fase inactive carrier atau fase residual. Sekarang menurut pengertian yang terbaru ada 4 fase penting dalam perjalanan penyakit hepatitis B kronik, yaitu fase imunotoleransi, fase imunoaktif, atau fase immun clearance dan fase inactive carrier atau fase residual ditambah satu fase lagi yaitu fase reaktivasi.

Fase Penyakit Hepatitis B

Fase Penyakit hepatitis B kronik HBeAg positif dan fase reaktivasi dinakan juga fase hepatitis kronik HBeAg negatif. Pada sekitar 20-30% penderita hepatitis B kronik dalam fase residual dapat mengalami reaktivasi dan menyebabkan kekambuhan.

Dalam fase residual, replikasi VHB sudah mencapai titik minimal dan peneliatian menunjukkan bahwa angka harapan hidup pada penderita dengan anti HBe positif lebih tinggi dibandingkan dengan penderita HBeAg positif. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hepatitis B menjadi tenang, justru risiko untuk terjadi karsinoma hepatoselular (KHS) mungkin justru meningkat.

Perbedaan antara penyakit hepatitis B dan penyakit hepatitis akut adalah jika penyakit hepatitis B akut merupakan penyakit hepatitis yang terjadi dengan singkat, namun untuk penyakit hepatitis B kronik merupakan penyakit hepatitis yang tahan lebih lama. Pada infeksi penyakit hepatitis B akut biasanya akan berlangsung kurang dari 6 bulan. Dan jika penyakit hepatitis B ini sifatnya akut, maka sistem kekebalan tubuh akan bisa membersihkan virus dari dalam tubuh dan Anda sudah harus bisa sembuh dalam waktu beberapa bulan.

Dan kebanyakan dari orang dewasa yang menderita penyakit hepatitis biasanya akan mengalami infeksi akut. Infeksi pada penyakit hepatitis B yang kronik biasanya akan berlangsung selama kurang lebih akan terjadi selama enam bulan atau juga bahkan lebih. Disaat sistem kekebalan tubuh seseorang tidak bisa melawan virus, infeksi dari penyakit hepatitis B biasanya akan menetap menjadi seumur hidup dan bahkan mungkin juga akan menimbulkan penyakit yang lebih serius lagi misalnya adalah seperti penyakit sirosis hati dan penyakit kanker hati. Kebanyakan dari bayi yang mengalami infeksi pada penyakit infeksi hepatitis B saat lahir dan ada juga anak usia antara 1-5 tahun yang mengalami infeksi kronik. Ifeksi kronik yang terjadi nmungkin tidak akan terdeteksi selama beberapa dekade sampai pada akhirnya mereka mengalami sakit yang parah.

Komplikasi yang terjadi pada penyakit hepatitis B kronik adalah :

  1. Munculnya jaringan parut pada hati atau mengalami penyakit sirosis hati. Infeksi pada penyakit hepatitis B yang bisa mengakibatkan terjadinya peradangan yang pada akhirnya akan menimbulkan jaringan parut yang lebih luas dimulai dari hati. Jaringan parut yang terletak dihati akan membuat kemampuan hati dalam berfungsi bisa terganggu.
  2. Penyakit kanker hati. Orang yang mengalami infeksi penyakit hepatitis B kronik biasanya akan mempunyai suatu peningkatan dalam resiko mengalami penyakit kanker hati.
  3. Gagal hati. Kegagalan hati yang sifatnya akut adalah suatu kondisi dimana ada beberapa fungsi-fungsi vital dari mulai hati ditutup. Disaat itu terjadi, biasanya pengobatan yang perlu dilakukan adalah dengan transplantasi hati untuk bisa mempertahankan kehidupan.
  4. Infeksi penyakit hepatitis D. Siapa saja yang terinfeksi oleh penyakit hepatitis B kroni juga akan rentan untuk mengalami infeksi pada strain virus hepatitis lain misalnya adalah hepatitis D. Anda tidak bisa terinfeksi penyakit hepatitis D terkecuali jika pernah mengalami penyakit hepatitis B. Dan setelah penyakit hepatitis B dan juga penyakit hepatitis D yang akan membuat resiko kemungkinan dari terjadinya penyakit ini dan bisa mengembangkan penyakit hepatitis.
  5. Sakit ginjal. Infeksi yang terjadi pada penyakit hepatitis B biasanya akan menimbulkan suatu masalah sakit ginjal yang pada akhirnya bisa mengakibatkan penyakit gagal ginjal. Anak-anak yang mempunyai resiko lebih cepat pulih dan sehat dari sakit ginjal dibandingkan oleh orang dewasa yang bisa mengalami suatu kemungkinan penyakit ginjal.

Penyakit Hepatitis B Kronik

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B surface antigen (HbsAg) merupakan petanda infeksi VHB yang dapat dideteksi 2 minggu-2 bulan sebelum ada gejala klinik. Umumnya HBsAg ini bertahan selama 2-3 bulan dan sifatnya menular. Bila HBsAg positif menandakan adanya infeksi VHB akatif, akut atau kronik. Adanya HBsAg dalam darah diikuti dengan peningkatkan aktifitas SGPT kemudian SGOT. Penurunan aktifitas enzim ini diikuti dengan penurunan titer HBsAg. Selain HBsAg juga dapat dijumpai DNA polimerase.

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Akhir-akhir ini dikembangkan pemeriksaan HBsAg secara kuantitatif yang dipergunakan untuk Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B monitoring pasien dengan hepatitis B kronik dalam pengobatan maupun tanpa pengobatan. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi carrier in aktif dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

Infeksi dengan virus penyakit hepatitis B umumnya akan menimbulkan HbeAg dan anti-HBe. HbeAg terdeteksi setelah timbul HBsAg. Titer HBsAg dan HBeAg meningkat tajam pada saat infeksi akut yang menunjukkan replikasi virus. Serokonversi HBeAg menjadi anti-HBe merupakan petanda infeksi teratasi dan menunjukkan daya infeksi yang berkurang. HBeAg dapat dijumpai bersamaan dengan HBsAg dan biasanya disertai dengan DNA VHB dan DNA polimerase.

Anti HBc

Pasca infeksi virus hepatitis B, didapatkan antiHbc merupakan antibodi terhadap antigen core yang terdapat pada sel hati. Dikenal 2 macam antuHBc yaitu anti HBc IgM dan anti Hbc total. Wwaktu antara hilangnya HBsAg dengan terbentuknya antiHBs disebut window period ( perode jendela). Window period ini bisa terjadi beberapa minggu, bulan atau tahun dan pada keadaan ini anti-HBc IgM positif. Unutk mengetahui adanya infeksivirus hepatitis B bila HBsAg dan anti-HBs negatif, perlu dilakuakn pemeriksaan anti HBc IgM unutk mamstikan apakh individu tersebut telah terpapar VHB.

Pada pasien tidak mempunyai informasi bahwa dia terpapar VHB dapat diketahui dengan memeriksa anti-HBc total, bila positif berarti terdapat 2 kemungkinan yaitu penderita dalam keadaan infeksi aktif atau imun/sembuh.

Anti HBs

Anti HBs adalah antibodi golongan IgG terhadap HBsAg yang timbul setelah terpapar virus hepatitis B atau setelah vaksinasi hepatitits B yang bersifat protektif. Antibodi yang timbul terhadap determinat a dari VHB adalah subtipe d, y, w1-w4, r dan q. Pada pasien yang mendapatkan vaksinasi hepatitis perlu permeriksaan anti HBs untuk mengetahui keberhasilan vaksinasi (kekebalan). Pada vaksinasi bila kadar anti-HBs < 20 mIU/ml dianggap non reaktif sedangkan kadar anti-HBs > 10mIU/ml dianggap reaktif.

Pemeriksan DNA Virus Hepatitis B

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B dilakukan dengan metoda molekuler yaitu metode PCR. Hasil pemeriksaan dapat dilaporkan secara kuantitatif maupun kualitatif.

Dikenal 2 macam cara pencegahan yaitu dengan hepatits B immune globulin (HBIG) dan hepatitis B vaksin. Penggunaan HBIG adalah pencegahan pasif untuk sementara waktu, sedangkan penggunaan vaksin hepatitis B untuk mencegah infeksi VHB secara aktif dan mendapatkan imunitas dalam jangka waktu yang lama. Hubungi dokter anda untuk pencegahan infeksi VHB.

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B

  • Tidak menjadi donor darah, organ atau sperma.
  • Tidak memakai sikat gigi atau alat cukur bersama
  • Pasangan seksual dianjurkan vaksinasi
  • Menggunakan kondom bila pasangan tidak divaksinasi
  • Membersihkan tetesan darah dengan menggunakan larutan hipoklorit

Bagaimana pencegahan infeksi VHB ?

  • Memeriksa HBsAg untuk darah dan produk darah yang ditransfusikan
  • Memusnahkan semua jarum habis pakai
  • Menjalankan universal precautions seperti penggunaan alat yang steril, menggunakan sarung tangan dan penutup mata serta wajah untuk menghindari terpaparnya VHB pada waktu melakukan sentrifugasi di dalam laboratorium
  • Melakukan vaksinasi hepatitis B

Mencegah Penyakit Hepatitis B

Cara yang bisa dilakukan dalam mengurangi resiko tertular penyakit hepatitis B adalah dengan melakukan beberapa hal dibawah ini :

  1. Anda harus mengetahui status dari penyakit hati hepatitis B pada setiap pasangan seksual Anda. Sebaiknya tidak terlibat dalam melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman atau kondom keciali jika Anda sudah benar-benar meyakini bahwa pasangan Anda tidak terinfeksi penyakit hepatitis B atau juga penyakit menular seksual yang lain.
  2. Menggunakan kondom berbahan dasar lateks atau poliuretan yang baru disaat Anda akan melakukan hubungan seksual. Jika Anda tidak mengetahui status dari kesehatan pasangan Anda, maka sebaiknya gunakanlah kondom yang berbahan dasar lateks setiap kali Anda akan melakukan kontak seksual dengan pasangan. Ingatlah walaupun kondom bisa membantu mengurangi resiko penyakit hepatitis B namun mereka tidak akan bisa menghilangkan resiko yang terjadi semuanya.
  3. Jangan menggunakan obat-obatan narkotika apalagi jenis intravena atau yang disuntikkan.
  4. Jika Anda melakukan body piercing atau juga tato sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu mengenai jarum suntik yang hendak digunakan apakah aman atau tidak, apakah steril atau tidak.
  5. Melakukan vaksin sebelum bepergian ke negara atau ke tempat yang resiko penyakit hepatitisnya tinggi. Misalnya adalah tempat pedalaman yang masyarakatnya menderita penyakit hepatitis dengan kasus yang tinggi dan jika Anda pergi ke negara berkembang dengan kasus hepatitis tinggi.
  6. Mengonsumsi jenis makanan yang tidak mengandung lemak tinggi, konsumsilah jenis makanan yang mengandung buah dan juga sayuran yang mengandung vitamin, mineral dan juga mengandung serat tinggi untuk mengembalikan fungsi jantung menjadi lebih sehat lagi.

Diagnosis dan Pencegahan Infeksi Penyakit Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Penularan Hepatitis B

Cara Penularan Hepatitis B – Infeksi penyakit hepatitis B kornik sedikitnya diderita oleh 300 juta orang di seluruh dunia. Di Eropa dan Amerika 15-25% penderita hepatitis B kronik akan meninggal karena proses hati atau kanker hati primer. Penelitian yang dilakukan di Taiwan pada 3.654 pria Cina yang HBsAg positif bahkan mendapatkan angka yang lebih besar, yaitu antara 40-50%.

Cara Penularan Hepatitis B

Cara Penularan Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Cara Penularan Hepatitis B bahkan bahaya tingkat penularannya 100 kali lebih cepat dibanding dengan virus HIV. Ada 2 golongan cara penularan infeksi VHB, yaitu penularan horinzontal dan penularan vertikal. Cara penularan horizontal terjadi dari seorang pengidap infeksi VHB kepada individu yang masih rentan di sekelilinginya. Penularan horinzontal dapat terjadi melalui kulit atau melalui selaput lendir, sedangkan penularan vertikal terjadi dari seorang pengidap yang hamil kepada bayi yang dilahirkannya.

1. Cara Penularan Hepatitis B melalui kulit

Penularan ini terjadi jika bahan yang mengandung partikel virus hepatitis B (HBsAg) masuk ke dalam kulit. Contohnya, kasus penularan terjadi akibat transfusi darah yang mengandung HBsAg positif, hemodialisis (cuci darah) pada penderita gagal ginjal kronik, serta melalui alat suntik yang tidak steril, seperti penggunaan jarum suntik bekas, jarum akupuntur yang tidak steril, alat tato, alat cukur dan yang saat ini merupakan cara penularan terbanyak adalah melalui penyuntikan narkoba secara bergantian.

Virus hepatitis B tidak bisa menembus pori-pori kulit, tetapi dapat masuk melalu kulit yang terluka dan mengalami kelainan dermatologik.

2. Cara Penularan Hepatitis B melalui selaput lendir

Penularan dapat terjadi melalui mulut (peroral) yaitu jika bahan yang mengandung virus mengenai selaput lendir mulut yang terluka, misalnya karena peradangan mulut atau sesudah mencabut gigi dan bisa juga melalui ciuman. Selain itu, penularan virus hepatitis B dapat melalui selaput lendir alat kelamin (seksual) akibat berhubungan seksual dengan pasangan yang mengandung HBsAg positif yang bersifat infeksius, baik dengan pasangan heteroseksual maupun homoseksual.

3. Cara Penularan Hepatitis B vertika (penularan perinatal)

Merupakan penularan VHB dari ibu yang menderita hepatiti B akut atau pengidap hepatitis B kronis kepada bayinya pada saat dalam kandungan (masa kehamilan) atau sewaktu persalinan. Jika infeksi hepatitis akut terjadi pada masa kelamilan trisemester pertama dan kedua, umumnya penularan jarang terjadi. Namun, jika hepatitis akut terjadi pada masa kehamilan trisemester ketiga maka penularan lebih sering terjadi. Penularan dari ibu pengidap hepatitis B kornis kepada bayinya mengidap hepatitis B kronis. bayi yang terinfeksi tersebut mungki menderita hepatitis akut atau lebih sering terjadi adalah akan berkembang menjadi infeksi yang menetap dan menjadi kronik.

Pengobatan Penyakit Hepatitis B

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit hepatitis B adalah dengan menggunakan interferon. Interferon (IFN) adalah salah satu unsur di dalam sistem kekebalan tubuh yang alami yang bisa membentuk daya antivirus, antipoliferatif, dan juga immunodulasi yang biasanya akan terbentuk dari rangsangan pada virus atau juga pada jenis mitogen yang lainnya. Dalam kasus penyakit hepatitis virus yang akut biasanya akan terjadi suatu peningkatan pada interferon, namun hal ini tidak akan terjadi untuk penyakit hepatitis fulminan akut dan juga penyakit hepatitis kronik khususnya adalah untuk penyakit hepatitis B.

Terapi menggunakan interferon untuk penyakit hepatitis B ini mempunyai tujuan unutk membantu menghambat replikasi dari virus hepatitis B, dengan menghambat nekrosis dan juga dalam mencegah terjadinya transformasi maligna yang ada di dalam sel hati. IFN ini diberikan dengan suatu indikasi yang paling utama adalah HbeAg dan juga HBV-DNA yang positif dan juga adanya penyakit hepatitis kronik aktif. Respon yang terjadi pada IFN bisa dalam bentuk respon yang sementara, respon yang tidak lemgkap dan juga respon yang lengkap.

IFN akan berkerja lebih efektif jika digunakan dengan dosis 510 MU/kali 3 kali dalam seminggu dan paling tidak sedikitnya bisa diberikan selama kurang lebih 3 bulan. Keberhasilan dari terapi Interferon ini terhadi sekitar pada 1/3 kasus penyakit hepatitis B kronik. Hasil yang paling baik adalah jika terapi IFN ini diberikan sedini mungkin, yakni pada fase replikasi aktif dari virus B. IFN lebih efektif lagi jika diberikan pada pengidap yang mengalami infeksi di usia dewasa dibandingkan pada usia anak-anak.

Faktor lainnya yang juga turut berperan dalam keberhasilan dari IFN adalah jenis kelamin, kadar transminase serum sebelum dan juga selama proses terapi sedang berlangsung, kadar dari HBV-DNA sebelum terapi dan adanya suatu antibodi pada kasus penyakit HIB dan HDV. Untuk membantu meningkatkan rangsangan dari terapi, maka Anda bisa melakukan kombinasi dari IFN dengana menggunakan anti virus misalnya adalah seperti ARA-A, ARA-AMP atau juga acyclovir. Penggunaan dari IFN jenis beta dan gama baik digunakan dengan tunggal, dan juga kombinasi dari keduanya atau dalam menggunakan steroid yang sedang dalam evaluasi.

Jika Anda menderita penyakit hati hepatitis B, maka Anda harus memberitahu kepada orang terdekat yang Anda percaya dan bisa memahami serta bisa mendukung Anda. Hal ini merupakan suatu hal yang sangat penting. Maka luangkanlah waktu Anda untuk bisa menceritakan kepada siapa mengenai apa yang Anda alami. Anda tidak perlu memberitahu ke semua orang yang Anda kenal bahwa Anda menderita penyakit hepatitis B, dan sebaiknya Anda melakukan pencegahan untuk menghindari penularan pada orang lain.

Cara Penularan Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Virus Penyebab Hepatitis B

Virus Penyebab Hepatitis B – Hepatitis B tipe ini disebut juga hepatitis serum atau hepatitis inkubasi panjang. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB) yang termasuk dalam golongan Hepadna viridae, yaitu golongan virus yang hanya dapat menginfeksi manusia dan simpanse.

Virus Penyebab Hepatitis B

Virus Penyebab Hepatitis B

Penyebab Penyakit Hepatitis B

Virus Penyebab Hepatitis B merupakan virus DNA berukuran 42 nm, terdiri atas inti pusat yang dikelilingi lapisan lipoprotein yang berisi antigen permukaan VHB (HBsAg). Jika dalam darah terdeteksi HBsAg, berarti positif terinfeksi VHB.

Virus Penyebab Hepatitis B stabil dalam darah, plasma dan serum serta dapat bertahan lama di luar tubuh manusia dalam berbagai tingkat kelembapan udara dan temperatur yang tinggi. Virus hepatitis B sangat menular bahkan 100 kali lebih mudah menular dibandingkan dengan virus HIV.

Saat ini di Indonesia, penyakit hepatitis B termasuk dalam kelompok 10 besar penyakit penyebab kematian. Angka kejadian penyakit hepatitis B di Indonesia merupakan yang tertinggi di antara jenis hepatitis lainnya. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi penyakit hepatitis B masih rendah. Menurut Ketua Pokja Hepatitis, Prof. dr. Ali Sulaiman, virus hepatitis B diperkirakan telah menginfeksi sekitar 11,6 juta orang penduduk Indonesia. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ketiga setelah China dan India dengan jumlah penduduk terbanyak yang terinfeksi hepatitis B.

Sebagian besar infeksi Virus Penyebab Hepatitis B yang menetap timbul sebagai akibat infeksi pada waktu bayi atau anak-anak. Infeksi pada bayi terjadi pada saat persalinan dari yang mengidap HBsag. Infeksi hepatitis B berkembang menjadi kronis berbanding terbalik dengan usia. Semakin muda usia terkena infeksi penyakit hepatitis B maka semakin besar kemungkinan menjadi kronis. Sekitar 90% bayi yang terinfeksi pada proses kelahiran berlanjut menjadi infeksi hepatitis kronis, pada anak-anak yang lebih besar menurun menjadi 20-30% sedangkan pada orang dewasa hanya sekitar 5-10% yang berkembang menjadi kronis.

Hingga saat ini memang penyakit hepatitis B belum bisa disembuhkan secara total,  namun ketersediaan dari pengobatan dan proses untuk membantu mengendalikan virus ini masih bisa dilakukan. Pengobatan yang dilakukan akan membantu untuk menurunkan kerusakan yang terjadi pada hati dan juga untuk membantu mengurangi resiko dari terjadinya penyakit kanker hati. Pengobatan ini juga bisa memberikan bantuan pada hati dalam memperbaiki sendiri kerusakan yang terjadi. Dokter biasanya akan memberitahukan kepada Anda jika Anda memang membutuhkan pengobatan lebih lanjut. Oleh karena itulah Anda sangat perlu mengunjungi dokter dengan rutin dan teratur.

Pengobatan Penyakit Hepatitis B

Jika Anda memang membutuhkan pengobatan, maka dokter Anda biasanya akan memberikan suatu referensi pada dokter spesialis hati. Dokter spesialis hati yang akan memberitahukan dan menjelaskan kepada Anda mengenai pengobatan apa yang tersedia dan tepat untuk Anda. Selain itu juga Anda harus mengunjungi dokter spesialis dengan teratur dan rutin, jika Anda sudah mulai untuk menjalankan suatu pengobatan. Maka hal ini berarti sangat penting untuk terus minum obat yang diresepkan setelah Anda memulainya. Apabila Anda mempunyai suatu masalah yang terjadi dengan pengobatan yang Anda lakukan maka sebaiknya jangan berhenti untuk melakukannya. Diskusikanlah dengan dokter Anda mengenai hal yang Anda rasakan.

Sebaiknya jelaskanlah pada dokter yang menangani Anda dan jika Anda menggunakan pemakaian obat herbal penyakit hati, atau juga jenis obat-obatan lainnya yang alami mempengaruhi keadaan pada hati Anda atau menghentikan pengobatan agar bisa bekerja dengan lebih baik lagi. Dokter biasanya akan memberitahukan mengenai ramuan dan juga obat tradisional yang harus Anda hindari pemakaiannya.

Dibawah ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran dari penyakit hepatitis B adalah ;

  1. Sebaiknya hindarilah hubungan seksual atau hubungan langsung dengan darah misalnya adalah jangan memakai pakaian yang sama dengan orang lain, jangan memakai cukur, sikat gigi serta barang-barang pribadi lainnya milik orang lain.
  2. Tutuplah semua luka yang terbuka dan Anda bisa membersihkan segela tumpahan darah dengan menggunakan bleach. Sebaiknya jangan biarkan orang bisa menyentuh luka atau juga darah Anda kecuali jika mereka menggunakan sarung tangan.
  3. Buanlah pembalit, perban, panty liner kedalam kantung plastik yang tertutup
  4. Saat sedang melakukan hubungan seksual, maka Anda bisa menggunakan kondom atau juga menggunakan cairan pelumas.
  5. Jangajn memakai dengan bersamaan penggunaan dari jarum suntik atau juga alat makan untuk jenis narkotika intravena.

Pemberian dari vaksin imunisasi dan dosisnya harus diberikan dengan cara intramuskular pada otot deltoid untuk orang dewasa. Pada orang dewasa dengan imunogenisitas vaksin biasanya akan berkurang jika vaksin yang disuntikkan pada gluteus. Panjang dari jarum yang digunakan sebaiknya adalah sekitar 1-1,5 inci untuk membantu memastikan vaksin bisa masuk ke dalam jaringan otot. Penyuntikkan dari vaksin dengan cara intradermal tidak dianjurkan, hal ini dikarenakan imunogenisitas pada usia yang lebih muda lebih rendah.

Selain itu juga respons antibodi yang terjadi tidak konsisten pada orang tua, dan kurangnya peerjalanan dari pengalaman pada tenaga medis dalam memberikan suntikan intradermal dan juga data tentang efektivitas jangka panjang yang kurang. Pemberian jenis vaksin penyakit hepatitis B diberikan dalam 3 dosis di bulan ke-0, bulan ke-1 dan bulan ke-6. Pemberian dua dosis pertama adalah dosis yang sangat penting untuk bisa membentuk antibodi. Dosis yang ketiga bisa diberikan dalam mencapai kadar antibodi anti-HBs yang sangat tinggi.

Virus Penyebab Hepatitis B

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment