Hepatitis B Kronik

Hepatitis B adalah penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Perjalanan penyakit terbagi dua yaitu akut dan kronik. Pada fase akut, pasien mengalami gejala infeksi (menjadi sakit) yang bisa sembuh atau berakhir fatal berupa kegagalan hati.

hepatitis

Sedangkan pada fase kronik pasien tidak terlihat sakit (tampak sehat) meski virus berada dalam tubuhnya. Dua pertiga pasien hepatitis B kronik adalah karier kronik (virus tidak menganggu hati) sementara sepertiga lainnya bersifat hepatitis aktif (virus berkembang biak mengganggu hati). Sebetulnya hati mempunyai kemampuan untuk memeperbaiki jaringan yang rusak, namun peradangan menahun oleh virus hepatitis B dapat mengakibatkan kerusakan permanen. Kerusakan permanen akan membuat jaringan parut pada hati yang dapat terjadi yang disebut karsinoma hepaotseluler.

Hepatitis B ditularkan melalui darah yang terinfeksi virus atau cairan tubuh yang terkontaminasi oleh darah tersebut. Tranmisi penyakit dapat terjadi melalui kontak langsung lewat jarum suntik, tatto, tindik, pisau cukur, sikat gigi, melalu tranfusi darah, hubungan seksual dan saat persalinan dari ibu yang terinfeksi.

Kadar baiknya adalah infeksi hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin hepatitis B. Agar efektif, vaksin diberikan dalam 3 dosis (bulan I, II dan VI). Bagi pendrita hepatitis B kronik aktif, sudah tersedia pengobatan antivirus yang terbukti efektif dalam menekan jumlah virus hingga mencapai kesembuhan.

Pada saat ini, definisi hepatitis B kronik adalah adanya persistensi virus hepatitis B (VHB) lebih dari 6 bulan yang masih idisertai dengan viremia. Hepatitis B kronik merupakan maslaah kesehatan yang besar, terutama di Asia, karena di wilayah ini terdapat sedikitnya 75% dari seluruhnya 300 juta individu HBsAg positif menetap di seluruh dunia. Di Asia, sebagian besar penderita hepatitis B kronik mendapatkan infeksi pada masa perinatal. Kebanyakan penderita ini tidak mengalami keluhan ataupun gejala sampai akhirnya terjadi penyakit hati kronik.

Pada hepatitis B akut, tubuh berusaha melakukan eliminasi cirus hepatitis B (VHB) baik dengan mekanisme resepons imun nonspesifik dilaksanakan melalu aktivitas sel T sitolitik (CD8+) yang telah mengalami aktivitasi dan dapat menimbulkan lisis sel-sel yang terinfeksi. Di samping itu, dapat juga terjadi eliminiasi VHB intraseluler dengan mekanisme nonsitolitik.

Infeksi kronik VHB bukan disebabkan oleh gangguan produksi anti HBs. Buktinya, pada penderita hepatitis B kronik ternyata dapat ditemukan anti HBs, meskipun tidak bisa dideteksi dengan metode pemeriksaan biasa karena anti HBs bersembunyi dalam kompleks dengan HBsAg.


=====================================

>>> Obat Maxgiver Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hepatitis B and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>