Cara Penularan Hepatitis B

Infeksi hepatitis B kornik sedikitnya diderita oleh 300 juta orang di seluruh dunia. Di Eropa dan Amerika 15-25% penderita hepatitis B kronik akan meninggal karena proses hati atau kanker hati primer. Penelitian yang dilakukan di Taiwan pada 3.654 pria Cina yang HBsAg positif bahkan mendapatkan angka yang lebih besar, yaitu antara 40-50%.

Penyakit hepatitis B ini dapat menular bahkan bahaya tingkat penularannya 100 kali lebih cepat dibanding dengan virus HIV. Ada 2 golongan cara penularan infeksi VHB, yaitu penularan horinzontal dan penularan vertikal. Cara penularan horizontal terjadi dari seorang pengidap infeksi VHB kepada individu yang masih rentan di sekelilinginya. Penularan horinzontal dapat terjadi melalui kulit atau melalui selaput lendir, sedangkan penularan vertikal terjadi dari seorang pengidap yang hamil kepada bayi yang dilahirkannya.

1. Penularan melalui kulit

Penularan ini terjadi jika bahan yang mengandung partikel virus hepatitis B (HBsAg) masuk ke dalam kulit. Contohnya, kasus penularan terjadi akibat transfusi darah yang mengandung HBsAg positif, hemodialisis (cuci darah) pada penderita gagal ginjal kronik, serta melalui alat suntik yang tidak steril, seperti penggunaan jarum suntik bekas, jarum akupuntur yang tidak steril, alat tato, alat cukur dan yang saat ini merupakan cara penularan terbanyak adalah melalui penyuntikan narkoba secara bergantian.

Virus hepatitis B tidak bisa menembus pori-pori kulit, tetapi dapat masuk melalu kulit yang terluka dan mengalami kelainan dermatologik.

2. Penularan melalui selaput lendir

Penularan dapat terjadi melalui mulut (peroral) yaitu jika bahan yang mengandung virus mengenai selaput lendir mulut yang terluka, misalnya karena peradangan mulut atau sesudah mencabut gigi dan bisa juga melalui ciuman. Selain itu, penularan virus hepatitis B dapat melalui selaput lendir alat kelamin (seksual) akibat berhubungan seksual dengan pasangan yang mengandung HBsAg positif yang bersifat infeksius, baik dengan pasangan heteroseksual maupun homoseksual.

3. Penularan vertika (penularan perinatal)

Merupakan penularan VHB dari ibu yang menderita hepatiti B akut atau pengidap hepatitis B kronis kepada bayinya pada saat dalam kandungan (masa kehamilan) atau sewaktu persalinan. Jika infeksi hepatitis akut terjadi pada masa kelamilan trisemester pertama dan kedua, umumnya penularan jarang terjadi. Namun, jika hepatitis akut terjadi pada masa kehamilan trisemester ketiga maka penularan lebih sering terjadi. Penularan dari ibu pengidap hepatitis B kornis kepada bayinya mengidap hepatitis B kronis. bayi yang terinfeksi tersebut mungki menderita hepatitis akut atau lebih sering terjadi adalah akan berkembang menjadi infeksi yang menetap dan menjadi kronik.

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Virus Penyebab Hepatitis B

Hepatitis B tipe ini disebut juga hepatitis serum atau hepatitis inkubasi panjang. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB) yang termasuk dalam golongan Hepadna viridae, yaitu golongan virus yang hanya dapat menginfeksi manusia dan simpanse.

VHB merupakan virus DNA berukuran 42 nm, terdiri atas inti pusat yang dikelilingi lapisan lipoprotein yang berisi antigen permukaan VHB (HBsAg). Jika dalam darah terdeteksi HBsAg, berarti positif terinfeksi VHB.

Virus hepatitis B stabil dalam darah, plasma dan serum serta dapat bertahan lama di luar tubuh manusia dalam berbagai tingkat kelembapan udara dan temperatur yang tinggi. Virus hepatitis B sangat menular bahkan 100 kali lebih mudah menular dibandingkan dengan virus HIV.

Saat ini di Indonesia, hepatitis B termasuk dalam kelompok 10 besar penyakit penyebab kematian. Angka kejadian hepatitis B di Indonesia merupakan yang tertinggi di antara jenis hepatitis lainnya. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi hepatitis B masih rendah. Menurut Ketua Pokja Hepatitis, Prof. dr. Ali Sulaiman, virus hepatitis B diperkirakan telah menginfeksi sekitar 11,6 juta orang penduduk Indonesia. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ketiga setelah China dan India dengan jumlah penduduk terbanyak yang terinfeksi hepatitis B.

Sebagian besar infeksi virus hepatitis B yang menetap timbul sebagai akibat infeksi pada waktu bayi atau anak-anak. Infeksi pada bayi terjadi pada saat persalinan dari yang mengidap HBsag. Infeksi hepatitis B berkembang menjadi kronis berbanding terbalik dengan usia. Semakin muda usia terkena infeksi hepatitis B maka semakin besar kemungkinan menjadi kronis. Sekitar 90% bayi yang terinfeksi pada proses kelahiran berlanjut menjadi infeksi hepatitis kronis, pada anak-anak yang lebih besar menurun menjadi 20-30% sedangkan pada orang dewasa hanya sekitar 5-10% yang berkembang menjadi kronis.

Posted in Penyakit Hepatitis B | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment