Pengobatan Hepatitis B Kronik

Pengobatan Hepatitis B Kronik – Infeksi virus penyakit hepatitis B akut tidak memerlukan terapi anti virus yang terpenting adalah istirahat. Yang perlu pemberian anti virus adalah infeksi virus hepatitis B kronis aktif. Tujuan pengobatan hepatitis B kronis adalah untuk menekan laju perkembangan virus hepatitis B (replikasi virus) dan mencegah progresi penyakit hati kronis menjadi sirosis yang berpotensial menuju gagal hati dan mencegah kanker hati. Sekalipun sudah tersedia beberapa pilihan obat virus hepatitis B, namun obat-obat tersebut belum dapat menghilangkan virus dalam tubuh.

Pengobatan Hepatitis B Kronik

Pengobatan Hepatitis B Kronik

Penyakit Hepatitis B

Berdasarkan penelitian, obat-obatan tersebut hanya mampu menghilangkan 1%-5% HBsAg. Namun demikian, bukan berarti obat tersebut tidak bermanfaat. Dengan menurunnya kadar virus dalam tubuh (DNA virus hepatitis B ditekan serendah mungkin), maka risiko terjadinya sirosis hati dan kanker hati juga menurun.

Obat Hepatitis B

Saat ini, ada 5 (lima) jenis obat yang direkomendasikan untuk terapi Pengobatan Hepatitis B kronik di Amerika Serikat, yaitu interferon alfa-2b lamivudin, adefovir dipivoxil, entecavir dan peginterferon alfa-2a . Hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan obat mana yang akan dipilin adalah keamanan jangka panjang, kemanjuran obat, dan biaya.

Walaupun saat ini pilihan terapi Pengobatan Hepatitis B Kronik menjadi lebih banyak, namun problem yang masih belum terpecahkan adalah resistensi obat dan tingginya angka relaps pada saat terapi dihentikan. Secara ilmiah sudah terbukti sekalipun pemberian pengobatan anti virus pada infeksi virus hepatitis B tidak menghilangkan virus (HBsAg), namun risiko terjadinya sirosis dan kanker hati dapat dihambat.

Selain dengan Pengobatan penyakit Hepatitis B Kronik diatas, pencegahan perlu dilakukan sebagai upaya antisipasi penularan kembali virus hepatitis. Ada tiga macam cara pencegahan infeksi VHB.

  1. Melalui perbaikan higiene dan sanitasi
  2. Melalui pencegahan penularan parenteral/kontak dnegan penderita HBV (skrining pada donor darah, sterilisasi alat kedokteran, menghindari seks bebas, menghindari tato, penggunaan jarum narkoba secara bergantian dll).
  3. Melalui pemberian vaksinasi hepatitis B

Dalam pengobatan penyakit hepatitis B kronik, titik akhir yang sering dipakai adalah hilangnya pertanda replikasi virus yang aktif secara menetap (HBeAg dan DNA VHB).

Pada umumnya, serokonversi dari HBeAg menjadi anti Hbe disertai dengan hilangnya DNA VHB dalam serum dan meredanya penyakit hati. Namun, pada kelompok pasien hepatitis B kronik HBeAg negatif serokonversi HBeAg tidak dapat dipakai sebagai titik akhir terapi dan respons terapi hanya dapat dinilai dengan pemeriksaan DNA VHB.

Penyakit hepatitis B kronik didiagnosis dengan cara melakukan tes darah yang kemudian akan menunjukkan apakah seseorang yang mengidap penyakit hepatitis B sebelumnya, dan apakah seseorang yang mengalami infeksi secara kronis. Tes lainnya yang dilakukan misalnya adalah tes pada fungsi hati, yang bisa menunjukkan apakah terjadi suatu kerusakan di organ hati. Perawatan khusus yang diberikan dari penyakit hepatitis B kronik biasanya adalah mendapatkan manfaat dari perawatan anti-virus khusus. Sebaiknya lakukan konsultasi mengenai perawatan yang bisa dilakukan. Penderita penyakit infeksi hepatitis B kronis harus menjaga organ hati dan bisa mendapatkan vaksinasi hepatitis B jika belum mempunyai suatu kekebalan. Selain itu minum minuman seperti alkohol juga akan membuat kondisi dari penyakit ini bisa menjadi semakin parah.

Untuk Anda yang sudah positif terinfeksi penyakit hepatitis B, maka Anda paling tidak harus melakukan konsultasi ke dokter setahun sekali karena kerusakan hati bisa terjadi kapan saja. Biasanya dokter akan menyarankan hal yang paling baik bagaimana cara menjaga kesehatan dan untuk memelihara kesehatan hati. Selain itu juga dokter akan memberitahukan Anda jika Anda perlu untuk mengambil beberapa jenis obat dan dokter biasanya akan mengarahkan Anda pada dokter ahli atau juga spesialis hati jika memang hal ini diperlukan. Untuk kebanyakan orang yang mengalami infeksi penyakit hepatitis B kronis, hal yang bisa dilakukan adalah pola hidup yang sehat dan tidak membutuhkan minum obat-obatan untuk penyakit hepatitis B.

Menjaga kesehatan hati untuk mencegahnya dari serangan penyakit hati adalah :

  1. Kurangi minuman yang mengandung alkohol atau hilangkanlah kebiasaan tersebut.
  2. Konsumsilah jenis makanan yang sehat dan seimbang dan kurangilah asupan makanan yang mengandung lemak dengan berlebihan.
  3. Kontrol atau kendalikan berat badan Anda.
  4. Berhenti merokok
  5. Melakukan olahraga dengan teratur
  6. Kelola stres Anda dengan baik dan dapatkan waktu istirahat yang cukup.
  7. Melakukan vaksinasi penyakit hepatitis B, untuk membantu melindungi Anda dari serangan virus-virus jenis penyakit hepatitis yang lain yang bisa membuat penyakit hati menjadi lebih semakin parah.

Hal yang harus Anda ketahui mengenai penyakit hepatitis B adalah terdapat paling tidak lebih dari sekitar 350 juta penduduk di dunia yang mengalami infeksi penyakit hepatitis B. Dan dalam setiap tahunnya hal ini bisa menyebabkan kurang lebih adalah sekiyat 1 juta kematian akibat penyakit ini. Dalam beberapa komunitas, cara penularan dari penyakit hepatitis b yang biasanya paling sering terjadi adalah lewat seorang ibu kepada anaknya disaat proses persalinan sedang berlangsung.

Untuk sebagian mereka yang menderita penyakit hepatitis B, mereka tidak menunjukkan suatu gejala khusus dan juga sebagian besar dari mereka tidak mengetahui bahwa penyakit hepatitis B ini disaat mereka sudah mulai terinfeksi virus hepatitis V. Namun, walaupun tidak menunjukkan suatu gekala virus ini akan membuat organ hati mengalami kerusakan.

Pengobatan Hepatitis B Kronik


=====================================

>>> Obat Hepatitis Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hepatitis B and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *