Penyakit Hepatitis B Akut

Penyakit Hepatitis B Akut – Pada penyakit hepatitis B akut khas (typical) tampak keradangan akut di seluruh hati. Nekrosis sel hati ditandai dengan infiltasi leukosit serta histiosit. Nekrosis paling banyak di zona 3, sedangkan infiltasi sel radang paling banyak pada segitiga portal. Sinusoid menunjukkan infiltasi sel mononuklear, sel polimorf, dan eosinofil. Sel hati di zona 3 menunjukkan perubahan eosinifilik yang disebut “acidophil bodies”. Dapat dijumpai sel hati yang mengalami “balooning”, pleomorfisme, hialiniasasi dan sel raksasa yang berinti banyak. Kerangka retikulin umumnya masih utuh.

Penyakit Hepatitis B Akut

Penyakit Hepatitis B Akut

 Penyakit Hepatitis B Akut

Penderita dengan Penyakit Hepatitis B Akut dianjurkan untuk tirah baring sampai gejala ikterus hilang. Bagi penderita yang masih muda dan sehat, bisa diterapkan aturan yang lebih ringan, misalnya mereka bisa bangun bila badan terasa enak, tanpa melihat derajat ikterus. Setiap habis makan, pasien dianjurkan untuk beristirahat, demikian pula bila gejala penyakit muncul lagi. Masa penyembuhan mulai bila sudah tidak ada gejala, tidak ada rasa nyeri di daerah hati dan bila kadar bilirubin serum < 1,5 mg%. Lama waktu penyembuhan diperkirakan dua kali dari periode tirah baring.

Kebanyaan penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit, kecualo pada kasus yang berat. Demikian pula, tidak dipelrukan tirah baring total yang berkepanjangan. Bila dirawat dirumah sakit, penderita bisa dipulangkan bila gejala membaik, kadar transaminase dan kadar bilirubin serum sudah cenderung turun dan nilai waktu protrombin normal. Diet untuk penderita hepatitis akut adalah diet bebas. Pemberian vitamin dan obat lipotropik tidak diperlukan. Kortikosteroid hanya di perlukan pada kasus hepatitis akut tipe kolestatik.

Follow up dilakukan setiap 3-4 minggu setelah pulang, kemudian dilakukan pemeriksaan ulang setiap bulan sekali selama 3 bulan berikutnya. Berolahraga diperbolehkan sampai batas badan lemah, sedangkan alkohol harus dihindari selama 1 tahun.

Terapi penyakit hepatitis B akut fulminan dibagi menajdi 2 bagian yaitu terapi suportif dan terapi spesifik. Terapi suprotif terutama bertujuan untuk memberikan perawatan intensif pada organ tubuh di luar hati yang mengalami kegagalan fungsi, sehingga didapatkan kondisi yang optimal untuk hati, untuk berlangsungnya proses regenerai sambil menunggu terapi spesifik yaitu transplantasi hati. Dalam terapi suportif pada hepatitis B akut fulminan, sebaiknya penderita dirawat di ruang ICU dan diadakan pengawasan ketat untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, memberi terap ensefalopatia hepatik, mengatasi oedema cerberi, mengatasi hipoglikemia, mengatasi infeksi, menjaga kestabilan kardiovaskuler serta mengatasi gagal ginjal. Bila transplantasi hati dapat dilakukan pada waktunya, tindakan tersebut dapat menyelamatkan penderita hepatitis B akut fulminan.

Gejala Penyakit Hepatitis B

Gejala dari penyakit hepatitis B adalah :

  1. Biasanya adalah akibat banyak orang yang tidak akan menunjukkan suatu gejala apapun disaat baru mendapatkan infeksi.
  2. Apabila jika menunjukkan suatu gekala, biasanya termasuk salah satunya adalah penyakit kuning misalnya adalah kulit dan mata yang menjadi berwarna kuning, air seni yang berwarna agak pekat, tinja yang berwarna agak pucat, merasa kelelahan, sakit perut, hilangnya nafsu makan, mual dan juga muntah serta mengalami nyeri sendi.

Penyakit hepatitis B akut bisa menular kepada orang lain jika darah serta cairan tubuh misalnya adalah seperti air liur, air mani dan juga lelehan dari cairan vagina yang mengandung virus hepatitis B di dalamnya yang masuk ke dalam tubuh seseorang lewat :

  1. Luka pada kulit
  2. Selaput lendir atau mukosa
  3. Lewat aliran darah dengan cara yang bersamaan dengan menggunakan alat suntik, atau juga lewat jarum suntik setelah seseorang mengalami infeksi, luka jarum atau juga akibat alat-alat yang mengalami kontaminasi.
  4. Melakukan hubungan seksual dengan orang yang positif sudah terinfeksi penyakit hepatitis B namun tanpa menggunakan kondom.
  5. Penyakit hepatitis B juga bisa ditularkan pada bayi disaat baru lahir dari ibu yang mengalami infeksi.

Resiko dari seseorang yang menderita penyakit hepatitis B akut adalah pada golongan :

  1. Orang yang melakukan hubungan seksual pada mereka yang sudah terinfeksi
  2. Penggunaan dari narkoba jenis suntik
  3. Bayi yang terlahir dari ibu yang mengalami infeksi
  4. Orang yang bergonta ganti pasangan seksual
  5. Pria yang homoseksual
  6. Pasien hemodialisis
  7. Petugas kesehatan
  8. Orang yang terlahir di negara dengan kasus hepatitis B yang sangat tinggi
  9. Terjadinya kontak langsung dirumah dengan mereka yang sudah mengalami infeksi penyakit hepatitis B.
  10. Tahanan sipil

Mencegah Penyakit Hepatitis C

Cara mencegah penyakit hepatitis B adalah dengan memberikan imunisasi. Imunisasi ini diberikan untuk :

  1. Semua anak yang lahir di usia 2, 4, 6 bulan. Vaksin yang diberikan biasanya akan diberikan dirumah sakit dimana tempat nbayi tersebut lahir dan juga diberikan oleh dokter atau kinik setempat. Vaksinasi ini harus dilakukan dengan rutin dan teratur.
  2. Anak-anak yang berusia 12 tahun yang tidak mendapatkan imunisasi pada saat masih bayi. Vaksin yang diberikan saat usia sekolah.
  3. Orang yang melakukan kontak langsung dirumah atau juga mengalami kontak seksual dengan mereka yang mengalami infeksi kronis.
  4. Pria homoseksual
  5. Orang yang mengalami penyakit kelamin
  6. Penggunaan jenis narkoba suntik
  7. Pasien hemodialisis
  8. Orang yang biasanya menerima produk darah untuk kelainan dari penggumpalan darah.
  9. Penderita penyakit hati kronis dan juga infeksi pada hepatitis C
  10. Penghuni dari staf fasilitas untuk penyandang cacat intelektual.
  11. Tahanan
  12. Petugas kesehatan

 Penyakit Hepatitis B Akut


=====================================

>>> Obat Maxgiver Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hepatitis B and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>