Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual dari cairan sperma (sexual transmitted disease/STD), darah atau cairan tubuh lain. Penyakit ini dapat menimbulkan penyakit serius dan mengakibatkan kerusakan hati yang dapat berakhir dengan kematian atau kanker hati. Hepatitis B terdiri dari antigen permukaan (surface antigen) yang disebut dengan antigen Australia, karena antigen ini pertama kali dijumpai di Australia.

Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Masa inkubasi dari penyakit hepatitis B ini berkisar antara 45-180 hari dan lama masa inkubasi tergantung pada jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh dan cara penularan serta daya tahan pasien. Penyakit ini sering dijumpai pada 30-50% pada usia > 50 tahun dan 10% pada usia  < 50 tahun. Keluhan pada penyakit hepatitis B : mual tidak nafsu makan, lemas, muntah, nyeri pada otot dan sendi, demam, kencing berwarna cokelat tua dan kulit berwarna kuning. Kebanyakan kasus dengan infeksi hepatitis B akan sembuh dalam waktu 6 bulan dan mengalami kekebalan. Di mana 15-20% akan menjadi hepatitis kronik atau penyakit hati menahun yang kemudian menjadi sirosis hati dan berkembang menjadi kanker hati.

Virus hepatitis B (VHB) adalah virus DNA yang bentuknya kompleks, mempunyai 2 lapis partikel disebut partikel Dane, merupakan lapisan permukaan VHB yang disebut HbsAg dan lapisan dalam pada intinya didapatkan hepatitis B core antigen (HbcAg). Di dalam inti dari genome viral terdapat DNA yang sirkuler dan double stranded.

Pemeriksaan Hepatitis B

Dengan adanya pemeriksaan penyaring pada darah transfusi, infeksi Penyakit hepatitis B berkurang sekitar 0,3-0,9% pada pasien yang mendapatkan transfusi. Angka kejadian infeksi VHB tinggi pada : pasien yang mendapatkan tranfusi berulang atau komponen darah yang berasal dari donor multipel, pasien dengan hemodialisi, pecandu narkoba, luka tusuk dnegan jarun suntik atau alat kesehatan lain yang telah terkontaminasi, akunpuntur, tatto, pegawai medis, transmisi dari ibu ke bayi dan penggunaan pisau cukur bersama penderita hepatitis B.

Infeksi dengan virus penyakit hepatitis B dapat berupa sembuh spontan, infeksi subklinis sampai akut dan fatal pada hepatitis fulminan (ganas). Untuk menegakkan diagnosis VHB dapat digunakan parameter dibawah ini :

  • Hepatitis B surface antigen (HBsAg)
  • Hepatitis B e antigen (HBeAg)
  • Hepatitis B e antibodi (anti-HBe)
  • Hepatitis B core antibodi (anti-HBc) total
  • Hepatitis B core antibodi (anti-HBc IgM)
  • Hepatitis B antibodi (anti-HBs)

 Komplikasi Penyakit Hepatitis B

Komplikasi penyakit hepatitis B yang paling parah adalah kematian. Penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi akbat dari kegagalan fungsi hati. Dan ditambah juga dari suatu penelitian yang menunjukkan penyakit hepatitis B mempunyai resiko untuk terjadi penyakit kanker hati sebesar 200 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap penyakit hepatitis B.

Selain itu, beberapa faktor juga berperan aktif pada penyakit hepatitis B adalah :

  1. Adanya beberapa waktu atau episode yang spontan dari penyakit hepatitis B yang mengalami masalah eksaserbasi dan juga replikasi yang lebih menjurus pada arah dekompensasi dan juga progresivitas pada penyakit hati penderita yang sebelumnya sudah pernah mengalami penyakit hati ringan dan juga stabil.
  2. Bentuk yang ringan dari jenis penyakit hepatitis kronik persisten, dan sewaktu-waktu akan bisa berubah menjadi progresif kemudian hepatitis kronik yang aktif dan juga bisa berubah menjadi sirosis hati.
  3. Pada penyakit hepatitis B yang bisa bertindak sebagai reservoir atau sebagai sumber dari terjadinya infeksi pada daerah sekitar hati. Kortiosteroid yang tidak mampu melakukan pengobatan pada penyakit hepatitis B yang kronik, dan disamping itu juga dalam waktu yang lama akan menyebabkan replika dari penyakit hepatitis B serta mencegah kehilangan HbeAg yang ada di dalam serum si penderita.

Dalam melakukan pengobatan penyakit hepatitis B dengan menggunakan interferon  adalah untuk menekan dan juga untuk mengeliminasi virus hepatitis B dengan sekaligus dan menyeluruh serta bisa mengindusir kesembuhan dari penyakit hati dan terutama adalah penyakit hepatitis B kronik. Dibawah ini merupakan peranan dari interferin untuk pengobatan penyakit hepatitis B adalah :

  1. Membantu menghambat replikasi dari virus penyakit hepatitis B baik lewat efek yang langsung atau juga lewat dari stimulasi sistem kekebalan tubuh si penderita penyakit hati.
  2. Membantu menghentian atau juga menghambat nekrosis dari sel hati akibat dari terjadinya reaksi peradangan
  3. Mencegah terjadinya transformasi dari maligna sel-sel yang ada di dalam hati.

Indikasi dari pemakaian interferon adalah :

  1. Untuk penderita dengan kasus HbeAg dan HBV-DNA yang positif.
  2. Pada penderita penyakit hepatitis kronik aktif yang sudah dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan histopatologi.

Dan indikasi pemberian dari interferon ini bisa dipertimbangkan dengan pemberian interferon terhadap penyakit hepatitis fulminan yang akut, walaupun belum banyak penelitian yang menunjukkan dibidang ini.

Efek samping yang biasanya ditimbulkan dari pemakaian interferon pada penyakit hepatitis B adalah :

  1. Secara dini
    Efek umum : demam lebih dari 40 derjaat celcius, menggigil dan badan terasa dingin, sakit kepala, anoreksia, nausea, kelelahan yang maksimal dan nyeri otot serta insomnia susah tidur.
    Efek jarang terjadi : hiptensi, sianosis, kebingungan, dan perubahan yang terjadi pada EEG
  2. Lambat sekitar 2 minggu
    Efek umum : kelelahan, nyeri sendi, rasa kantuk, berat badan menurun, rambut rontok, masalah gangguan emosi, supresi pada sumsum tulang.
    Efek jarang terjadi : agitasi, depresi, nausea, penyakit diare, hidun tersumbat, sakit tenggorokan, sindrom nefrotik.

 Penyakit Hepatitis B


=====================================

>>> Obat Maxgiver Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hepatitis B and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.