Vaksin Penyakit Hepatitis B

Vaksin Penyakit Hepatitis B – Macam vaksin demikian diperoleh melalui proses rekayasa genetik, misalnya vaksin hepatitis B, vaksin tifoid dan rotavirus. Vaksin hepatitis B dihasilkan dengan cara memasukkan suatu segmen gen virus hepatitis B ke dalam gen sel ragi. Sel ragi yang telah diubah ini kemudian menghasilkan antigen permukaan hepatitis B murni.

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B

Virus-like particle vaccina atau vaksin yang dibuat dari partikel yang mirip dengan virus, contohnya adalah vaksin Human papilloma virus (HPV) tipe 16 untuk mencegah kanker leher rahim. Antigen diperoleh melalui protein virus HPV yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan struktur yang mirip dengan seluruh struktur HPV (atau dikenal sebagai pseudo-particles of HPV tipe 16).

Imunisasi Vaksin Penyakit Hepatitis B  merupakan imunisasi yang digunakan untk mencegah terjadinya penyakti hepatitis. Kandungan vaksin ini adalah HBsAg dalam bentuk cair. Frekuensi pemberian imunisasi hepatitis sebanyak 3 kali dan pengutanya dapat diberikan pada usia 6 tahun. Waktu pemberian imunisasi hepatitis B ini diberikan melalui intramuskular. Angka kejadian hepatitis B pada anak balita juga sangat tinggi dalam mempengaruhi angka kesakitan dan kematian balita.

Vaksin Penyakit Hepatitis B

Vaksin Penyakit Hepatitis B aktif dilakukan dengan cara pemberian suntikan dasar sebanyak tiga kali dalam jarak waktu satu bulan antara suntikan satu dan dua, lima bulan antara suntikan dua dan tiga. Imunisasi ulang diberikan setelah lima tahun pasca imunisasi dasar. Cara pemberian imunisasi dasar tersebut dapat berbeda, tergantung dari rekomendasi pabrik pembuat vaksin hepatitis B mana yang akan dipergunakan. Misalnya imunisasi dasar vaksin hepatitis B buatan Pasteur, Perancis berbeda dengan jadwal vaksinasi buatan.

Khusus bayi yang lahur dari seorang ibu pengidap virus hepatitis B, harus diberikan imunisasi pasif dengan imunoglobulin anti hepatitis B dalam waktu sebelum berusia 24 jam. Berikutnya bayi tersebut harus pula mendapat imunisasi aktif 24 jam setelah lahir dengan penyuntikkan vaksin hepatitis B dengan pemberian yang sama seperti biasa.

Daya proteksi Vaksin Penyakit Hepatitis B cukup tinggi yaitu berkisar antara 94-96%. Vaksinasi hepatitis B dapat diberikan pada ibu hamil dengan aman dan tidak akan membahayakan janin. Bahkan memberikan perlindungan kepada janin selama dalam kandungan ibu maupun kepada bayi selama beberapa bulan setelah lahir.

Vaksin hepatitis B plasma diproduksi dari plasma pengidap HBsAg dengan lititer tinggi. HBsAg dimurnikan dengan cara ultrasentrifungsi. Selanjutnya diberikan perlakuan untuk menghilangkan sisa-sisa bahan hidup yang mungkin masih tertinggal dengan pemberian enzim proteolitik, perlaukan dengan urea dan terakhir dengan pemberian formaldehid. Dengan plasma tersebut secara teoritik semua bahan hidup (virus) akan mati.

Pengobatan Penyakit Hepatitis B

Tujuan yang paling utama dari terapi pengobatan penyakit hepatitis B pada orang dewasa adalah untuk bisa mencapai supresi dari DNA virus. Dan dari jenis terapi yang biasanya diberikan bsia berupa immunodulator dalam bentuk interferon alfa, maupun juga analog dari nukleosida misalnya adalah seperti lamivudin, entecavir, telbivudin, adefovir, tenovovir.

Pada penyakit hepatitis B, komplikasi yang terjadi dari penyakit hepatitis B adalah infeksi virus hepatitis B pada orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang intak yang bisa mengakibatkan dari terjadinya infeksi akut dan dengan 1-5% pada kasus hepatitis B yang bisa menjadi kronik. Dan sebaliknya95% kasus neonatus yang terjadi biasanya akan berubah menjadi penyakit hepatitis B kroni. Pada orang dewasa, kegagalan hati fulminan akibat dari penyakit hepatitis B yang akut yang terjadi kurang dari 1% kasus. Dan survibal spontan yang terjadi pada gagal hati akut akibat dari penyakit hepatitis B adalah sebesar 20%. Infeksi dari penyakit hepatitis B yang disebut sebagai kronik jika mengalami HbsAg dalam suatu serum positif yang lebih dari sekitar 6 bulan. Dan sekitar ¼-1/3 pasien dengan kasus infeksi penyakit hepatitis B kronik yang akan mengalami penyakit hati yang sifatnya progresif. Infeksi yang terjadi pada bayi sekitar 90% yang biasanya cenderung berubah menjadi penyakit hepatitis kronik, sedangkan infeksi yang terjadi pada anak usia 1-5 tahun dengan kasus sebesar 30-50% yang akan berubah menjadi lebih kronik. Penyakit hepatitis B kronik yang bisa menjadi sirosis hati dan juga penyakit hepatoma. Kasus ini terjadi sekitar 25
% pasien dengan kasus meninggal akibat dari penyakit hepatitis atau hepatoma.

Pencegahan yang terjadi dari penyakit infeksi virus hepatitis B yang bisa dilakukan adalah lewat non-imunisasi dan juga imunisasi. Pencegahan dalam bentuk non imunisasi bisa dilakukan dengan cara, seperti menghindari kontak dengan darah atau juga cairan tubuh pasien yang lain yang sudah terinfeksi dengan penyakit hepatitis B. Sebaiknya jangan menggunakan jaruk suntik atau alat kedokteran yang tidak steril, hindarilah hubungan seksual yang tidak aman tanpa menggunakan kondom, serta melakukan pencegahan yang lainnya. Imunisasi dari penyakit hepatitis B yang biasanya terdiri dari 2 bentuk, imunisasi yang pasif dan juga imunisasi yang aktif.

Vaksin penyakit hepatitis B adalah vaksin yang termasuk aman. Biasanya tidak akan menimbulkan suatu efek seperti nyeri pada tempat injeksi, demam, rekasi anafilaksis, dan juga Sindrom Guillan-Barre. Reaksi dari penyakit alergi dari terjadinya suatu komponen vaksin yang termasuk ke dalam thimerosal yang merupakan salah satu bentuk kontraindikasi dalam pemberian vaksin.

Itulah informasi mengenai penyakit hati hepatitis B dan vaksin penyakit hepatitis B. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Vaksin Penyakit Hepatitis B


=====================================

>>> Obat Maxgiver Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hepatitis B and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>