Virus Penyakit Hepatitis B

Virus Penyakit Hepatitis B – Berdasarkan penyebabnya, hepatitis dibedakan menjadi dua kelompok yaitu hepatitis virus dan hepatiti nonn virus. Hepatitis virus merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus. Sejauh ini ada tujuh tipe virus yang sudh diketahui dapat menginfeksi sel-sel hati yaitu virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC) dan jenis virus hepatitis lainnya.

Virus Penyakit Hepatitis B

Virus Penyakit Hepatitis B

Infeksi hepatitis B virus (HBV) merupakan masalah dunia karena virus ini menyebar ke seluruh penjuru dunia. Saat ini ada sekitar 2 milyar orang yang terinfeksi virus hepatitis B. Dari jumlah tersebut, sebanyak 360 juta di antaranya menderita hepatitis kronis, dan 470.000-520.000 menigggal akibat sirosis hati atau kanker hati. Karena demikian erat hubungan antara infeksi HBV dan kejadian kanker hati, virus hepatitis B dikategorikan sebagai carsinogen (merangsang sel hati menjadi sel ganas).

 Penyakit Hepatitis B

Virus hepatitis B pertama kali ditemukan oleh Blumberg dkk. Pada tahun 1965 untuk mengetahui keadaan klinis pasien yang terserang infeksi hepatitis B, kita perlu mengenal bagian demi bagian komponen virus hepatitis B tersebut.

Virus hepatitis B terdiri atas :

1. Bagian luar diberi nama HBsAg (hepatitis B surface antigen)
2. Bagian tengah diberi nama HBeAg (hepatitis B e antigen)

Apabila seseorang tertular virus hepatitis B, maka keluhannya baru muncul (masa inkubasi) 2-3 bulan kemudian. Untuk memastikan adanya hepatitis, perlu periksa darah untuk melihat peningkatan kadar GOT dan GPT (secara sederhanaan peningkatan kedua enzim tersebut dinamakan hepatitis).

Untuk memastikan bahwa penyebab hepatitis adalah virus hepatitis B, maka perlu periksa HBsAg. Bila hasilnya positif, orang tersebut menderita hepatitis B. Apabila HBsAg masih positif dalam kurun > 6 bulan sejak infeksi akut, maka dikatakan orang tersebut menderita hepatitis B kronis. Hepatitis B kronis sendiri dapat berupa dua bentuk penampilan, yaitu hepatitis B carrier inaktif atau hepatitis B aktif.

Seseorang yang menderita hepatitis B carrier, pada umumnya berpenampilan biasa alias sehat-sehat saja. Namun demikian, individu tersebut dapat menularkan penyakitnya pada orang lain. Walaupun kemungkinannya kecil, hepatitis B carrier dapat berubah karakternya menjadi bentuk hepatitis B aktif. Sementara individu yang terserang hepatitis B kronis aktif, dalam perjalanan ke depan penyakitya berisiko menjadi sirosis hati atau kanker hati.

Pemeriksaan Penyakit Hepatitis B

Berbagai ragam bentuk perjalanan klinis infeksi hepatitis yaitu bisa berupa hepatitis akut, sembuh atau berlanjut menjadi hepatitis B carrier inaktif, hepatitis kronis inaktif, atau berlanjut menjadi kanker hati atau sirosis hati. Untuk memastikan adanya infeksi VHB dan sejauh mana bentuk klinis infeksi hepatitis tersebut, diperlukan beberapa pemeriksaan berikut :

1. Wawancara dan pemeriksaan fisik

Hepatitis B secara awam lazim disebut sebagai penyakit kuning, tidak selalu menampakkan warna kuning di matanya (konjungtiva). Pada penyakti hepatitis B, mata kuning dijumpai pada sepertiga kasus. Untuk lebih mengarah pada diagnosis hepatitis B, perlu digali mengenai riwayat transfusi darah, hemodialisis, apakah ibu dan anak pernah menderita hepatitis B dan juga mempertanyakan kebiasaan-kebiasaan seperti hubungan seks bebas dan pemakaian narkoba suntik sebelumnya. Didukung dengan pemeriksan fisik yang teliti untuk melihat kemungkinan tanda klinis, sepeti mata kuning, penemuan adanya pemebsaran hati, pembengkakan perut dan kaki, dsb.

2. Pemeriksaan fungsi hati

Organ hati mengemban berbagai macam tugas, seperti fungsi sintesis, ekskresi, detoksifikasi dan penyimpan cadangan energi. Gangguan organ hati entah disebabkan oleh penyakit apapun termasuk infeksi hepatitis B dengan sendirinya akan mempengaruh fungsi hati.

3. Pemeriksaan Serologi

Tidak semua pemeriksaan serologi mutlak diterapkan pada seseorang yang dicurigai menderita hepatitis B. Manfaat pemeriksaan ini adalah untuk mendiagnosis adanya infeksi VHB dan memastikan sejauh manan infeksi VHB berada pada keadaan infeksi akut, kronis atau telah sembuh. Berikut jenis pemeriksaan serologi pada infeksi VHB.

  • Pemeriksaan HBsAg. Pemeriksaan ini memastikan apakah seseorang menderita hepatitis B atau tidak. Hasil pemeriksaan hepatitis B positif memastikan bahwa seseorang menderita infeksi VHB. Peneriksaan HBsAg positif yang menetap lebih dari 6 bulan disebut sebgai infeksi VHB kronis.
  • Anti HBs. Meningkatnya kadar anti HBs memperlihatkan bahwa seseorang memiliki kekebalan alami atau pernah mendapatkan vaksinasi hepatitis B. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan bersama-sama dengan HBsAg ketika seseorang perlu atau tidak mendapatkan vaksin hepatitis B. Seseorang dengan hasil HBsAg negatif dan tidak ada kadar HBs (atau titer kurang dari 10 UI/ml), memberikan arti bahwa orang tersebut tidak sedang menderita infeksi VHB dan tidak memiliki perlindungan terhadap VHB sehingga ia perlu mendapatkan vaksin hepatitis B. Namun, bila seseorang telah memiliki kadar anti HBs tinggi, lebih dari 100 UI/ml, ia tidak perlu mendapatkan vaksinasi hepatitis B.

Untuk melakukan pencegahan pada penyakit hepatitis B salah satu hal yang bisa dilakukan adalah sebaiknya Anda berhenti menggunakan jenis obat-obatan yang terlarang. Jika Anda menggunakan obat-obatan terlarang jenis narkotika sebaiknya hentikanlah. Jika Anda masih belum bisa berhenti, maka disaat Anda menggunakan obat-obatan jenis intravena jangan pernah berbagi jarum suntik bersama dengan orang lain. Selain itu juga, Anda harus lebih berhati-hati dalam body piercing atau juga tato. Anda harus memilih toko yang aman dan juga steril alat piercing dan suntik tatonya. Ajukan pertanyaan lebih dulu bagaimana cara alat tersebut dibersihkan. Dan pastikan bahwa karyawan menggunakan jarum yang sudah disterilkan.

Virus Penyakit Hepatitis B


=====================================

>>> Obat Hepatitis Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hepatitis B and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *